Now Reading
Arti Nama Apogomakida Menurut Etimologis dan Fonologis
0

(1) Secara umum, dibalik nama Apogomakida terdapat tiga kata atau kalimat utama, yaitu Apogo makida, A pogo makida dan Apoo goomakitaida. Apogo makida adalah negeri yang terdapat banyak pohon Apogo. A pogo makida artinya kaget ternyata penuh dengan anak panah, danย  Apoo goomakitaida artinya dari negeri ini pernah dicabut duri yang terdapat dalam diri seseorang yang namanya terkenal, bernama dan bisa jadi seorang pemimpin warga di kampung tersebut.

(2) Secara detil dari penggalian etimologis dan fonologi diatas, di kampung ini pernah hidup seseorang yang terkenal, atau bernama dan orang tersebut pernah jatuh, terkapar, terhempas, terluka namun kemudian ia diselamatkan dengan cara mencabut duri kayu apogo atau anak panah pogo yang tertanam didalam tubuh bagian leher. Eskatologis: Mengandung arti negeri atau tempat seseorang akan diselamatkan. Bisa juga akan menjadi tempat keselamatan bagi banyak orang. Atau akan muncul orang-orang besar dan ternama yang akan menyelamatkan banyak orang.

(3) Negeri itu berlimpah dengan buah-buahan. Namun didalamnya ternyata ada duri atau anak panah. Bila dicabut, akan menjadi jembatan menuju negeri berikutnya.

Komentar Facebook

๐Ÿ…๐Ÿ…Ÿ๐Ÿ…ž๐Ÿ…–๐Ÿ…ž๐Ÿ…œ๐Ÿ…๐Ÿ…š๐Ÿ…˜๐Ÿ…“๐Ÿ…

Apogomakida adalah nama kampung di Distrik Piyaiye Kabupaten Dogiyai. Bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Kaimana, bagian timur berbatasan dengan distrik Mapia Barat, bagian selatan berbatasan dengan Distrik Sukikai Selatan, bagian Utara berbatasan dengan Distrik Menou Kabupaten Nabire.

Kita semua tidak tahu arti yang terkandung dibalik nama Apogomakida. Namun, salah satu jalan untuk mencari tahu arti sebuah nama hanya dengan ilmu etimologi dan fonologi.

Definisi etimologi yang tepat adalah ilmu yang mempelajari asal usul sebuah kata, dengan mencari tahu arti atau makna yang terkandung dibalik kata, sub suku kata dan huruf yang terdapat didalamnya sepanjang masih ada arti dalam bahasa bersangkutan. Inilah definisi etimologis yang tepat tanpa meninggalkan ilmu bunyi bahasa (fonologis) untuk melihat sebab musabab lain dibalik diberikannya sebuah kata atau istilah oleh moyang. Semakin banyak kata yang muncul dibalik sebuah nama, mempermudah kita untuk mengetahui apa yang pernah terjadi dibalik istilah yang hendak kita gali. Tetapi ingat, minimal kita harus mengetahui sejarah disekitar obyek yang hendak kita telusuri.

Menggali sebuah kata atau istilah di wilayah Meepago sangat mudah karena semua kata, baik nama orang, nama gunung, pohon, batu, binatang diberikan secara jujur sesuai tanda, sifat, suara, kelakuan dari obyek bersangkutan. Dari semua kejadian, tanda dan peristiwa yang terjadi, disatukan dalam sebuah kata yang kemudian menjadi nama. Khusus untuk nama orang, orang Mee berikan lewat sebuah upacara inisiasi adat yang dikenal dengan nama Bagotai atau Bagomeni.

Cikal bakal lahirnya budaya ini bermula dari Ekagokunu. Pada jaman awal, Tuhan sendiri kagum atas kemampuan manusia pertama di Ekagokunu memberi nama kepada binatang dan tumbuhan sebagaimana dikisahkan dalam Kejadian 2:19-20.

๐—”๐—ฝ๐—ผ๐—ด๐—ผ๐—บ๐—ฎ๐—ธ๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐Ÿฏ ๐—ž๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—บ๐—ฎ๐˜ ๐—จ๐˜๐—ฎ๐—บ๐—ฎ, ๐Ÿต ๐—ธ๐—ฎ๐˜๐—ฎ, ๐Ÿฒ ๐˜€๐˜‚๐—ฏ ๐—ธ๐—ฎ๐˜๐—ฎ, ๐Ÿฒ ๐—ณ๐—ผ๐—ป๐—ผ๐—น๐—ผ๐—ด๐—ถ๐˜€ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐Ÿญ ๐—ต๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐—ณ:

3 Kalimat Utama:

Apogo Makida = negeri pohon apogo
A pogo makida = ternyata banyak anak panah
Apoo Goomakitaida = pernah dicabut duri

9 Kata:

Apo = duri dalam daging
Apoo = duri
Apogo = nama pohon,
Pogo = anak panah
Ogo = leher
Ogoo = lur
Apogoma = ternyata anak panah (kaget)
Maki = tanah
Makida = diatas tanah ini, diatas negeri, wilayah.

6 Sub kata:

A = mengelak, huruf pertama
Po = jatuh, terkapar, nama disebut-sebut
Go = kata depan (prefiks) dari kata kerja, mengandung arti tarik (dari kata gou)
Ma = badan, tubuh.
Ki = jadilah (akhiran atau sufiks)
Da = menunjuk tempat (akhiran atau sufiks)

6 Fonologis:

Aa = penyambung kata, kalimat
Poo = biji, buah.
Goo = jembatan rotan
Maa = benar
Kii = ini (laki-laki)
Daa = dilarang, pamali

1 Huruf:

A = mengelak, huruf pertama

๐——๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ฒ๐—บ๐—ถ๐—ธ๐—ถ๐—ฎ๐—ป, ๐—”๐—ฝ๐—ผ๐—ด๐—ผ๐—บ๐—ฎ๐—ธ๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐˜‚๐—ป๐—ด ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ ๐—ฎ๐—ฟ๐˜๐—ถ:

(1) Secara umum, dibalik nama Apogomakida terdapat tiga kata atau kalimat utama, yaitu Apogo makida, A pogo makida dan Apoo goomakitaida. Apogo makida adalah negeri yang terdapat banyak pohon Apogo. A pogo makida artinya kaget ternyata penuh dengan anak panah, dan Apoo goomakitaida artinya dari negeri ini pernah dicabut duri yang terdapat dalam diri seseorang yang namanya terkenal, bernama dan bisa jadi seorang pemimpin warga di kampung tersebut.

(2) Secara detil dari penggalian etimologis dan fonologi diatas, di kampung ini pernah hidup seseorang yang terkenal, atau bernama dan orang tersebut pernah jatuh, terkapar, terhempas, terluka namun kemudian ia diselamatkan dengan cara mencabut duri kayu apogo atau anak panah pogo yang tertanam didalam tubuh bagian leher. Eskatologis: Mengandung arti negeri atau tempat seseorang akan diselamatkan. Bisa juga akan menjadi tempat keselamatan bagi banyak orang. Atau akan muncul orang-orang besar dan ternama yang akan menyelamatkan banyak orang.

(3) Negeri itu berlimpah dengan buah-buahan. Namun didalamnya ternyata ada duri atau anak panah. Bila dicabut, akan menjadi jembatan menuju negeri berikutnya.

๐—™๐—ฎ๐—ธ๐˜๐—ฎ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฎ๐—ฟ๐˜๐—ถ ๐—”๐—ฝ๐—ผ๐—ด๐—ผ๐—บ๐—ฎ๐—ธ๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜€:

(1) Dalam sejarah pohon Mapiha, wilayah Apogomakida disebut wilayah adat Pisaise atau Piyaiye yang mengandung arti negeri dedauan dan buah-buahan dari kata Piya (pohon) dan iye (dedaunan). Bagian batang terletak di wilayah Mapiha tengah tetapi dipatahkan oleh kali Mapia ketika iblis membawa pergi rekomendasi untuk ganggu manusia. Diwilayah Mapia Tengah, pohon itu masih disebut sebagai nampung Kampung Pihakunu, gunung Pihakebo, tanjangan Pihabega dan akarnya di wilayah Bomomani (Momawe) serta wilayah Siriwo.

(2) Dari negeri susu dan madu serta dedaunan ini, telah muncul banyak tokoh pioner dan ternama bagi orang Meuwo. Pastor pertama orang Meuwo berasal dari Apogomakida yaitu Pastor Theo Makai Pr. Pilot pertama orang Meuwo berasal dari Apogomakida yaitu Pilot Jhon Tekege, Bupati definitif pertama kab Dogiyai Drs Thomas Tigi didukung penuh oleh masyarakat Piyaiye, Bupati Dogiyai sekarang, Yakobus Dumapa lahir besar dari Apogomakida. Wakilnya Oskar Makai berasal dari Apogomakida negeri Piyaiye.

(3) Bisa dipastikan, nama Apogomakida diberikan oleh pelaku sendiri. Ada semacam penderitaan yang dialami namun kemudian diselamatkan oleh orang lain. Penyebab ada dua, pertama dia menderita karena dia dipanah oleh orang lain. Tetapi dirinya tidak tahu siapa yang memanah dia. Setelah kesakitan barulah dia tahu bahwa ternyata dalam dirinya ada anak panah. Penyebab kedua adalah, dalam dirinya ada duri dari kayu Apogo yang sudah tertanam lama, namun kaget setelah adanya kesakitan. Disini saya mau katakan bahwa, sekalipun tidak tahu siapa yang panah, tetapi nampaklah bahwa dari kata Ogoo / mogoo (lur-lur atau pantau-pantau), korban bisa menyangka pelaku ialah orang yang datang pantau-pantau dirinya, atau yang pura-pura datang memberi perhatian kepada dirinya, padahal hatinya busuk dan menginginkan dirinya meninggal. Jika memang benar, solusinya cuma satu, warga berkumpul bersama-sama berdoa memohon maaf atas kesalahan moyang (rekonsiliasi).

(4) Ada istilah go= tarik, nyanyi (gou) atau goo, jembatan. Ada makna jembatan atau penghubung antara sesuatu dengan sesuatu yang lain jikalau diawali dengan upacara permohonan maaf secara bersama-sama. Ada hubungan eskatologis: bahwa keselamatan sesungguhnya akan ada dari Wilayah ini. Hal ini diisyaratkan juga oleh Mebaigai Gobay ketika membagi tugas kepada Auki dan Petigawi untuk membawa terang di wilayah Meuwodide. “Auki akiha egaa niidokimakaitage. Petigawi akiha eminoo kohoka egagaa pana-pana tetai”, begitu kata Wagakei setelah mendapat petunjuk dari Tuhan.

๐—”๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—ฅ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚๐—ต ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ถ ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ฎ?

SEKARANG kita bicara alam dimana kita pernah lahir, negeri asal usul moyang kita, apakah ikut berpengaruh dalam pembentukan karakter, watak dan sikap individu seseorang? Kita ambil contoh musik Hawaian di Ambon, Toraja dan Mambesak diatas tanah Papua.
Ketika orang Ambon mengenal musik Hawaian yang menjadi milik budaya Pasifik, semua orang menjadi heran. Hawaian langsung lompat tanah Papua tiba di Maluku. Siapa yang bawa datang musik itu ke Maluku? Apakah Spanyol? Portugis? Atau Indonesia! Tentu semua tidak, karena musik itu hanya ada di wilayah Pasific. Lalu tokoh Maluku siapa yang pergi belajar musik Hawaian ke Pasific? Dalam catatan sejarah musik, tak satupun sumber yang menyebutkan asal usul musik Hawaian di Maluku.

Apakah alam ikut berpengaruh? Menurut saya bisa dibenarkan karena, kepulauan Ambon dan Sulawesi, pada jaman Eosen hingga Pliosen ada di wilayah Pasifik. Namun sebelum tanah Papua terangkat ke atas permukaan setelah sebelumnya โ€œdirendamโ€ selama 30 juta tahun, Maluku dan Sulawesi โ€œditarikโ€ ke arah posisi sekarang. Anda bisa saksikan pergerakan lempeng yang dibuat oleh Prof Christofer Scotase. Dengan demikian, musik Hawaian yang ada di Maluku khususnya dipengaruhi oleh alam, terutama lautan luas, karena musik Hawaian identik dengan alunan ombak yang teduh. Musik di tanah Toraja dan Nusa Tenggara Timur juga masih ada unsur-unsur Hawaian. Kecuali daerah sekitarnya, terpengaruh dengan budaya Kobra India yang telah melahirkan irama Dang Dut.

Nah, bagaimana dengan musik Hawaian diatas tanah Papua? Musik Hawaian Papua hampir punah tetapi syukur, tokoh seniman Papua, Arnold Clemens Ap mempelajari dan mengangkatnya dalam 5 Seri Album Mambesak. Jauh sebelum Arnold C AP, muncul tokoh Mimi Fatahan di tahun 1960-an. Kedua tokoh ini telah membangkitan semangat bermusik Hawaian bagi generasinya.
Selain musik Hawaian diatas, kita bisa belajar rasa Kopi Mapia yang saya sebut Mapiabica. Ternyata aroma kopi dibentuk oleh pepohonan yang tumbuh disekitar batang kopi. Contoh kopi di Modio. Kebanyakan di kebun-kebun kopi tumbuh pohon jenis Uwaa dan Kinou. Tidak hanya biji kopi yang enak, tetapi menurut Gilbert, pengusaha kopi yang sempat ke Modio, kulit luar dari Kopi Modio itu saja sudah manis.
Bagaimana dengan definisi Apogomakida? Saya rasa, peristiwa silam yang terjadi sebelum pemberian nama Apogomakida ikut berpengaruh bagi generasi sekarang. Anda bisa baca beberapa bukti yang telah saya sebutkan diatas.

๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ฐ ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข = duri dalam tubuh terlepas dengan sendirinya. ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ฐ ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข = ada bukti keselamatan. Jangan sampai arti ini menjadi pesan eskatolis bahwa suatu saat, negeri ini menjadi tempat khusus yang bisa menyelamatkan banyak orang?

๐—”๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐— ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—น ๐—•๐—ฎ๐—ด๐—ถ ๐—ž๐—ถ๐˜๐—ฎ

Disini yang menjadi refleksi bagi kita bersama adalah arti ๐˜ˆ ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ข = kaget ternyata ada duri dalam daging. Bahwa kita semua tidak mau ada duri dalam daging. Kita semua tidak mau ada kendala yang menghambat dalam pembangunan. Selalu memohon kepada Tuhan agar semua duri dicabut dari dalam dirinya. Tulisan ini bisa terbit akibat duri yang tertanam langsung dicabut oleh Tuhan.

Menurut saya, ada dua jalur jalan raya yang hingga hari ini menjadi duri bagi rakyat Apogomakida yaitu tanjakan Piyabega, dan tanjakan Abouhaga. Dua duri ini akan tercabut jikalau kita memindahkan jalur dari Degeidimi Menuju Kampung Waneuwo (Disebelah Diyeugi) langsung tiba di jembatan Kali Mapia. Sedangkan untuk tanjakan Abouyaga, cukup ikuti kali Pogi tiba di hulu kali Pahau dan tinggal belok ke kampung Tibaugi langsung ke kampung Apogomakida.

Selain duri pembangunan, kita juga sudah saatnya tinggalkan ilmu-ilmu duri (ugu pota, dan sejenisnya) yang tujuannya mau merusak rumah tangga orang. Seluruh suku, khususnya suku Mee sekarang menjadi kaki tangan iblis. Didalam noken dipenuhi dengan kayu, batu, bungkusan ini, bungkusan itu. Dibelakang sana, mulut komat-kamit, beredoa dunia gonjang-ganjing pandawa turun dari langit merusak ini dan itu. Menyebut semua gunung-gunung, pohon-pohon, batu-batu dan lain seterusnya untuk mengunci dan mengganggu orang. Ini fakta yang baru terungkap.

Ingat, manusia tidak bisa mengunci orang, tetapi mata TUHAN tak satupun yang dapat menutupinya. Mata Tuhan terang berderang. Silauan kilat tatapannya bisa membuat gelap mata iblis.

Oleh sebab itu, dalam nama Yesus saya minta buang jauh-jauh batu-batu, kayu-kayu, ayat-ayat iblis dari atas tanah suci, tanah Papua ini. Anda jangan menjadi kaki tangan iblis yang sudah merusak 8 taman Eden. Jangan lagi isi jaringan telkomsel dalam nokenmu untuk tujuan merusak keluarga orang lain. Jika mau berkeluarga, carilah pasangan hidup dan hidup setia dengannya. Marilah kita siapkan diri, bertobat dan pakailah jiwa raga ini hanya untuk memuji dan memuliakan nama TUHAN Allah.

***

Setelah membaca tulisan ini, rasa-rasanya ingin kembali melihat Apogomakida. Waktu kelas 4 SD, pernah ke Tibaugi ikut pesta Yuwo. Tidur didalam koba-koba nene Damiana Mitohaidoge Magaibo, esoknya ke Apogomakida bermalam di rumah guru Alfons Maday. Tetapi disebelah rumah paguru Maday, ada anjing kribo yang bernama Katus milik paguru Andreas Pugiye. Sore hari sambil main-main senapan Cis, saya pergi kencing di pinggir jalan, tiba-tiba anjing bokar itu lari menuju saya, dan selesai sudah ceritanya.๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

[ saya harap, setelah membaca tulisan ini, generasi muda yang pernah lahir besar di kampung Apogomakida, bisa menempatkan waktu untuk berkunjung kesana. Ipanahaikai ]

Oleh: ๐”ˆ๐”ซ๐”ค๐”ข๐”ฉ๐”Ÿ๐”ข๐”ฏ๐”ฑ๐”ฒ๐”ฐ ๐”“ ๐”‡๐”ข๐”ค๐”ข๐”ถ.

Total Page Visits: 755 - Today Page Visits: 7

Leave a Response