Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Jokowi Diminta Tegas Soal Penembakan di Papua

Jokowi Diminta Tegas Soal Penembaka…

PESEKUTUAN Gereja-Ge...

Vanuatu's Prime Minister Joe Natuman Support for West Papuan Independence

Vanuatu's Prime Minister Joe Natuma…

PASIFIC - Vanuatu's ...

Noak Nawipa Minta Jokowi Siapkan Papua Sebagai Negara Baru

Noak Nawipa Minta Jokowi Siapkan Pa…

JAYAPURA - Tokoh aga...

Sering Terjadi Penembakan: Dua Kabupaten Ini Diminta Ditutup

Sering Terjadi Penembakan: Dua Kabu…

HOLLANDIA - Beberapa...

Pilkada Langsung Disetujui DPR RI?

Pilkada Langsung Disetujui DPR RI?

JAKARTA - Pemilihan ...

Kamil: Rakyat Jangan Berpatokan "Quik Count"

Kamil: Rakyat Jangan Berpatokan …

{flike}JAKARTA - Kom...

Buku Yoman Dijual Diam-Diam

Buku Yoman Dijual Diam-Diam

{flike}HOLANDIA - Ho...

Kisah Auki (4): Pentingnya Gerakan Edage Bagee

Kisah Auki (4): Pentingnya Gerakan …

Kedatangan misi dan ...

Ewanetaida (Tempat Wajib Istirahat)

Ewanetaida (Tempat Wajib Istirahat)

Istilah ini lama kel...

Usai Dibebaskan, 5 Pejuang Papua Merdeka Ini Mengaku Tidak Dendam Pada Polisi Indonesia

Usai Dibebaskan, 5 Pejuang Papua Me…

{flike}JAYAPURA - Ke...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Ramalan Joyoboyo dan Presiden Non Jawa

Hatta Radjasa. Foto: rribandarlampung.co.id Hatta Radjasa. Foto: rribandarlampung.co.id

MENURUT Ramalan Joyoboyo, calon pemimpin Indonesia adalah mereka yang memiliki inisial “notonegoro” atau “no- to-no-go-ro”. Akhiran no, to, no, go dan ro identik dengan nama Jawa. Terawangan Joyoboyo ini bisa ditafsirkan bahwa calon pemimpin negeri ini harus berasal dari Tanah Jawa. Jika kita cermati secara baik, pada kenyataannya prediksi Joyoboyo ini tidak terbukti seluruhnya benar.

Coba kita telusuri. Presiden pertama Indonesia adalah Soekarno (no), kedua Soeharto (to). Sementara yang ketiga BJ Habibie, keempat Abdulrahman Wahid, kelima Megawati Soekarno Putri dan kelima Susilo Bambang Yudhoyono. Artinya, ramalan Joyoboyo mengenai ‘notonegoro’ berhenti di presiden kedua, yaitu Soeharto. Sementara untuk presiden ketika dan seterusnya tidak cocok. Artinya juga, tidak ada yang menjamin bahwa presiden RI harus berasal dari Jawa.

Sebagai bangsa yang terus berkembang, kita tidak boleh terbelenggu kepada ramalan dan sikap primordial. Pemimpin tidak bisa hanya dilihat dari mana ia berasal. Untuk menjadi pemimpin, tentu syaratnya bukan berdasar pada hasil terawangan, melainkan ia harus seorang yang memiliki jiwa leadership yang baik, mampu memberikan kenyamanan dan kepastian bagi orang-orang yang dipimpin, serta selalu melakukan hal terbaik bagi orang-orang di bawahnya. Tidak ada yang berani menjamin, pemimpin dari suku A lebih baik dari suku B. Apalagi menyangkut pemimpin bangsa.

Indonesia adalah Negara besar dengan ratusan juta penduduk, ratusan ribu pulau dan keberagaman latar belakang. Indonesia tidak hanya milik orang Jawa. Indonesia adalah negara kesatuan yang dimiliki oleh seluruh rakyat, dari Sabang sampai Merauke.

Dalam kepemimpinan, faktor Jawa-Non Jawa sepertinya tidak lagi menjadi acuan dalam birokrasi dan kepemimpinan di segala sektor. Artinya, di masa SBY, dikotomi Jawa-Non Jawa sudah tidak kental lagi. Untuk beberapa sektor kepemimpinan, banyak orang Non Jawa yang menduduki jabatan strategis. Misalnya, penunjukkan HR sebagai Menteri Koordinator Perekonomian. Penunjukkan HR tentu saja tidak asal ‘comot’ nama. SBY pastinya melihat sosok HR sebagai seorang pemimpin yang memiliki jiwa leadership.

Menko Perekonomian adalah jabatan strategis, karena kemajuan Indonesia sangat bertumpu pada bidang ekonomi. Kecakapan HR dalam memimpin kementeriaanya dan menteri-menteri di bawah koordinasinya terbukti mampu mengangkat perekonomian Indonesia. Ekonomi Indonesia terus tumbuh, dan pertumbuhannya mencapai 7% per tahun. Keluwesan HR dalam menjalin komunikasi dengan pemimpin ekonomi dunia sangat berpengaruh pada derasnya modal asing yang masuk ke Indonesia.

Sebagai pemimpin di kementerian perekonomian, HR juga sudah teruji dalam meredam gejolak harga barang dan kebutuhan pokok. Di bawah HR, Indonesia cukup kuat dalam menghadapi berbagai krisis ekonomi dan pangan dunia.

Gaya kepemimpinan yang egaliter dan mampu merangkul semua golongan, menyebabkan banyak pengamat meramalkan HR akan menjadi calon presiden potensial di Pemilu 2014 nanti. Tingkat popularitasnya yang terus naik, menjadikan PAN cukup pede untuk menempatkan HR sebagai prioritas utama calon presiden 2014.

Persoalan bahwa HR kelahiran Palembang, Sumatera Selatan dan bukan orang Jawa, serta tidak masuk dalam skema ramalan Joyoboyo, itu masalah yang bisa dijelaskan secara logika. Indonesia adalah Negara besar dengan berbagai macam latar belakang, sehingga diperlukan pemimpin yang memiliki leadership, cakap dalam berkomunikasi dan mampu merangkul semua golongan. HR memiliki itu semua, sehingga tidak ada alasan bagi siapa pun (yang mengaku rakyat Indonesia) untuk tidak memilihnya. Namun semua harapan mengenai HR itu harus dengan satu catatan, yang bersangkutan mau dicalonkan menjadi presiden di Pemilu 2014.  Karena  sejauh  ini,  HR  belum  memberikan  sikap kesediaannya untuk maju menjadi calon presiden.


Dikutip dari : http://hatta-rajasa.info


back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;