Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Deiyai, Nabire, Dogiyai, Intan Jaya dan 243 Kabupaten Akan Pilkada Tahun 2015?

Deiyai, Nabire, Dogiyai, Intan Jaya…

POLEMIK tentang UU P...

Kisah Auki (3): Sempat Diancam dan Dipenjarakan Tentara Dai Nippon

Kisah Auki (3): Sempat Diancam dan …

Tahun-tahun berikutn...

Warga Vanimo Suka Masakan Khas Indonesia

Warga Vanimo Suka Masakan Khas Indo…

{flike}VANIMO - Keti...

Mudestus Nokuwo Minta Masyarakat Kurangi ke Bomomani dan Moanemani

Mudestus Nokuwo Minta Masyarakat Ku…

Putaapa- Mudestus No...

Ini Daftar Tim Redaksi Swarapapua.com

Ini Daftar Tim Redaksi Swarapapua.c…

Sudah terlalu lama p...

Tetedemai (Kepala Batu)

Tetedemai (Kepala Batu)

Dan pada akhirnya ak...

Biar Jelek, Dia Temanmu

Biar Jelek, Dia Temanmu

1). Apa yang kita bu...

Black Brohters Show di Merauke, Ini Jepretan Bruder Yos Manuel

Black Brohters Show di Merauke, Ini…

MERAUKE - Group Band...

TNI dan OPM Diminta Stop Baku Tembak

TNI dan OPM Diminta Stop Baku Temba…

JAYAPURA - Ketua  Si...

Koyeidaba dan Touye Kapogeiye (2)

Koyeidaba dan Touye Kapogeiye (2)

Awalnya, menurut Yak...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Buku Yoman Dijual Diam-Diam

Ya saya jual diam-diam karena pemerintah sudah melarang peredaraan buku karangan Yoman. Terutama buku berjudul Pemusnaan Etnis Melanesia ini dilarang diedarkan kepada masyarakat. Tetapi kami terus menjual kepada setiap orang Papua, agar orang Papua tahu sekarang ini sedang terjadi apa. Ya saya jual diam-diam karena pemerintah sudah melarang peredaraan buku karangan Yoman. Terutama buku berjudul Pemusnaan Etnis Melanesia ini dilarang diedarkan kepada masyarakat. Tetapi kami terus menjual kepada setiap orang Papua, agar orang Papua tahu sekarang ini sedang terjadi apa.

HOLANDIA - Ho ho hoo... ini dia, salah satu buku karangan Sokrates Sofyan Yoman, berjudul PEMUSNAAN ETNIS MELANESIA dijual diam-diam. Swarapapua.com ketika di Jayapura, tepatnya di Entrop, seorang Pemuda yang memakai baju ungu kecoklatan, menjual sebuah buku berwarnah Orange. Di kulit bertuliskan "PEMUSNAAN ETNIS MELANESIA". Tidak sempat ditanya namanya.

Kepada media ini, pemuda tadi mengatakan, buku ini sudah dilarang Pemerintah untuk dijual kepada masyarakat, tetapi kami tetap jual diam-diam demi menyelamatkan bangsa ini dari pemusnaan. Berikut hasil pembicaraan singkat Swarapapua.com dengan penjual buku itu di terminal Entrop Jayapura, Maret 2013 silam.

Mengapa Anda Jual Buku karangan Yoman ini secara diam-diam?

Ya saya jual diam-diam karena pemerintah sudah melarang peredaraan buku karangan Yoman. Terutama buku berjudul Pemusnaan Etnis Melanesia ini dilarang diedarkan kepada masyarakat. Tetapi kami terus menjual kepada setiap orang Papua, agar orang Papua tahu sekarang ini sedang terjadi apa.

Lalu mengapa anda jual ke saya?

Buku seperti ni patut dibaca oleh siapa saja, termasuk kaka. Jadi tidak perlu kaka tanya mengapa anda jual. Pokoknya, yang namanya orang Papua, perlu membaca buku ini. Namanya juga pengetahuan. Buku porno yang merusak moral generasi dijual bebas pemerintah tidak larang. Ini buku penting karena menyelamatkan orang Papua. Saya malah balik bertanya kepada pemerintah, kok, ada pemerintah di dunia yang lebih keji sampai-sampai melarang orang jual buku-buku yang mau menyelamatkan manusia.

Ooo iyo sudah, kaka beli 1. Trus, masih ada buku lain ka?

Ada kaka. Kaka kalau mau beli tinggal kaka pesan ke alamat penerbit atau nanti ade belikan, tinggal kaka kasih uang. Ini dia daftar buku-buku yang kaka bisa pesan. (1) Orang Papua bukan separatis, (2) Pintu Menuju Papua Merdeka, (3) masih banyak lain jadi kaka baca sendiri sudah.

(Selanjutnya adik itu simpan no HP di ponsenya dan berjanji akan menghubunginya. Saya pun pesan empat buku lain karangan Yoman sambil kasih uang Rp.500.000).

Janji e adik. Kaka tunggu. Kalau bisa, siang ini kaka bisa dapat

Bah kaka, tidak percaya ka? Ini demi orang Papua jadi kaka stanbay saja. Adik akan telepon.

---------------

Sampai "interview" ini kami tulis, buku yang kami pesan, tidak bisa kami dapatkan. Adik itu, tidak pernah menghubungi kami. Sayapun sempat ke arah imbi Jayapura, putar ke entrop, tapi tidak ketemu anak itu. Uang Rp. 500.000 dia bawa lari. Lalu saya berpikir., mungkin anak itu tidak ada uang lalu tipu saya kaaa, atau dia intel (mata-mata) ka? atau anak itu terjadi sesuatu di tengah jalan. Tra tau juga. Semoga anak itu selamat dan Tuhan memberkati dia.***

back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;