Kolom
Most Recent
 
Read More
January 5, 2019

Pohon Hikmat

Oleh Abdul Munib

Akarnya di langit. Daunnya terjulur ke bumi. Dipetik oleh akal para filsuf disajikan dalam hidangan ilmu yang terbentang dari kitab Thales dua ribu lima ratus tahun lalu sampai sekarang Muhammad Taqi Misbah. Kita masyarakat tinggal menyantapnya di meja hidangan. Kalau itu saja masih sulit diantara kita harus ada yang bekerja menyuapi.

Rasionalitas manusia tak dimiliki oleh binatang apapun. Dan rasionalitas memiliki jalannya sendiri, melintasi peradaban-peradaban, membuahkan ilmu-ilmu pengetahuan dan teknologi. Tapi berjalan hanya dengan rasionalitas saja tak cukup. Itu rapuh, serapuh kaki kayu. Maka dari itu [...]

90
 
Read More
January 5, 2019

Rahmat Bagi Alam Itu Nabi Muhammad SAW

Oleh Abdul Munib

Kang Mat sudah lama sekali tinggalkan Pakandangan. Usaha kambingnya habis didera oleh kemarau panjang. Dia masih pusing bagaimana kedepan persediaan air. Apalagi dengan anomali cuaca, Pakandangan belum juga hujan. Hari ini Santri Kalong dan teman-teman Angkringan kedatangan tamu Kang Ismail.

Santri Kalong :

Kita ulangi pelajaran tentang Rahmat Tuhan. Rahmat Rahmaniyah khusus di dunia, teruntuk mukmin dan kafir. Rahmat Rahimiyah khusus mukmin, berlaku di Dunia dan Akhirat. Untuk itu di pesantren biasa menerjemahkan bismillah dengan model khas pegon : Kelawan nyebut Asmo Allah, kang welas asih maring [...]

56
 
Read More
December 31, 2018

Warisan Gus Dur

Oleh Abdul Munib

Peninggalan Gus Dur paling berharga adalah sebuah pertanyaan: Bagaimana sebaiknya hubungan negara dan agama, dan sebaliknya agama dan negara. Dalam dinamika dialektika, ikhtilaf atau diskursus, menemukan sebuah pertanyaan adalah mencapai setengah pengetahuan. Model hubungan timbal balik ini perlu diupgrade secara dinamis oleh bangsa Indonesia sampai menjelang sempurna.

Gus Dur menyimak. Persoalan keIndonesiaan kita yang paling menguras energi bangsa adalah tentang mandeknya proses upgrade model hubungan agama dan negara dalam Falsafah Pancasila. Ini [...]

67
 
Read More
December 31, 2018

Pelayanan, Lumayan dan Aji Mumpung

Oleh Abdul Munib

Presiden Gus Dur membuat garis demarkasi dengan dirinya sendiri. Siapa tokoh Indonesia terkuak dimuka publik aslinya seperti apa mereka. Apakah pelayan rakyat, sekedar lumayan jadi pejabat atau yang tabiat aji mumpung.

Ketika raja-raja atau presiden lain diturunkan dengan paksa, yang jatuh selalu nyawa. Tapi Gus Dur tidak. Pendiriannya pada kemanusiaan yang adil amat kuat. Tak ada jabatan apapun di muka bumi ini yang layak dipertahankan dengan menumpahkan darah manusia, katanya. Dan ia mempraktekannya. Tidak sekedar bicara.

Konstitusi kita tidak mengatur sesama lembaga tertinggi negara, Presiden dan MPR, saling [...]

9
Latest Headlines
 
 
 
 
 
 
 
 
Trending Topics
Kolom
Gonjang Ganjing Tanah Papua
Goenawan Mohamad
Editor's Pick
Sains
Sosial Budaya
Antropologia
Weddoid
Politik
CATATAN PINGGIR GM
 
Bukan Si Miskin
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Right Now
 
Origami
 
 
 
 
Top Five
Heat Index
 
1
Degey: Saatnya Orang Mapia Bikin Kabupaten Sendiri
 
2
Mandacan Sindir Generasi Muda yang Mabukkan
 
3
4 Tarian Adat Suku Bangsa Arfak yang Terkenal dan Fenomenal
 
4
Gembalakanlah Domba-Dombaku (Yohanes 21:15-19)
 
5
Batman