Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Ini Daftar Tim Redaksi Swarapapua.com

Ini Daftar Tim Redaksi Swarapapua.c…

Sudah terlalu lama p...

Warga Vanimo Suka Masakan Khas Indonesia

Warga Vanimo Suka Masakan Khas Indo…

{flike}VANIMO - Keti...

Martha Pigome Raih Gelar Doktor Bidang Hukum

Martha Pigome Raih Gelar Doktor Bid…

NABIRE - Ada banyak ...

Di Tubuh Seorang Pemabuk

Di Tubuh Seorang Pemabuk

ALKOHOL jelas berbah...

Ketua BP Presiden Jokowi-JK Dogiyai Dukung Natalis Pigai Jadi Menteri Perumahan Rakyat atau PDT

Ketua BP Presiden Jokowi-JK Dogiyai…

{flike}NABIRE – Ketu...

7 Jenis Burung Cenderawasih ini Sudah Mulai Punah

7 Jenis Burung Cenderawasih ini Sud…

{flike}Burung Cendra...

Ini Alasan Mengapa Prabowo Ingin Menjadi Presiden

Ini Alasan Mengapa Prabowo Ingin Me…

{flike}JAKARTA - Ada...

Like Dislike Facebook dan Foto Penembakkan di Papua

Like Dislike Facebook dan Foto Pene…

Langkah Mark Zuckerb...

Degey: Saatnya Orang Mapia Bikin Kabupaten Sendiri

Degey: Saatnya Orang Mapia Bikin Ka…

MOAEMANI-Kepala Dist...

Fransiskus, Paus Revolusioner

Fransiskus, Paus Revolusioner

Oleh: Trias Kuncahyo...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Ambrosius Degey: Ingin Mewakili Rakyat LSM (2)

Ambrosius Degey: Ingin Mewakili Rakyat LSM (2)

SUGAPA - Perjuangan LSM di Tanah Papua khususnya untuk membangun masyarakat tidak terlepas dari kegigihan relawan dan staf yayasan yang rela korbankan pikiran dan tenaga dalam membangun sasaran program mereka. Selain mencari donatur agar bisa memberi honor bulanan kepada staf, LSM di tanah Papua juga masih dianggap “musuh” oleh pemerintahan setempat.

Dulu, pada jaman Orde Lama, Presiden Soeharto pernah memberhentikan bantuan luar negeri, terutama CEBEMO dan IGGI dari Belanda. Salah satu alasan adalah, soal politik. Belanda dianggap membeking perjuangan desintegrasi di tanah air. Padahal persoalan utama di tanah air pada waktu itu, selain Papua Merdeka - bukan soal desintegrasi, tetapi korupsi – kolusi dan nepotisme yang telah mengorbankan sekian ribu rakyat Indonesia. Rakyat menginginkan kesejahteraan, keamanan dan keadilan. Karena itu jangan heran, bila di tahun 1976, lahirlah lagu “Hari Kiamat” dari kelompok musik Black Brothers asal tanah Papua itu.

Pola berpikir itu terbawa di jaman Orde Baru. Banyak bupati dan Gubernur masih menganggap LSM adalah musuh yang harus selalu diwaspadai gerakan dan kiprahnya dalam masyarakat. Banyak LSM di tanah Papua dipandang dengan “mata merah”.  LSM YPPK dan YPK pun ikut tenggelam dalam arus yang sama. Padahal, justru para bupati dan gubernur lahir dan dibesarkan dari LSM yang mereka musuhi.

Ketika angin reformasi berhembus sampai di tanah Papua, tentu muncul banyak pemimpin yang reformis dan lebih mengedepankan kepentingan umum. Banyak orang LSM yang menjadi bupati di tanah Papua.  Tetapi sampai detik ini, para Bupati ini tidak didukung oleh perangkat regulasi yang memihak LSM, seperti Perdasi dan Perdasus yang bisa membangun kerja sama dengan pihak LSM dan LMA di tanah Papua.

Konsep “Tiga Tungku” misalnya, sudah diperjuangkan AMPTPI (salah organisasi mahasiswa di tanah Papua) sejak Otsus tiba di tanah Papua. Tetapi apakah pemerintah tanggapi atau belum, yang jelas, ada yang sengaja  menyembunyikan lahirya Perdasi dan Perdasus di tanah Papua.

Menurut Ambrosius Degey, Direktur Yayasan Bina Mandiri Utama Nabire yang kini maju DPR Provinsi Papua, alasannya karena pemerintah kita masih belum punya niat dan nyali. Menurutnya, pemerintahan kita lebih suka pekerjaan yang bisa dilihat, seperti pembuatan jalan, pembangunan sekolah, lapangan terbang dan lain-lain. Proyek non fisik seperti pendidikan, advokasi, penguatan kapasitas masyarakat, pembinaan kesetaraan gender atau  sosialisasi anti narkoba dinilai pekerjaan yang kurang penting. Padahal justru tema-tema itulah yang sering banyak digarap oleh LSM-LSM di tanah Papua dan lebih menguntungkan orang Papua, dari pada pembangunan fisik yang tidak menguntungkan orang Papua.

“Permen 59 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah secara implisit mengakomodir kerja sama antara Pemerintah Daerah dengan pihak luar. Ada belanda modal yang bisa dibuat kerja sama dengan pihak swasta, tetapi sampai saat ini, tidak ada satu pemerintahan yang berani memberi kewenangan kepada LSM untuk mengerjakan proyek-proyek tertentu. Contohnya, bantuan pendidikan. Cukup Pemda memberi kuasa kepada salah satu pihak gereja atau yayasan agar secara kontinyu membimbing dan mendampingi mahasiswa hingga wisuda”, ujar Ambros.

Ujanya, karena tidak ada kerja sama, sekarang kita bisa lihat, asrama-asrama yang dibangun menjadi tempat tinggal pasangan-pasangan muda. Rektor asramapun tidak jelas sehingga tidak ada yang mendampingi dan mengawasi asrama-asrama pemerintah.

Aspirasi tersebut sudah Ambros suarakan sejak 2004 silam. Dan dirinya akan terus berjuang sampai semua pihak buka mata. (nd/habis)

"Tak ada gading yang tak retak", begitupun dengan tulisan atau berita yang kami muat di media ini. Dari waktu ke waktu kami akan lakukan penyempurnaan dan perbaikan seperlunya (kecuali opini, essai, catatan pinggir atau artikel). Oleh sebab itu, apabila mau download, mohon perhatikan tanggal akses, identitas penulis dan judul tulisan agar kompatibel dengan referensi anda. Tulisan diatas kami rapikan kembali pada hari Rabu, 25 November 2015 12:49

Undang-undang Nomor 12 Tahun 1997 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1987 Tentang Hak Cipta Sebagaimana Telah Diubah dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987. (1) Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi ijin untuk itu, dipidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah). (2) Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta sebagaimana dimaksud ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).
back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;