Engelbertus Primus Degey
Most Recent
 
Read More
December 29, 2018

Sejarah dan Budayaku Akan Punah

Berhari hari kukejar listrik selesaikan pohon dalam peperangan. Kudapati waktu dalam ketidakpastian, tetapi syukur berlaku. Kini kukejar lagi dan lagi. Jembatan pengorbanan. Ingin kusebrangi, pohon sudah habis. Berharap pada yang buta, tak akan melihat.

Hidup harus mulai dari sederhana, keringat dan pengorbanan. Cintah kasih dan pengertian diatas segalanya. Belajar merendah, ingin membantu dan bekerja. Segala sesuatu tak gratis, tetapi jujur dan setia. Kukembalikan itu padamu, karena kuhargai keputusanmu.

Anak, engkau mau pergi sekolah diseberang kali, jangan lagi tunggu ojek. Mama, engkau mau pergi jual nota ke Bomomani, [...]

31
 
Read More
December 29, 2018

Pentingnya Menajemen Mabuk?

PENTINGNYA MENAJEMEN MABUK

Boleh kau habiskan bir 40 karton, tapi aturlah dengan baik-baik bentuk mabuknya: kapan saya minum, dimana saya minum, biaya dari mana saya beli. Bila tiga hal ini anda sudah atur (menage) sebelum memulai kegiatan miras, maka anda sudah bisa kontrol proses permabukan.

BUDAYA mabuk pinang. Itu kebiasaan saudara-saudari kita dari pantai. Mereka tau, kapan saya makan pinang, dimana saya makan pinang dan berapa ribu yang saya siapkan untuk beli pinang. Atau kalau pohon pinang tumbuh di pinggir rumah, cukup mereka siapkan colokan, agar mereka bisa petik buah pinang. Ada yang dijual, sisa lain untuk konsumsi di rumah.

BUDAYA [...]

3
 
Read More
August 25, 2018

Bukan yang ini Tapi itu

Oleh Engelbertus P Degey

Dua hari ini umat Muslim rayakan hari besarnya, dinamai Idhul Adha. Dalam bahasa Arab, Iduladha (: عيد الأضحى) adalah sebuah hari raya kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim bersedia mengorbankan putranya untuk Allah, kemudian sembelihan itu digantikan oleh-Nya dengan domba.

Dalam sejarah taurat Kristen pun sama, disebut nabi Abraham kurbankan anaknya, tetapi malaikat gantikan dengan domba. Islam dan Kristen moyangnya sama. Adik kakak kandung. Lalu kemudian bermusuhan setelah agama mulai dilembagakan dan manusia mulai membuat negara. Mulai kacau lagi ketika para pemuka agama mulai kompanye cari umat / massa / pengikut dan berlomba mengejar siapa yang [...]

6
 
Read More
August 18, 2018

Pengalaman Menjadi Satpam di Jakarta

Oleh Engelbertus P Degey

Di Jakarta, 1999-2003 pernah saya menjadi Satpam di rumah makan Chang, jalan raya Gajah Mada 64,  berhadapan dengan hotel Furama Mangga Besar. Bos saya,  Jhon Tirto,  orang China.

Karyawan ada 7 orang. Budi, wakil bos, juru tulis, Wandy,  penyiap bumbu Yeti dan dua orang cowo, tukang masak asal Sunda. Lupa nama,  satu kurus dan satunya lagi gempal. Om Ramos, dari Flores setiap hari berhubungan dengan surat-surat bersama Wandy. Dulunya Satpam.

Sebelum saya bertugas,  bos buka Warung di Grandfill, Kedoya. Ujung perumahan elit. Namun karena masalah lokasi, bos pindah ke pusat hiburan Jakarta pusat. Disana harus [...]

5
Latest Headlines
 
 
 
 
 
 
 
 
Trending Topics
Kolom
Gonjang Ganjing Tanah Papua
Goenawan Mohamad
Editor's Pick
Sains
Sosial Budaya
Antropologia
Weddoid
Politik
CATATAN PINGGIR GM
 
Bukan Si Miskin
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Right Now
 
Origami
 
 
 
 
Top Five
Heat Index
 
1
Degey: Saatnya Orang Mapia Bikin Kabupaten Sendiri
 
2
Mandacan Sindir Generasi Muda yang Mabukkan
 
3
4 Tarian Adat Suku Bangsa Arfak yang Terkenal dan Fenomenal
 
4
Gembalakanlah Domba-Dombaku (Yohanes 21:15-19)
 
5
Batman