Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
7 Jenis Burung Cenderawasih ini Sudah Mulai Punah

7 Jenis Burung Cenderawasih ini Sud…

{flike}Burung Cendra...

Rakyat Mapia Tengah Masih Menunggu Jalan Trans Moanemani Modio

Rakyat Mapia Tengah Masih Menunggu …

POGIBADO - Tokoh mas...

Paus Pecat 4 Kardinal Bank Vatikan

Paus Pecat 4 Kardinal Bank Vatikan

{flike}VATIKAN - Pau...

Boy, 11, eaten by crocodile in Papua New Guinea

Boy, 11, eaten by crocodile in Papu…

{flike}PNG - The lim...

Orang Ini Usul Orang Papua Menjadi Uskup

Orang Ini Usul Orang Papua Menjadi …

MODIO – Ketua Kring ...

Rio Grime (1): Berawal dari Teater Budaya Papua di Jakarta

Rio Grime (1): Berawal dari Teater …

Tanah Papua pernah m...

Mengenal Tokoh Nuim Khaiyath Sang Legenda Radio Australia

Mengenal Tokoh Nuim Khaiyath Sang L…

Baik buruk hubungan ...

Noak Nawipa Minta Jokowi Siapkan Papua Sebagai Negara Baru

Noak Nawipa Minta Jokowi Siapkan Pa…

JAYAPURA - Tokoh aga...

Buku Yoman Dijual Diam-Diam

Buku Yoman Dijual Diam-Diam

{flike}HOLANDIA - Ho...

Like Dislike Facebook dan Foto Penembakkan di Papua

Like Dislike Facebook dan Foto Pene…

Langkah Mark Zuckerb...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Membangun Manusia Mulai Dari Pendidikan Dasar

Membangun Manusia Mulai Dari Pendidikan Dasar

PEMBANGUNAN manusia Indonesia khususnya di tanah air Papua, terutama di erah otonomi khusus harus diberikan perhatian lebih khusus oleh semua kalangan. Perhatian pendidikan tidak hanya dengan pembangunan gedung sekolah yang mewah-mewah, bantuan-bantuan stimulan, tetapi lebih kepada kualitas pelayanan pelaku pendidikan yang akan berpengaruh langsung terhadap hasil yang akan dicapainya. Perhatian itu tidak hanya oleh kalangan pelaku pendidikan itu sendiri, tetapi oleh semua komponen masyarakat, terutama pemerintah daerah, legislative, LSM dan pihak keagamaan terhadap pembangunan pendidikan mulai dari tingkat yang paling dasar.

Mengapa kita harus mulai dari sekolah yang paling dasar? Karena apabila pembangunan manusia dari tingkat pendidikan dasar sudah bagus, maka hal itu dengan sendirinya akan mempengaruhi ke tingkat yang berikutnya. Sebagai Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, yang baru mulai bekerja sudah merasakan getaran tersebut. Ternyata banyak hal yang tidak tertangani secara betul selama ini. Selain harus berjuang mempertahankan kursi yang selama ini “terlalu panas”, dibalik sana ternyata fungsi pengawasan sangat lemah, sehingga banyak kasus ditemukan. Ada guru yang tidak pernah mengajar tetapi ia lancar menerima gaji. Salah satu contoh: orangnya ada di Biak, tetapi gajinya lancar dikirim dari Nabire. Ada guru yang mengajar di sekolah lain, tapi gajinya di sekolah lain, dan lebih parah lagi, ada guru yang mempunyai kebiasaan mencatat dari pada mengajar. Masih banyak contoh yang akan kita bicara, biar menjadi jelas dan clear.

Tetapi harus disadari bahwa, ternyata dari presentasi kerja semua pegawai negeri yang ada di Kabupaten Nabire, justru gurulah yang paling rajin bekerja, entah guru yang ada di pusat kota, pinggiran kota maupun yang ada di pelosok jauh. Contoh paling dekat, coba anda pergi hadir di ibu kota distrik yang tidak jauh dari ibu kota Kabupaten. Pasti yang aktif menggunakan baju dinas, setiap hari mengajar dan mengajar, entah di sekolah maupun dikalangan masyarakat, justru guru-gurulah yang berperan disana dari pada pegawai Distrik atau petugas lapangan lain.

Bahkan dipelosok sana, justru guru-guru SD yang menjadi pewarta, menjadi petugas kesehatan dan menyatu dengan masyarakat. Dan oleh karena itu, rakyat juga lebih mendengar guru dari pada seorang petugas kesehatan atau pemerintah. Disana terlihat fungsi dan peran seorang guru menjadi ganda. Antara mendidik rakyat atau mendidik murid. Dan hal itu dilakukan dengan sepenuh hati, tanpa mengharapkan imbalan atau penghargaan walau hanya dengan gaji yang ia terima setiap bulan. Syukur-syukur apabila dana BOS dipergunakan dengan baik oleh Kepala Sekolah.

Sebagai orang yang pernah mengajar di SD, saya melihat banyak persoalan yang belum terselesaikan sampai saat ini. Hal inilah yang mendasari beberapa tahun lalu kami gabungan guru-guru terpaksa memboikot proses belajar mengajar dan mendemo kepada pemerintah agar perhatian dan pelayanan terhadap guru harus ditepatkan pada porsinya. Hal itulah yang sekarang menjadi tantangan untuk menjawabnya satu per satu, walau tidak dengan mudah.

Ada banyak persoalan yang harus menjadi perhatian kita bersama. Diantaranya adalah bahwa telah terjadi penumpukan guru di kota dan pinggiran kota, sementara di daerah terpencil dan pelosok sangat kurang. Penumpukan guru di kota antara lain disebabkan karena banyaknya mutasi guru perempuan (nota dinas) ke kota karena mengikuti suami. Alasan klasik adalah masalah sosial dan geografis yang sangat sulit dijangkau. Proporsi Guru di pedesaan dan terpencil usia 20 – 29 kurang dibandingkan yang berkerja di perkotaan.

Ada juga persoalan lain menyangkut mutasi fungsional dan struktural. Mutasi ke pedesaan dan terpencil telah dilakukan sesuai kebutuhan. Tetapi kenyataannnya guru tidak betah di pedesaan dan terpencil. Banyaknya guru potensial direkrut dalam jabatan struktural (diangkat menjadi Camat, anggota legislatif, dll). Ini juga persoalan ketika kita berpikir bagaimana membangun manusia mulai dari tingkat sekolah-sekolah dasar.

Lalu dibidang promosi kepangkatan guru.Pengurusan promosi jabatan/pangkat bagi guru di daerah terpencil sangat sulit. Disana tidak ada Radio SSB (single side band) atau alat komunikasi lain dan PAK jabatan guru sangat birokratis.

Guru-guru juga masih belum mengikuti kualifikasi dan kompetensi tenaga guru. Banyak yang berkualifikasi SMP, SMA, SMK, atau eks Mahasiswa PT non guru. Ketika hal itu masih terjadi, penilaian dan pengawasan kinerja juga sangat rendah. Kinerja kompetensi guru masih jauh di bawah standar. Jumlah pengawas tidak memadai, tupoksi tidak berjalan secara optimal dan hasil pengawasan kinerja belum digunakan sebagai dasar DP3.

Dan persoalan terakhir adalah kesejahteraan guru. Banyak guru yang tidak mendapat insentif secara baik dan benar. Ada sekitar 5 jalur dana yang belum tersalurkan dengan baik. Rumah dinas guru (rumah inpres) dari pemerintah pusat sangat membantu guru. Sudah sebagian besar rumah dinas guru tidak berfungsi atau rusak total.

Pengambilan gaji bagi guru PNS yang diperbantukan di yayasan di bayar langsung di tempat tugas, sedangkan guru di sekolah negeri masih dilakukan di ibu kota kabupaten Nabire.

Melihat dilema ini, sepantasnya kita sudah bisa mengukur pembangunan pendidikan di kabupaten Nabire. Seberapa jauh kita sudah menyelesaikan persoalan-persoalan -yang sudah saya sebutkan diatas. Karena hal itu akan menjadi barometer untuk mengukur indeks prestasi manusia di Kabupaten Nabire. Jangan karena gedung sekolah bagus, banyak sarjana kita cetak, lalu dengan terburu-buru kita membangun tugu dan lain sebagainya. Bila kita mau menjawab persoalan guru dan pelayanan pendidikan, maka sudah saatnya kita mulai dari persoalan-persoalan yang paling kecil.


 

back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;