Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Wahai Anakku Cantik

Wahai Anakku Cantik

Wahai anakku cantik,...

Kinerja dan ULP di Intan Jaya Lebih Tinggi di Tanah Papua

Kinerja dan ULP di Intan Jaya Lebih…

BILOGAI – Upaya peme...

Kisah Auki (1): Berpisah dari Tage, Menetap di Modio

Kisah Auki (1): Berpisah dari Tage,…

Auki Tekege ialah so...

Lagi, Dua Wartawan Prancis Ditangkap di Wamena

Lagi, Dua Wartawan Prancis Ditangka…

WAMENA - Kepolisian ...

Ini Pesan Jan Van Eechoud, Ir Soekarno dan Pendeta Is Kijne Bagi Bangsa Papua

Ini Pesan Jan Van Eechoud, Ir Soeka…

HOLLANDIA - Gubernur...

Okai Too Okai

Okai Too Okai

Ia suka berdiri di t...

Tetedemai (Kepala Batu)

Tetedemai (Kepala Batu)

Dan pada akhirnya ak...

Ini Pernyataan Jokowi Terkait Tragedi Enarotali

Ini Pernyataan Jokowi Terkait Trage…

Rakyat Papua sudah l...

7 Jenis Burung Cenderawasih ini Sudah Mulai Punah

7 Jenis Burung Cenderawasih ini Sud…

{flike}Burung Cendra...

Kamil: Rakyat Jangan Berpatokan "Quik Count"

Kamil: Rakyat Jangan Berpatokan …

{flike}JAKARTA - Kom...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Memahami Anak Jalanan

Memahami Anak Jalanan

PERKEMBANGAN sosial budaya, politik, ekonomi, teknologi, serta pertumbuhan penduduk yang cukup cepat, langsung atau tidak langsung, telah mempengaruhi tatanan nilai dan budaya  suatu bangsa. Secara material, arus pertumbuhan dan  perkembangan tersebut seolah-olah berjalan dengan mulus dan menjadi kebanggaan suatu bangsa. Kenyatanan sebenarnya telah terjadi kesenjangan yang sangat mencolok.

Disatu sisi, terdapat banyak bangunan megah dan mewah tetapi disisi lain dalam kehidupan masyarakat perkotaan terdapat celah kehidupan yang sangat memprihatinkan yakni dengan munculnya kehidupan anak jalanan yang berkeliaran di pinggiran pasar, persimpangan jalan, dikeramaian lalu lintas yang tidak memperhatikan keselamatan dirinya.

Perbedaan yang sangat menonjol pembangunan secara fisik tidak diimbangi dengan pembangunan moral bangsa akan berakibat rusaknya fundamen tatanan kehidupan di dalam masyarakat itu sendiri. Pendidikan di lintas sektoral perlu   ditingkatkan guna mengangkat citra bangsa di dunia Internasional bahwa kebangkitan suatu bangsa ditandai dengan pedulinya masyarakat terhadap kehidupan anak jalanan.

Jumlah anak jalanan di Indonesia mengalami peningkatan pesat dalam beberapa tahun belakangan. Krisis ekonomi yang terjadi diyakini berpengaruh besar terhadap peningkatan jumlah ini walaupun bukan satu-satunya faktor pencipta anak-anak jalanan tetapi kondisi ekonomi terus menerus memburuk dengan tingginya tingkat inflasi sehingga menyebabkan daya tahan komunitas masyarakat, terutama anak-anak menjadi korban pergolakan kehidupan yang kejam. Anak yang seharusnya masih berada dalam lingkungan bermain dan belajar, sekarang malah berada atau bahkan tinggal di jalan, maka terbayangkah kehidupan yang mereka jalani?

Sepintas penglihatan kita ketika bertemu di jalanan, kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan di perempatan jalan misalnya, sudah mengandung beragam resiko seperti rawan akan kecelakaan atau resiko terkena penyakit akibat kerapkali menghirup racun-racun kendaraan bermotor, miras dan narkoba.

Menelusuri lebih jauh menyaksikan kehidupan malam mereka di taman kota, pasar, gedung-gedung kosong, emperan toko, mereka bisa terlelap tanpa alas. Bahaya apa yang membayang-bayangi? Terlebih bila anak perempuan juga dijumpai di sana? Beranjak lebih dalam berintegrasi dengan mereka, akan kita ketahui bagaimana pola hubungan antar mereka, dengan orang-orang jalanan, dengan masyarakat umum, aparat Negara, petugas pastoral, dll. Sudah menjadi rahasia umum bahwa dunia jalanan adalah dunia yang penuh dengan kekerasan dan eksploitasi. Pertarungan demi pertarungan selalu berakhir dengan kekalahan tanpa ada kemenangan dari pihak manapun. Namun ini terus saja berlangsung.

Seorang dewasa-pun belum tentu mampu mengarunginya dengan baik. Apalagi bagi anak-anak! Sekarang terbayangkah posisi mereka?

Anak jalanan adalah bagian dari warga bangsa untuk itu perlu perlindungan, karena keberadaan anak-anak tersebut bukan dari kemauannya akan tetapi disebabkan oleh kondisi yang disebabkan kehidupan ekonomi orang tuanya yang tidak cukup untuk kehidupan keluarganya, sebagai jaminan kelangsungan hidupnya negara harus membantu mengentaskan kemiskinan sesuai pada bunyi pasal 34 menjelaskan bahwa "Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh Negara " serta seperangkat kebijakan lain seperti Peraturan Perundang-Undangan tentang Perlindungan dan Kesejahteraan Anak dalam Pasal 37. pasal 39 ayat 4, Pasal 43 ayat 2 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, tetapi dalam prakteknya teori hanyalah teori tak akan ada perubahan jika perangkat hukum tersebut tidak direalisasikan.

Contoh dari sektor pendidikan yang merupakan sector yang paling krusial, anak jalanan yang seharusnya menghabiskan waktu mereka untuk belajar di sekolah harus merasa "minder" melihat teman-teman sebaya mereka pergi sekolah. Padahal pendidikan di usia anak-anak merupakan kegiatan yang diharapkan oleh semua orang tua, bangsa maupun negara sebagaimana tercantum dalam Pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945 yang menjelaskan bahwa "tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran". Belum lagi masalah kekerasan yang sering terjadi terhadap anak jalanan, terutama anak perempuan yang rentan terhadap eksploitasi seperti pelecehan sexual, pornografi, pemerkosaan, Porstitusi, etc.

Tantangan terbesar dari upaya agar berbagai pihak perduli dengan anak jalanan adalah Stigmatisasi. Pandangan dominan masih memvonis Anak jalanan sebagai "anak liar", "kotor" "biang keributan", dan "pelaku kriminal". Adanya stigmatisasi ini tentu saja akan melahirkan tindakan-tindakan yang penuh prasangka dan cenderung akan mengesahkan jalan kekerasan di dalam menghadapi anak jalanan. Seandainya-pun terjadi berbagai bentuk kekerasan yang keji dan tidak manusiawi atau sampai menghilangkan nyawa, peristiwa tersebut belum tentu menjadi kegelisahan dan menggelitik hati nurani publik. Atau bisa jadi ada pihak yang justru mensyukuri dan menilai bahwa peristiwa tersebut memang layak diterima oleh anak-anak jalanan.

Perlunya penggalangan sosial swadaya pendidikan guna menanggulangi perkembangan populasi kehidupan anak jalanan yang kian hari makin bertambah. Dilingkungan masyarakat ekonomi ke bawah pada umumnya melibatkan anak-anaknya untuk hidup di jalanan kondisi ini sangat memprihatinkan bila tidak diperhatikan nantinya banyak menimbulkan permasalahan baru, karena anak jalan pemerintah. Pandangan hidup dikemudian hari bagi anak jalanan tidak jelas keberadaannya baik dalam segi status sosial anak itu sendiri. Banyaknya komunitas dikelompok masyarakat mampu dan erpendidikan dan kelompok selibritis kurang peduli dengan kehadiran anak jalanan berpotensial rawan.

Usia anak adalah usia pendidikan dan usia belajar dan bermain, perlunya kasih sayang dan perhatian dalam kehidupannya, anak jalanan merupakan bagian dari sama dengan anak-anak lainnya, mereka anak jalanan berhak mendapat hak atas pendidikan dan kesejahteraan untuk hidup layak sebagai anggota masyarakat maka janganlah sia-siakan mereka, mari kita bantu mereka dengan segala upaya agar bangsa ini terlepas dari cengkraman kebodohan dan kemiskinan. @

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
Prev Next
Freeport dan Opini Nasional

Freeport dan Opini Nasional

Berbicara Freeport atau Persipura, siapa tidak tahu klakuan jakarta. Selalu saja dan ada ada saja untuk kepentingan perut segelintir orang di Jakarta....

Dileman Kepunahan OAP

Dileman Kepunahan OAP

Isu kepunahan orang Papua (genosida) sekarang sudah mulai menghangat dalam berbagai pembicaraan. Isu ini tidak hanya dibicarakan dikalangan orang Papu...

Otsus dan Alam Papua

Otsus dan Alam Papua

Alam Papua masih alami. Belum terkena dampak Otsus. Itu berarti alam Papua masih asli dan belum berubah. Berbicara soal alam berarti, kita bicara soa...

Ahok Diikat Seumur Hidup?

Ahok Diikat Seumur Hidup?

Siapa tidak tahu politik Jakarta. Siapapun dia yang berpotensi besar menjadi pemimpin kedepan, tetap akan diikat dengan berbagai macam cara. Negeri i...

Gara-Gara Miras

Gara-Gara Miras

TADI MALAM pada saat sa parkir beli air di Wonorejo, pas dekat tikungan Meubel. Motor 1 melesat kencang depan tikungan Meubel. Ia tidak belok, tetapi ...

Inilah Musuh Kita

Inilah Musuh Kita

MUSUH KITA detik ini adalah keterbelakangan, keterpurukan, ketidaksadaran akan jati diri sejarah dan budaya. Musuh kita hari ini adalah penyebaran HIV...

Touyelogi, Bukan Metafisika

Touyelogi, Bukan Metafisika

Ilmu yang mempelajari tentang YANG ADA dicari-cari oleh Aristoteles sejak beradad-abad yang lalu. Ia bingun memberikan nama tentang ilmu yang mempelaj...

Monyet di Taman Firdaus

Monyet di Taman Firdaus

Sepekan terakhir ini diberbagai media (kecuali media televisi) memberitakan ejekan kepada mahasiswa Papua dengan julukan monyet oleh Polisi dan bebera...

back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;