Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
The First River of Eden!

The First River of Eden!

  While most people...

Heve long Nauru Palamen i gohet yet

Heve long Nauru Palamen i gohet yet

{flike}PNG - Palamen...

Rio Grime (2): Gabungan Air Mood Band dan Seniman Teater Budaya Papua

Rio Grime (2): Gabungan Air Mood Ba…

Musisi dan penyanyi ...

Hatta Umumkan Capres Setelah Pileg

Hatta Umumkan Capres Setelah Pileg

CILACAP - Ketua Umum...

Biar Jelek, Dia Temanmu

Biar Jelek, Dia Temanmu

1). Apa yang kita bu...

Ingin Kuliah ke Australia?

Ingin Kuliah ke Australia?

ANDA ingin kuliah ke...

Isu-Isu Ini Beredar Usai Black Brothers Minta Suaka Politik ke Luar Negeri

Isu-Isu Ini Beredar Usai Black Brot…

SUBUH, sekitar pukul...

Jokowi Siap Menjadi 01 Republik Indonesia

Jokowi Siap Menjadi 01 Republik Ind…

JAKARTA - Saat blusu...

Benny Giay Kritisi Pelaksanaan KKR di Tanah Papua

Benny Giay Kritisi Pelaksanaan KKR …

JAYAPURA - Pendeta B...

Usai Dibebaskan, 5 Pejuang Papua Merdeka Ini Mengaku Tidak Dendam Pada Polisi Indonesia

Usai Dibebaskan, 5 Pejuang Papua Me…

{flike}JAYAPURA - Ke...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Saatnya Buka Kran Jodoh ke Papua New Guinea

Saatnya Buka Kran Jodoh ke Papua New Guinea

NABIRE - Pemerintah RI hendaknya membuka kran jodoh antara putra putri Papua dengan putra putri Papua New Guinea. Selama ini orang Papua cenderung cari pasangan hidup dengan orang Ambon, Bima, Jawa, Toraja dan Batak. Dan jarang terdengar orang Papua nikahi atau dinikahi orang Papua New Guinea. Oleh karena itu sudah saatnya pemerintah membuka kran yang tertutup itu.

Hal itu dikemukakan Direktur Institute Touyelogy sekaligus pemilik situs Swarapapua.com, Engelbertus P Degey disela-sela kesibukannya di Nabire, (16/06/2014) kemarin.

Menurutnya, selama ini, orang Papua cenderung cari jodoh ke tanah Jawa atau Toraja. Jarang terdengar orang Papua ada kawin atau nikahi perempuan Wiwek atau Vanimo.

"Ini dosa besar bagi Pemerintah RI yang telah menutup kran jodoh", ujar Degey sambil tertawa terbahak-bahak.

Entah serius atau tidak, Degey menilai, pemerintah selama 51 tahun ini, jelas-jelas sudah menutup hak hidup orang Papua dengan saudaranya dari timur.

Ujar Degey, tidak menutup kemungkinan jaringan narkoba bisa ikut serta dalam hubungan pertalian kawin mawin, namun di era sekarang, sudah saatnya hak-hak hidup seseorang untuk mencari jodoh sudah saatnya dijamin. Caranya dengan membuka kran jodoh antara pria gadis PNG dengan pria gadis Papua.

Solusi yang diberikan untuk membuka kran jodoh tidak repot dan pula tidak memerlukan biaya besar. Kata Degey, caranya cukup membuat sejumlah kegiatan yang melibatkan putra-putri Papua dan PNG. Diantaranya, pertukaran pelajar yang sudah lama dibangun, lomba masak Papua, pertandingan sepakbola persahabatan, atau acara-acara seminar persahatan.

Kata Degey, hal ini perlu dipikirkan serius untuk mempertahankan ras melanesia yang semakin punah ini. (003/cr8/SP)



 

back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;