Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Koyeidaba dan Touye Kapogeiye (1)

Koyeidaba dan Touye Kapogeiye (1)

KOYEIDABAA ialah tok...

Ini Kesaksian Novela Nawipa yang Menghebohkan itu

Ini Kesaksian Novela Nawipa yang Me…

JAKARTA - Sebelumnya...

Ini Pernyataan Jokowi Terkait Tragedi Enarotali

Ini Pernyataan Jokowi Terkait Trage…

Rakyat Papua sudah l...

Dalai Lama: Rahasia Panjang Umur Ada Dalam Kepala

Dalai Lama: Rahasia Panjang Umur Ad…

{flike}IRLANDIA - Nu...

The First River of Eden!

The First River of Eden!

  While most people...

Hatta Umumkan Capres Setelah Pileg

Hatta Umumkan Capres Setelah Pileg

CILACAP - Ketua Umum...

Tetedemai (Kepala Batu)

Tetedemai (Kepala Batu)

Dan pada akhirnya ak...

Paus Kecam "Kebobrokan" di Vatikan

Paus Kecam "Kebobrokan" d…

{flike}Paus Fransisk...

Mengenal Tokoh Nuim Khaiyath Sang Legenda Radio Australia

Mengenal Tokoh Nuim Khaiyath Sang L…

Baik buruk hubungan ...

Ingin Kuliah ke Australia?

Ingin Kuliah ke Australia?

ANDA ingin kuliah ke...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Edo Kondologit Maju DPR RI dari Dapil 1 Papua

Edo Kondologit. Foto: poltarkbr.com Edo Kondologit. Foto: poltarkbr.com

Kepada Lenny Tristia dari Beritasatu.com, Edo Kondologit menyampaikan keinginannya untuk maju menjadi Calon Anggota DPR RI Dapil I Papua dari Partai PDI-Perjuangan Indonesia.

Ia sudah mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI daerah pemilihan (dapil) Papua dan baliho stiker sudah beredar di Wilayah Pemilihannya di Papua. Pantauan SP, stiker dan Baliho Edo dipasang di berbagai tempat, termasuk di mobil-mobil angkutan di seluruh kota yang ada di Provinsi Papua.

"Cuma satu alasan saya mau menjadi anggota DPR RI, yaitu ingin menjembatani antara Jakarta (pemerintah pusat) dan Papua. Selama ini, Jakarta dan Papua belum pernah duduk satu meja. Nah, saya ingin menjadi jembatan, minimal keduanya bisa berbicara satu meja. Sehingga Jakarta tahu keinginan Papua, dan Papua tahu apa yang akan dilakukan Jakarta," jelasnya di sela-sela acara pameran foto dan patung Asmat: The Spirit of Agats di Blackwater Exhibition Hall, West Mall Grand Indonesia, Jakarta, Minggu (21/4) silam.

Untuk itulah, Edo bersemangat mengkampanyekan 'Voice From The East' di berbagai pelosok tanah air, sehingga Papua lebih terdengar, lebih berbicara dan maju.

"Tidak hanya itu, bila Tuhan mengizinkan saya terpilih menjadi anggota DPR RI, ada dua masalah di Papua yang akan saya perjuangkan dan harus diselesaikan dengan segera," tutur pria yang mengidolakan Jokowi ini.

Dua masalah tersebut, lanjut dia, adalah masalah kesehatan dan pendidikan. Kedua masalah ini sangat penting untuk diperjuanganya, karena menurut Edo, masyarakat Papua sebagian besar hidup di rawa-rawa, jauh dari pola hidup bersih dan sehat.

Akibatnya, berbagai penyakit sering kali menyerang warga Papua. Penyakit yang kerap menjangkit penduduk kawasan paling timur Indonesia ini adalah kusta dan malaria.

Sayangnya, kata dia, justru tenaga dokter untuk menangani kedua penyakit tersebut sangat kurang. "Papua membutuhkan banyak dokter supaya kesehatan penduduk Papua semakin terjamin dan meningkat. DPR RI harus mendukung ini," tegas Edo.

Kondisi yang sama juga terjadi di bidang pendidikan. Letak sekolah yang sangat jauh dari rumah penduduk, lanjut dia, membuat anak-anak usia sekolah harus menempuh perjalanan yang memakan waktu lama untuk mencapai sekolah. Belum lagi masalah kekurangan gedung sekolah dan guru.

"Dua masalah ini yang akan saya dorong untuk segera diberikan fokus untuk diselesaikan. Karena dua masalah ini bila dapat diselesaikan maka akan membuat penduduk Papua bertambah pintar dan cerdas. Sehingga mereka tahu bagaimana mengelola ekonomi daerahnya, dan tahu bagaimana meningkatkan kesejahteraan hidup mereka," ucap pria kelahiran Sorong ini.

Edo yang masih aktif di organisasi Pemuda Taruna Merah Putih binaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menuturkan, ingin membawa semangat pluralisme di Indonesia, sehingga bisa menjadi sebuah negara untuk semua suku, golongan, ras dan agama.

"Saya ingin Indonesia untuk semua. Seperti umat Kristen bisa beribadah dan hidup nyaman di Jawa Barat yang mayoritas beragama Islam. Sama halnya juga di Papua, umat Muslim bisa bebas beribadah di tanah Papua yang mayoritas Kristen," harapnya. (***)

"Tak ada gading yang tak retak", begitupun dengan tulisan atau berita yang kami muat di media ini. Dari waktu ke waktu kami akan lakukan penyempurnaan dan perbaikan seperlunya (kecuali opini, essai, catatan pinggir atau artikel). Oleh sebab itu, apabila mau download, mohon perhatikan tanggal akses, identitas penulis dan judul tulisan agar kompatibel dengan referensi anda. Tulisan diatas kami rapikan kembali pada hari Selasa, 10 Juni 2014 05:59

Undang-undang Nomor 12 Tahun 1997 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1987 Tentang Hak Cipta Sebagaimana Telah Diubah dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987. (1) Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi ijin untuk itu, dipidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah). (2) Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta sebagaimana dimaksud ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).
back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;