Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Tembus Testing CPNS, 4 Ekor Babi Melayang

Akhirnya, dengan dana yang ada, Yonas mulai panggil anak-anak di komplek, ada yang pergi beli kayu bakar, ada yang dikasih uang untuk borong ayam 10 ekor plus bumbu-bumbu dan sayar-mayur dan dia sendiri bersama TR pi beli ‘Ekina’ empat ekor. “Boooh pesta besar”. Akhirnya, dengan dana yang ada, Yonas mulai panggil anak-anak di komplek, ada yang pergi beli kayu bakar, ada yang dikasih uang untuk borong ayam 10 ekor plus bumbu-bumbu dan sayar-mayur dan dia sendiri bersama TR pi beli ‘Ekina’ empat ekor. “Boooh pesta besar”.

 

 

 

Yonas dan TR yang baru saja lolos dari testing CPNS terhanyut dalam kegembiraan. Berdua pun berencana rayakan syukuran. Kebetulan karena berdua sama-sama tinggal di rumah kost, terpaksa dorang dua kastau pemilik kost, pace Yorfem supaya dikasih tempat untuk syukuran. Pace Yorfem setuju dan dorang dua mulai hitung kekuatan.

Yonas tidak ragu-ragu dengan masalah keuangan, karena Rp 10 juta masih ada di bank. Dana tersebut hasil borongan di Perumnas IV Waena. Bahkan dana yang dipersiapkan untuk sogok itupun masih ada sekitar Rp 7 juta. Sedangkan temannya TR, tabungannya sudah habis, bahkan dia masih punya utang kepada keluarga lain yang turut sumbang untuk sogok pejabat daerah agar diterima menjadi CPNS sekitar delapan puluhan juta.

“Ale, kalau ko pu dana su habis, ko jangan ragu, sbab sapu dana masih ada,” ujar Yonas kuatkan rekannya yang memang sudah habis-habisan.

Trus Yonas tanya TR, “Ko agama apa?”

“Bah sobat, kenapa tanya-tanya seperti begitu,” jawab TR.

“Ah.. trada. Sa tanya begitu karna jangan sampe ko tidak makan Ekina,” kata Yonas.

“Ekina itu apa”, tanya TR.

“Babi too….., itu bahasa Paniai,” ucap Yonas sambil tertawa.

“Oooo….. tapi jangan pikiran begitu. Kita beli ayam saja supaya kita dua kasih makan tetangga juga. Kalo ko mampu beli Ekina, beli saja supaya barapen dengan masyarakat disini. Sedangkan mereka yang tidak makan ekina, biar kita barapen ayam”, urai TR.

Akhirnya, dengan dana yang ada, Yonas mulai panggil anak-anak di komplek, ada yang pergi beli kayu bakar, ada yang dikasih uang untuk borong ayam 10 ekor plus bumbu-bumbu dan sayar-mayur dan dia sendiri bersama TR pi beli ‘Ekina’ empat ekor. “Boooh pesta besar”.

Memang soal kesuksesan adalah harapan dan idaman setiap insan manusia. Setiap orang tua harapkan agar setiap anak-anaknya bisa sekolah dengan baik dan terakhir bisa mendapatkan pekerjaan. Setiap penganggur rindu agar suatu saat nasibnya berubah. Setiap honorer, semua sarjana dan bahkan mereka yang tidak pernah sekolah pun sekarang berlomba beli ijasah agar bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil dengan ijasah sarjana. Artinya, agar ada gaji yang jelas setiap akhir bulan atau awal bulan. Dalam situasi itu terasa sedih dan menusuk bila pemerintah sebagai penyelenggara seleksi CPNS bermain secara tidak adil. Misalnya dengan tindakan sogok seperti kisah Yonas dan TR dalam tulisan pertama yang lalu.

Sekarang ini, pada saat Anda membaca kisah ini, Yonas dan TR sibuk rayakan syukuran. Setelah kayu bakar, ayam dan empat Ekina semua terkumpul, tepat pukul 11.00 waktu Papua Barat, apipun menyala siap membakar empat ekor ekina. Ibu-ibu yang tinggal di kost sebelah, dilibatkan untuk bersihkan sayur mayur. Bahkan pemuda-pemudi dari RT tersebut ramai-ramai hadir membantu Yonas dan TR bakar batu.

Pada waktu itu, Pendeta yang sudah dihubungi TR tiba untuk pimpin doa sebelum bakar batu. Setelah berdoa selesai, Yonas perintahkan pemuda-pemuda untuk taruh ekina di dua tungku api. Tungku yang di depan menjadi tanggung jawab TR, sedangkan tungku yang ada di ujung kost menjadi tanggung jawab Yonas. Pada saat asap naik, ada beberapa keanehan terjadi. Asap yang naik dari tungku TR tidak naik lurus, malah dia kejar mata manusia, sehingga air mata tinggal jatuh-jatuh. Sementara asap dari tungkunya Yonas, asap naik lurus seperti roket melambung tinggi menghilang di langit.

Pendeta yang hadir disitu merasa heran. Kok asap dari tungku TR tidak naik lurus, sedangkan asap dari tungku Yonas melayang lurus tembus langit. “Kenapa e?” tanya pendeta pada Yonas.

“Mungkin karena saya sogok pejabat dengan ayat suci Lukas 13-15, jadi saya punya syukuran diterima oleh Tuhan Allah. Kalau asap dari tungkunya TR bengkok-bengkok itu mungkin karena dia sogok pejabat dengan dana Rp 125 juta,” jelas Yonas kepada bapak pendeta.

“Iyo eee”, sahut pendeta sambil heran-heran.

“Itulah tanda heran yang satu ke tanda heran yang lain yang sekarang kita tuai di negeri yang dibuka oleh Ottow dan Geisler. Kalau seandainya pejabat kita di Papua ini bekerja dengan jujur berlandaskan kasih dan ketulusan, maka pasti saja kitorang punya doa dan persembahan diterima langsung oleh Allah Bapa di Surga,” urai Yonas.

Yonas berharap, sekarang kita tidak perlu lagi bangun iri hati kepada mereka yang sudah lolos dari jarum penderitaan dan pengangguran. Ibarat dulu kisah Kain dan Habel. Kepada yang tidak lolos, masih banyak kesempatan yang akan disediakan oleh pemerintah daerah. Mari kita tenang dan berdoa terus berharap agar di tanah ini tidak ada lagi suap-menyuap, sogok menyogok, balas membalas dan seterusnya. Kita berdoa selalu agar Tuhan Yesus mau memberkati dan membuka pikiran kepada pejabat kita agar suatu saat mereka mau membangun keadilan, kesetaraan dan kebersamaan bahwa rasa manusia itu sama dan suatu saat akan diadili di tempat yang sama.

Yonas juga mengatakan, kita juga berdoa agar kedepan formasi yang disediakan sesuai dengan kebutuhan daerah. Yang mengetahui penganggur di daerah adalah pemerintah daerah. Dengan demikian, formasi jangan dibuat oleh provinsi.

Menyelesaikan masalah pengangguran di daerah, tidak bisa diatasi oleh pemerintah provinsi. Yang mengetahui rakyat adalah pemerintah kabupaten, sehingga formasi bisa dibuat oleh Pemda kabupaten. Ada daerah yang pengangguran sarjana lebih banyak dari pada tamatan SMK dan SMU. Ada daerah yang sebaliknya.



 

 

 

"Tak ada gading yang tak retak", begitupun dengan tulisan atau berita yang kami muat di media ini. Dari waktu ke waktu kami akan lakukan penyempurnaan dan perbaikan seperlunya (kecuali opini, essai, catatan pinggir atau artikel). Oleh sebab itu, apabila mau download, mohon perhatikan tanggal akses, identitas penulis dan judul tulisan agar kompatibel dengan referensi anda. Tulisan diatas kami rapikan kembali pada hari Sabtu, 13 Agustus 2016 15:27

Undang-undang Nomor 12 Tahun 1997 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1987 Tentang Hak Cipta Sebagaimana Telah Diubah dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987. (1) Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi ijin untuk itu, dipidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah). (2) Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta sebagaimana dimaksud ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).
back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;