Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Martha Pigome Raih Gelar Doktor Bidang Hukum

Martha Pigome Raih Gelar Doktor Bid…

NABIRE - Ada banyak ...

Enembe Sedang Mengikuti Polling Eksodus Mahasiswa Yogya di Media Ini

Enembe Sedang Mengikuti Polling Eks…

JAYAPURA - Polling y...

Vanuatu's Prime Minister Joe Natuman Support for West Papuan Independence

Vanuatu's Prime Minister Joe Natuma…

PASIFIC - Vanuatu's ...

Ketika SBY Resmikan Patung Yesus Kristus di Mansinam

Ketika SBY Resmikan Patung Yesus Kr…

SORONG -  Ahad 24/8,...

Hindari Papua Makan Papua

Hindari Papua Makan Papua

1). Di Papua, sebaga...

Usai Menebas Tubuh Pigome dan Semu, Rombongan itu Menghilang

Usai Menebas Tubuh Pigome dan Semu,…

Ini kronologis kejad...

Wiranto: Indonesia Perlu Pemimpin Bernurani

Wiranto: Indonesia Perlu Pemimpin B…

SURABAYA, SP - Ketua...

Rakyat Mapia Tengah Masih Menunggu Jalan Trans Moanemani Modio

Rakyat Mapia Tengah Masih Menunggu …

POGIBADO - Tokoh mas...

Kotouki Diselamatkan Lumba-Lumba Sampai Di Malaysia, Ini Kisahnya (2/Habis)

Kotouki Diselamatkan Lumba-Lumba Sa…

WAROPEN - Pada edisi...

Orang Migani Menyapa Dengan Hati

Orang Migani Menyapa Dengan Hati

Salah satu suku di t...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

10 Juta Tuhan Yesus Marah, 75 Juta Tuhan Yesus Akan Senang

10 Juta Tuhan Yesus Marah, 75 Juta Tuhan Yesus Akan Senang

Ini kisah nyata dan bukan rahasia umum. Terjadi di Papua dan dikumpulkan dari berbagai sumber. Bahwa, dibalik penerimaan-penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil, ternyata menyimpan segudang cerita yang menarik diikuti. Terutama kasus sogok menyogok antara peserta testing dengan pejabat daerah. Dan bila dihitung-hitung, ada pejabat yang sudah menimbung miliaran rupiah hasil sogokkan.

Di Jayapura seorang teman bercerita. Dia sudah mengikuti testing 7 kali tapi tidak pernah lolos-lolos. Tetangganya yang baru datang dari Nabire, sekali testing langsung lolos.

Suatu saat, pace satu yang bernama Yonas ini bertemu tetangganya itu di tempat jual pinang, dekat perempatan.

“Sobat, ko pu nasib bagus. Saya ini dari dulu ikut testing tapi tara pernah lolos”, ujar Yonas.

Temannya yang baru lulus itu menjawab: “Ah ko bodoh. Sekarang itu tidak ada yang gratis. Sa juga ikut testing tiga kali tapi tara pernah lolos-lolos. Makanya waktu sa ke Nabire, teman saya disana bilang, kamu harus bayar paling kurang Rp. 50.000.000 kepada panitia penerimaan. Tetap lolos”, ujar Yorfem.

“O begitu eh?”, sahut Yonas sambil garuk-garuk testa.

Suatu hari Yonas dengar ada pemborongan di Perumnas IV Waena. Ia masuk disana dan hasil borongan dia dapat dua puluh juta. Dia pikir, “ah sepuluh juta ini sa simpan supaya pada saat penerimaan pegawai sa ketemu kepala dinas supaya sa bayar dan sa diterima menjadi PNS”.

Booo…. Pace ko tinggal santé saja. Satu kali begini ada pengumuman penerimaan CPNS diseluruh tanah Papua. Pace Yonas langsung siapkan barang-barang menuju Nabire. Dia pikir, lebih baik saya ikut testing di Nabire, alasannya disana tidak seketat di Jayapura.

Sesampai di Nabire, dia tanya-tanya dia pu family, kira-kira ada yang kenal pejabat yang biasa terima sogokan. Kebetulan orang yang dia tanya ini waktu testing pernah sogok seorang pejabat Rp 65 juta jadi dia suruh Yonas ketemu orang itu saja. Yonas pun make up dan berangkat menemui pejabat dimaksud. Sesampai di kantor Yonas pun cerita kedatangannya dari Jayapura untuk ikut testing. Tapi sambil cerita-cerita Yonas pun serahkan sebuah amblop yang tertulis, “Rp. 10 juta, mohon bapak terima saya menjadi pegawai”.

“Ado anak”, begitu jawab pejabat tadi. “Nanti Tuhan Yesus marah. Kita sekarang ini tidak bisa terima-terima amplop seperti begitu. Ade ikut testing saja, siapa tau Tuhan Yesus kasih berkat sama ko”, Yonas pun kecewa dan pulang.

Sampe di rumah, Yonas pikir-pikir. Ah ini mungkin karena saya tulis Rp 10 juta jadi paitua tara terima. Besoknya Yonas ganti amplop - tapi dikulit dia tulis Rp 75 juta, mohon Bapak terima saya menjadi pegawai negeri sipil. Trus dalam amplop itu dia kasih masuk potongan-potongan kertas ditambah sepucuk surat bertuliskan “Bapak kalau pulang, sebelum tidur bapak baca injil Lukas 3:13-15”.

Besok pagi Yonas ko brangkat ke Kantornya pejabat BKD. Dia pun mulai bercerita berupaya menarik perhatian. Tidak lama kemudian Yonas pun serahkan Amplop yang ukurannya agak besar dari yang kemarin. Pace pejabat pun matanya melotot ke arah tulisan Rp 75 juta rupiah. Boo pace yang tadinya agak suram, mukanya langsung cerah ceriah. “Ado anak, amplop ini sa trima tapi kami panitia banyak orang jadi tara tau ee?. Apalagi Bapak Bupati juga punya daftar sendiri yang kami tidak bisa lawan. Jadi ade, sekarang ko pulang nanti besok pagi bawa datang foto copy kartu testing. Nanti tetap Bapak upayakan supaya ade lolos jadi pegawai. Tetap Tuhan Yesus berkati ade ya”, ujar pejabat tadi sambil cepat-cepat kasih masuk amplop tadi di lacinya. Yonas pun pulang.

Besok pagi, sesuai janji paitua kemarin, Yonas pun berangkat ke kantor ketemu pejabat kemarin sambil membawa foto copian nomor testing. Eh, tunggu punya tunggu pejabat kemarin tidak masuk-masuk. Yonas dia tanya-tanya ke staf disitu. Ada seorang staf yang bilang, tadi mobilnya parker didepan tapi kembali lagi, mungkin ke kantor Bupati. Yonas tetap tunggu. Tetapi waktu dia duduk di samping meja. Ada mba satu yang beberapa kali terima telepon. Mba itu dalam dialognya berkata: “Ia bapak, ia bapak, orangnya pendek-pendek itu k? ah dia masih ada disini. Oh ia bapak nanti saya laporkan terus”. Rupanya pejabat itu cek-cek Yonas lewat stafnya itu. Yonas tetap saja di kantor sampeeee pulang.

Besok pagi Yonas tetap kembali ke kantor. Telepon, sms lancer terus dengan mba kemaren. Yonas sudah tau tapi santé-sante saja. Dalam hati Yonas piker, “ko tobat sudah”. Waktu dia duduk-duduk disitu, tidak sedikit orang yang datang mau ketemu pejabat tersebut, tapi karena tidak ditempat, ada yang pulang dan ada yang tunggu-tunggu. Ada seorang tamu disitu rupanya asal Mexiko, Yonas coba dekati. Kebetulan Mexiko satu ini bawa tas besar. Setelah baku tanya, kenalan dan lain-lain Yonas pun bercerita tentang kedatangannya dari Jayapura sampai di terakhir serahkan amplop kosong berisi ayat suci.

“Okey kalau begitu, sebentar kita dua ketemu sama-sama. Supaya kita lihat paitua dia punya reaksi”, ajak om Mexiko tadi.

“Ah jangan begitu. Lebih baik nanti kamu ketemu sendiri, nanti kamu cerita apa yang terjadi”, ujar Yonas sambil menyampaikan lebih baik dirinya keluar tunggu dari jarak jauh.

Kebetulan Mexiko satu ini bawah Rp. 120.000.000. Tidak lama setelah Yonas keluar, mobil pun parker dan paitua ko keluar. Mexiko pun menyusul masuk ruangan.
“Sobat kamu bawa apa tu”, tanya pejabat kepada om Mexiko.

Tanpa pikir panjang, Mexiko pun keluarkan dana dua bendel diatasnya Rp 20 juta. “Ini dana apa ini”, tanya pejabat agak kaget. “Ah bapak saya mau ikut testing jadi mohon Bapak terima saya menjadi pegawai negeri sipil”, ujarnya dengan nada pelan dan singkat.

Pejabat tadi segera perintahkan sekprinya untuk cepat pergi foto copy surat-surat, dengan maksud supaya sekprinya tidak lihat proses persogokkan. Pejabat tadipun tanpa piker panjang langsung amankan dana itu dan langsung minta nomor testing. Persis pada saat minta nomor testing, Yonas ko serobot masuk, serentak pula paitua menganga melihat Yonas kemarin yang kasih amplop kosong berisi ayat suci.

“Iyo sudah. Mana Yonas ko punya nomor testing”, tanya pejabat tadi kepada Yonas minta nomor testingnya. Yonas langsung bicara: “Bapak kalau testing sekarang ini Bapak tidak terima, maka saya akan umumkan lewat media massa dan ajukan Bapak di meja pengadilan supaya Bapak dipenjarakan atas kasus suap penerimaan CPNS”.

Paitua langsung keringat biji jagung. “Yo yo sudah-sudah. Kamu dua tetap sa akan upayakan jadi, yang penting kamu dua rahasiakan. Oke?”, jawab pejabat sambil mengajak deal atas pernyataannya.

Alhasil, tunggu punya tunggu Yonas dan Mexiko diterima menjadi Pegawai Negeri Sipil. Yonas lolos dengan amplop kosong berisi ayat suci, sedangkan Meciko lolos dengan Rp 120.000.000.- Keduanya sekarang kerja di salah satu kantor di Nabire.



"Tak ada gading yang tak retak", begitupun dengan tulisan atau berita yang kami muat di media ini. Dari waktu ke waktu kami akan lakukan penyempurnaan dan perbaikan seperlunya (kecuali opini, essai, catatan pinggir atau artikel). Oleh sebab itu, apabila mau download, mohon perhatikan tanggal akses, identitas penulis dan judul tulisan agar kompatibel dengan referensi anda. Tulisan diatas kami rapikan kembali pada hari Rabu, 25 November 2015 12:49

Undang-undang Nomor 12 Tahun 1997 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1987 Tentang Hak Cipta Sebagaimana Telah Diubah dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987. (1) Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi ijin untuk itu, dipidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah). (2) Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta sebagaimana dimaksud ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).
back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;