Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Ini Alasan Megawati Pilih Jokowi Maju Presiden RI

Nama Joko Widodo mulai menjadi sorotan ketika terpilih menjadi Walikota Surakarta. Awalnya publik menyangsikan kemampuan pengusaha mebel ini untuk memimpin dan mengembangkan kota Surakarta, namun beberapa perubahan penting yang dibuat untuk membangun Surakarta di tahun pertama kepemimpinannya menepis keraguan ini. Kemudian Jokowi dipilih PDIP menjadi Gubernur DKI. Hasil dari kepemimpinannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berhasil mengambil hati masyarakat. Kini ia maju sebagai calon presiden sebagai kandidat dari PDIP dan menggandeng Jusuf Kalla sebagai calon wakil presidennya dengan nomor urut dua. Melawan pasangan nomor urut satu Prabowo Subianto dengan wakilnya Hatta Rajasa. Nama Joko Widodo mulai menjadi sorotan ketika terpilih menjadi Walikota Surakarta. Awalnya publik menyangsikan kemampuan pengusaha mebel ini untuk memimpin dan mengembangkan kota Surakarta, namun beberapa perubahan penting yang dibuat untuk membangun Surakarta di tahun pertama kepemimpinannya menepis keraguan ini. Kemudian Jokowi dipilih PDIP menjadi Gubernur DKI. Hasil dari kepemimpinannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berhasil mengambil hati masyarakat. Kini ia maju sebagai calon presiden sebagai kandidat dari PDIP dan menggandeng Jusuf Kalla sebagai calon wakil presidennya dengan nomor urut dua. Melawan pasangan nomor urut satu Prabowo Subianto dengan wakilnya Hatta Rajasa.

SURABAYA - Megawati Soekarnoputri membeberkan alasan soal mandat yang diberikan kepada Joko Widodo untuk menjadi calon presiden PDIP dalam Pemilu 2014.

Menurut Megawati, Joko Widodo atau Jokowi dipilih karena memiliki tenaga seperti banteng yang memiliki kekuatan besar.

"Jokowi meskipun fisiknya kerempeng, tetapi dia memiliki tenaga besar seperti banteng," kata Megawati ketika berorasi pada kampanye akbar perdana PDIP di lapangan Gelora Pancasila, Surabaya, Senin (17/3/2014).

Kampanye akbar PDIP tersebut dihadiri juru kampanye dari DPP dan DPD PDIP, serta dimeriahkan ribuan massa dari Surabaya dan sekitarnya.

Megawati menegaskan masyarakat berharap agar PDIP mengusung Jokowi sebagai calon presiden menghadapi Pemilu Presiden 2014. "Sekarang sudah saya berikan apa yang diharapkan masyarakat. Saya sudah menetapkan Jokowi sebagai calon presiden," kata Megawati.

Presiden kelima Republik Indonesia itu kemudian bertanya, "Siapakah yang akan saudara-saudara pilih sebagai?". Massa serentak menjawab, "Jokowi!".

Megawati pun menegaskan sebanyak lima kali lagi, soal siapa yang akan dipilih sebagai presiden, dan masyarakat tetap menjawab dengan lantang "Jokowi!".

Megawati kemudian menjelaskan, apabila berjanji ingin memilih Jokowi, agar hadir di tempat tempat pemungutan suara (TPS) dan menetukan pilihannya pada 9 April mendatang.

Dia juga mengingatkan masyarakat agar menjaga perolehan suara di TPS dari kemungkinan praktik kecurangan ataupun tindakan intimidasi dari pihak tertentu.

"Saudara-saudara harus menjaga di TPS-nya masing-masing hal-hal yang tidak diharapkan agar pemilu berjalan demokratis," katanya.

Pada kesempatan itu, Megawati mengingatkan agar masyarakat tidak terpancing oleh praktik politik uang yang akan merusak harga diri masyarakat dan tatanan demokrasi.

"Kalau saudara-saudara terpancing politik uang, saudara sudah menggadaikan harga diri dengan uang yang tidak seberapa," katanya.

Menurut Megawati, Indonesia sudah 11 kali menyelenggarakan pemilu legislatif sejak 1955, hendaknya menjadi pembelajaran berharga bagi masyarakat. Apalagi, setelah era reformasi, praktik politik uang yang membeli hak pilih rakyat semakin vulgar, tapi kondisi rakyat tetap tidak berubah.

"Saudara-saudara harus menjaga harga dirinya dan menjunjung demokrasi, untuk kemajuan bangsa Indonesia," tegasnya. (Antara)

"Tak ada gading yang tak retak", begitupun dengan tulisan atau berita yang kami muat di media ini. Dari waktu ke waktu kami akan lakukan penyempurnaan dan perbaikan seperlunya (kecuali opini, essai, catatan pinggir atau artikel). Oleh sebab itu, apabila mau download, mohon perhatikan tanggal akses, identitas penulis dan judul tulisan agar kompatibel dengan referensi anda. Tulisan diatas kami rapikan kembali pada hari Jumat, 11 July 2014 10:51

Undang-undang Nomor 12 Tahun 1997 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1987 Tentang Hak Cipta Sebagaimana Telah Diubah dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987. (1) Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi ijin untuk itu, dipidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah). (2) Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta sebagaimana dimaksud ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).
back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;