Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
ARB dan Prabowo Bangun Koalisi, Lalu Siapa Capresnya?

ARB dan Prabowo Bangun Koalisi, Lal…

JAKARTA - Pertemuan ...

Boy, 11, eaten by crocodile in Papua New Guinea

Boy, 11, eaten by crocodile in Papu…

{flike}PNG - The lim...

Ambrosius Degey: Ingin Mewakili Rakyat LSM (2)

Ambrosius Degey: Ingin Mewakili Rak…

SUGAPA - Perjuangan ...

Patung Emas Bunda Maria Milik Bupati Nabire Dicuri Orang

Patung Emas Bunda Maria Milik Bupat…

PATUNG EMAS Bunda Ma...

Dalai Lama: Rahasia Panjang Umur Ada Dalam Kepala

Dalai Lama: Rahasia Panjang Umur Ad…

{flike}IRLANDIA - Nu...

Jokowi Berharap Suara di Lampung

Jokowi Berharap Suara di Lampung

JAKARTA - Jokowi ber...

Hatta Umumkan Capres Setelah Pileg

Hatta Umumkan Capres Setelah Pileg

CILACAP - Ketua Umum...

Koyeidaba dan Touye Kapogeiye (1)

Koyeidaba dan Touye Kapogeiye (1)

KOYEIDABAA ialah tok...

Jokowi Makan Nasi Goreng Bersama Megawati

Jokowi Makan Nasi Goreng Bersama Me…

JAKARTA - Wacana Gub...

Benny Giay Tegas Tolak Pemekaran dan Transmigrasi

Benny Giay Tegas Tolak Pemekaran da…

SETELAH sebelumnya, ...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

TNI dan OPM Diminta Stop Baku Tembak

Pdt Lipydus Biniluk dan Gubernur Papua, Lukas Enembe dalam sebuah kesempatan. Foto : Poltakbr.com Pdt Lipydus Biniluk dan Gubernur Papua, Lukas Enembe dalam sebuah kesempatan. Foto : Poltakbr.com

JAYAPURA - Ketua  Sinode GIDI  Pdt. Lipius Biniluk mendesak pemerintah pusat dan pemerintah daerah Papua segera mempercepat  Dialog Jakarta – Papua, untuk menyelesaikan masalah Papua.

“Solusi satu-satunya untuk menyelesaikan masalah Papua hanya melalui  Dialog Jakarta –Papua yang  bermartabat,” tegas Pdt. Lipius Biniluk  ketika dikonfirmasi Bintangpapua.com via ponsel Senin (27/1/2014).

Peristiwa seperti aksi  penembakan  TPN/OPM  terhadap kendaraan Strada  dari Kompi  751/Raider di Kampung Dondobaga Kulirik, Distrik  Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Minggu  (26/1/2014) dini hari  sekitar pukul 05.30 WIT adalah bukti bahwa Papua masih rawan penembakkan yang terus dipelihara oleh negara.   Dua hari sebelumnya  juga terjadi kontak senjata  antara  TNI dan  OPM, yang  mengakibatkan  tewasnya  3 OPM  dan seorang anggota TNI  di daerah pintu angin, Kampung  Yambi, Distrik  Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (24/1).

Sebagaimana diberitakan di harian pagi Bintang Papua, Lipius Biniluk berpandangan,  kedua pihak  baik OPM maupun TNI  harus mundur, menahan diri   dan   tak melakukan aksi baku tembak.

“Dua-duanya  harus  mundur dan  menahan diri  sekaligus segera membuka pintu Dialog Jakarta – Papua, karena  peristiwa ini  bukan baru terjadi tapi  telah terjadi berulang kali dan menelan  banyak korban jiwa. Solusinya  tak lain,  tapi Dialog Jakarta – Papua,” tandas Lipius Biniluk. [ist]

 

back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;