Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Koyeidaba dan Touye Kapogeiye (1)

Koyeidaba dan Touye Kapogeiye (1)

KOYEIDABAA ialah tok...

Kepada Dubes Australia, Enembe Minta Pemerintah Pusat Patuhi UU Otsus

Kepada Dubes Australia, Enembe Mint…

JAYAPURA – Gubernur ...

Ewanetaida (Tempat Wajib Istirahat)

Ewanetaida (Tempat Wajib Istirahat)

Istilah ini lama kel...

Ingin Kuliah ke Australia?

Ingin Kuliah ke Australia?

ANDA ingin kuliah ke...

Akan Lahir Pemimpin Besar dari Lembah Hijau

Akan Lahir Pemimpin Besar dari Lemb…

{flike}MOANEMANI - P...

Wanimbo Akui Wartawan Prancis Ingin Kunjungi Markas OPM di Pirime

Wanimbo Akui Wartawan Prancis Ingin…

  WAMENA - Panglima...

Pahabol Hampir Menyamai Maradona dan Messi

Pahabol Hampir Menyamai Maradona da…

{flike}YOGYA - Pengu...

Fransiskus, Paus Revolusioner

Fransiskus, Paus Revolusioner

Oleh: Trias Kuncahyo...

Dialog Papua Jakarta, Butuh Mediator Netral

Dialog Papua Jakarta, Butuh Mediato…

JAKARTA - Pendeta Li...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Memenuhi 5 Syarat Ini, Anda Bisa Menjadi Pemimpin

Memenuhi 5 Syarat Ini, Anda Bisa Menjadi Pemimpin

JIKA anda ingin atau bercita-cita menjadi seorang pemimpin di suatu daerah maka, paling tidak, anda memiliki sejumlah syarat-syarat. Diantara syarat-syarat yang kami sebutkan dibawah ini, paling tidak, bila dua atau tiga syarat saja anda sudah penuhi, maka, rakyat atau bawahan anda akan senang dengan anda.

Pertama, banyak mendengar. Anda harus rajin dan sering menerima keluhan, kritikan dan masukan dari orang yang akan anda pimpin. Jangan anda melarikan diri bila ada masalah, duduk dengar, cukup akan memuaskan konstituen.

Kedua, banyak melihat. Anda harus rajin dan sering meninjau atau mengunjungi tempat-tempat yang akan menjadi target pekerjaan atau program. Lihatlah penderitaan masyarakat/rakyat yang akan anda pimpin, jangan hanya mendengar laporan orang lain. Catatlah setiap kejadian, renungkan dan perbuatlah kemudian hari. Orang Jawa sebut Blusukan.

Ketiga, banyak merasakan. Anda harus rajin dan sering mengumpamakan bahwa penderitaan mereka (masyarakat/rakyat) adalah menimpa diri anda atau keluarga anda. Jangan sepelekan mereka dan jangan rendahkan mereka.

Keempat, banyak memikirkan. Anda harus dan sering memikirkan bagaimana cara penyelesain terbaik atas semua persoalan yang dihadapi oleh orang yang anda pimpin.

Kelima, banyak berbuat. Anda harus dan sering menerjemahkan semua keluhan, kritikan atau bahkan mungkin cemoohan dari orang yang anda pimpin. Berikan perhatian khusus dan buat rancangan program terbaik, jadikan semua itu pemicu dan pemacu semangat kerja anda. Berbuat semaksimal dan seoptimal mungkin.

***

Sebaliknya, bila anda memiliki 5 (lima) klakuan berikut ini, jangan coba-coba mencalonkan diri atau bermimpi menjadi pemimpin.

Pertama, muka uang. Orang yang muka uang atau orang pelit, jangan coba-coba menjadi pemimpin. Sebab bila anda sudah terpilih, anda hanya akan suka timbun uang di rumahmu. Jelas-jelas anda tidak akan disukai orang. Tipe demikian cenderung menempatkan orang hanya untuk tujuan kolusif, koruptif, dan benar nepotis.

Kedua, muka pucuk. Muka pucuk artinya, muka perempuan (play boy) atau suka bawa-bawa istri orang (janda). Banyak bupati sekarang ditemukan doyang dengan kasus ini. Pada malam hari, entah istri orang, lebih anak-anak umur belasan tahun (pucuk) menjadi sasaran para pemimpin ini.

Ketiga, apatis. Orang yang suka malas tahu dengan persoalan-persoalan dalam dirinya, keluarga dan lingkungan, jangan coba-coba menjalonkan diri. Orang apatis tidak akan menyelesaikan persoalan-persoalan dalam daerah. Ia hanya mencalonkan diri hanya untuk tujuan pamer diri alias menang gaya.

Keempat, atheis. Orang atheis adalah orang yang tidak percaya akan adanya Tuhan. Mereka jarang masuk gereja, mesjid ataupun vihara. Dalam konsepnya, mereka suka menempatkan point Tuhan di nomor urut 1. Tetapi dalam prakteknya, mereka tidak suka sembah Tuhan. Tipe demikian berbahaya, gampang dihipnotis, menganggap dirinya super (Tuhan), penguasa dan suka menganggap bawahannya sebagai budak atau orang yang tidak tahu apa-apa, bodok dan tak berdaya.

Kelima, suka dengar-dengaran. Orang yang suka dengar-dengaran adalah orang yang tidak mampu dalam segalah hal. Ia masih belum dewasa untuk segala hal.  Ia mengambil kebijakan atau keputusan atas dasar laporan dari timnya, atau dari orang dekatnya. Pemimpin demikian berbahaya bagi dirinya. Bisa dijebak dan gampang saja dijatuhkan dari kursinya.



"Tak ada gading yang tak retak", begitupun dengan tulisan atau berita yang kami muat di media ini. Dari waktu ke waktu kami akan lakukan penyempurnaan dan perbaikan seperlunya (kecuali opini, essai, catatan pinggir atau artikel). Oleh sebab itu, apabila mau download, mohon perhatikan tanggal akses, identitas penulis dan judul tulisan agar kompatibel dengan referensi anda. Tulisan diatas kami rapikan kembali pada hari Kamis, 21 Agustus 2014 02:47

Undang-undang Nomor 12 Tahun 1997 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1987 Tentang Hak Cipta Sebagaimana Telah Diubah dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987. (1) Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi ijin untuk itu, dipidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah). (2) Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta sebagaimana dimaksud ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).
back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;