Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
UN Itok Oli Mas Rausim ol Posin Wara Long Solomon Islands Gold Ridge Mine

UN Itok Oli Mas Rausim ol Posin War…

{flike}PNG - Ol papa...

Okai Too Okai

Okai Too Okai

Ia suka berdiri di t...

Kapolda: Bisa Bicara Merdeka, Asal Jangan Tembak-Tembak

Kapolda: Bisa Bicara Merdeka, Asal …

JAYAPURA - KEPALA Ke...

Ini Pernyataan Jokowi Terkait Tragedi Enarotali

Ini Pernyataan Jokowi Terkait Trage…

Rakyat Papua sudah l...

Ini Rekomendasi Anak-Anak Terminal Untuk MUBES Meepago

Ini Rekomendasi Anak-Anak Terminal …

MUSYAWARAH BESAR (MU...

Mudestus Nokuwo Minta Masyarakat Kurangi ke Bomomani dan Moanemani

Mudestus Nokuwo Minta Masyarakat Ku…

Putaapa- Mudestus No...

Ingin Kuliah ke Australia?

Ingin Kuliah ke Australia?

ANDA ingin kuliah ke...

Saatnya Buka Kran Jodoh ke Papua New Guinea

Saatnya Buka Kran Jodoh ke Papua Ne…

{flike}NABIRE - Peme...

Ambrosius Degey:  Ingin Mewakili Rakyat LSM (1)

Ambrosius Degey: Ingin Mewakili Ra…

NABIRE - Direktur Ya...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Enembe: Pers Asing Boleh Masuk Papua

Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe. Foto:pegbintang.com Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe. Foto:pegbintang.com

 Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe mempersilahkan wartawan asing untuk datang ke Papua.  “Bisa, kenapa tidak.  Tidak ada masalah,” ujarnya   di Bandara Sentani – Jayapura Rabu (9/10) menjawab pertanyaan soal keterbukaan dari Pemprov Papua yang mengundang kalangan investasi dan para wisatawan untuk melihat Papua.

Gubernur menjelaskan bahwa para wartawan harus juga melihat kemajuan yang terjadi di Papua. “Mereka harus melihat kemajuan yang terjadi di Papua.  Tidak boleh kita tutup. Pasti ada apa ini. Akan tetapi kalau kita buka, mereka akan melihat perubahan yang terjadi luar biasa,” tegas Gubernur Lukas Enembe kepada wartawan di Sentani.

Sebelumnya Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Jayapura mengatakan, saat ini  banyak keluhan atas masih tertutupnya akses bagi jurnalis asing untuk meliput di Papua.

Dalam release AJI Jayapura mencatat beberapa jurnalis dari New Zealand, Belanda, Inggris dan Australia mengalami kesulitan saat mengajukan ijin untuk melakukan kerja jurnalistik di Papua.

Para jurnalis asing ini mengatakan bahwa mereka dipersulit dengan perijinan yang harus ditunggu hingga tiga bulan lebih. Ada juga setelah mendapatkan ijin, harus didampingi oleh seorang agen pemerintah Indonesia dalam pelaksanaan aktifitas jurnalistiknya.

Dalam hal ini, AJI Papua melihat pemerintah Indonesia tidak memiliki sikap yang tegas antara membatasi dan membuka ruang untuk para jurnalis internasional ini. Sebab hingga saat ini, pemerintah Indonesia tidak pernah memberikan satu peraturan formal yang bertujuan untuk membatasi jurnalsi asing ke Papua.

Tak Masalah

Kementrian Luar Negeri melalui Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa pernah mengatakan, tidak ada masalah jika jurnalis asing hendak ke Papua.

“Umumnya kalau diajukan permohonan bisa disetujui, dan kita tidak menutup akses,” tegas Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa di ruang Komisi I DPR, beberapa waktu lalu.

Marty Natalegawa menjelaskan, ada beberapa aspek yang dijadikan pemerintah sebagai pertimbangan tak mengizinkan warga negara asing masuk ke Papua  seperti aspek otonomi khusus yang belum berjalan mulus.

Menurut Menlu, aspek otonomi khusus dapat berdampak pada keamanan. Karena itu, pemberian izin bagi warga negara asing datang ke Papua mendapat perhatian khusus pemerintah. Tindakan ini dilakukan pemerintah semata-mata untuk keselamatan warga negara asing tersebut.

Aspek lain yang menjadi pertimbangan pemerintah adalah aspek pelanggaran hak asasi manusia(HAM). Menurutnya, persoalan HAM di Papua kerap menjadi sorotan di dalam negeri maupunisu internasional.  [SP/SH/ist]



 

back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;