Now Reading
Bahaya, Mama Papua Pembunuh Anak Kandungnya Sendiri, Hati-hati penyakit ini masuk ke Rumah Anda
0

Bahaya, Mama Papua Pembunuh Anak Kandungnya Sendiri, Hati-hati penyakit ini masuk ke Rumah Anda Oleh Willy Sardy, Holtekam Jayapura

Saya sebagai orang Melayu, lahir di Arso, sedang kuliah di Jakarta, kembali kirim surat kepada bangsa Papua untuk hati-hati dengan tingka laku dan pola hidup sekelompok mama mama saat ini. Bukan saja mama Papua, tetapi semua yang tinggal dan hidup disana. Khususnya pns yang digaji negara dan bukan mama-mama Pasar. Banyak fakta terkuak generasi sekarang masuk kedalam kegelapan akibat perlakuan mama kandungnya sendiri.

Di bekasi jawa barat, baru baru ini seorang mama membunuh anak kandung sendiri. Polisi selidiki, ternyata S sudah lama gabung ke jaringan judi. Ia juga dicurigai, membunuh saudaranya As yang meninggal 7 bulan sebelumnya. Saksi mata mengatakan, 3 pemuda menghancurkan kaca mobil, kaget dan laki-laki itu jatuh ke jurang dan mati. Polisi sedang mengejar 3 pelaku dan aktornya.

Kasus seperti ini bukan hal baru. Di kota-kota besar yang dekat dengan media, menjadi warna warni halaman depan. Banyak yang belum terangkat dan ibarat gunung es ditengah lautan.

Pertama, kematian diatas tanah Papua kebanyakan bermula dari racun makanan. Bukan makanan dari warung karena mereka juga cari hidup, tetapi makanan yang sering dimasak dan disediakan di rumah.

Iblis sekarang bermain kencang dan oleh karenanya, sudah saatnya keluarga-keluarga tunduk pada Tuhan. Jauhi egoisme, buang jauh jauh kesenangan hati (miras, pergaulan bebas dan judi), tetapi kembali ke jalan Tuhan.

__Saat ini iblis sedang mendorong ibu-ibu menjadi pelacur yang dimaksud Wahyu 17, penggenapan sudah dimulai, maka hati-hati dan setiap hari berdoa sungguh-sungguh agar Yesus masuk dalam hati, dan darah Yesus mengalir dalam tubuhmu. Jangan kasih peluang sedikitpun iblis berbisik dalam hatimu.__

Kita belajar dari peristiwa tsunami Palu. Lokasi yang terendam lumpur gunung adalah pusat pusat perjudian. Manusia tak satupun diselamatkan. Sementara lokasi-lokasi tempat ibadah aman dan tak roboh.

Hasil penyelidikan kelompok doa Merpati Putih Sorong (2016), bandar bandar judi sudah kuasai berbagai ilmu untuk menarik pengunjung setiap hari datang sumbang sumbang uang. Tiga sarana yang mereka pakai yaitu asap rokok, mata kucing dan tuyul. Siapapun dia yang sudah masuk lokasi, pikirannya sudah ditarik dan lupa rumah. Setiap saat ingin mau kembali ke tempat judi.

Herannya adalah, asap rokok bandar judi juga sudah serbu ibu ibu polisi, ibu ibu persik tentara, petugas gereja dan ibu ibu pejabat. Deteksi secepat mungkin, sebelum iblis mencari korban berikut dalam keluarga anda.

Seorang anggota polisi di Sorong datang mengeluh kepada pendeta kharismatic Gilbert yang sedang KKR di Sorong. Polisi asal Jawa itu berkata, pak saya sebelumnya Islam, namun saya sudah ikut istri masuk Kristen. Kami dua sudah nikah setahun dan dikaruniai seorang anak. Tetapi akhir-akhir ini istri pulang malam dan saya kedapatan ada di tempat judi roleks. Ditegur tidak bisa bertobat dan sekarang berpindah ke meja judi remi. Saya capek pak Pendeta, mohon bantu.

Setelah berdoa, pak Pendeta mengatakan: “Dikepala istrimu sudah dipasang semacam antena. Jikalau bandar judi goyangkan boneka mata kucing, semua pengunjung yang pernah kena asap rokok, maunya pergi ke tempat judi. Ini saya lihat bukan istri bapa saja. Tetapi banyak orang yang sudah kena guna-guna, termasuk atasan-atasanmu juga”.

“Tidak mungkin pak. Masa polisi gabung terlibat dalam perjudian?, tanya polisi.

“Saya tidak karang-karang. Apa yang Tuhan tunjukan inilah yang saya sampaikan”, Pendeta perjelas.

Pikir lama dan polisi ini mengatakan: “…. bisa benar pak. Suatu kali kami disuruh tangkap salah satu dari sekian banyak penjual togel. Kami penjarakan dan bertanya dimana alamat bosmu. Ketika kami tangkap bosnya, dia hanya bilang akan datang sendiri dengan mobilnya. Setelah tiba di kantor polisi, dia membenarkan bahwa yang ditangkap adalah anak buahnya dan dia minta ijin ketemu pimpinan kami. Tak lama kemudian, orang itu pulang biasa-biasa saja”, ujar polisi itu sambil berlinang air matanya.

Si polisi juga mengaku, jikalau beberapa kantor polisi dibangun oleh bandar-bandar judi.

Laporan pak Polisi ini membongkar jaringan perjudian diatas tanah Papua. Ada sindikat perjudian tingkat tinggi sehingga mengorbankan sekian ribu keluarga, termasuk keluarga-keluarga anggota polisi sendiri. Pengakuan pak polisi ini perlu diberi penghargaan kenaikan pangkat karena akan menyelamatkan jiwa banyak orang.

Pak pendeta melihat jaringan ini cepat terhubung lewat hp android dengan sindikat rahasia yang hanya diketahui orang orang tertentu. Ada wartawan, ada orang pemerintah, pihak keamanan, tokoh masyarakat dan anehnya ada banyak ibu-ibu.

“Suami suami berpikir ibu-ibu sedang santai di rumah, tetapi, penyakit asap rokok ini ibarat gunung es di tengah laut. Besok jangan heran, ada pendeta pastor yang asyik bermain judi”, ujar pendeta.

Akibat asap rokok, kata Pendeta, sekarang rombongan ini suka cari muka di dunia maya. Bikin diri seperti masih nona, padahal sudah babuput. Didalam gereja mengaku diri sudah nikah, tetapi didalam hape, tak ada foto gandengan dengan suami. Banyak akun palsu yang tak diketahui. Rusak sudah tanah Papua.

“Sebagai akibat, saya melihat mama mama sudah lupa atur anak ke sekolah. Cukup kasih uang besar, naik ojek sendiri, pusing di jalan, ditangkap anak aibon dan rusak sudah mental hidup anak kita. Generasi Papua sedang hancur di tengah jalan tanpa perhatian orang tua”, ujar Pendeta.

Pak pendeta merasa aneh, seorang mama memberi uang sebesar 50.000 kepada anaknya umur TK untuk jajan disekolah. Ketika masuk SD, setiap hari dia beri 100.000. Tidak cukup, anak berontak, dia kasih 200.000 supaya anak berhenti menangis. Masuk SMP anak sudah bergabung ke teman aibon dan miras. SMA sudah rusak apalagi kuliah, setiap hari minta 1juta rupiah. Kehancuran bangsa Papua bermula dari sikap manja mama mama Papua, tolong perhatikan ini.

Pak pendeta merasa heran. Dalam hp mama mama penuh dengan gambar-gambar jorok. Tak sadar anaknya minta main game, tiba tiba ketemu gambar aneh, dia kecilkan volume, taro hansad di telinga dan mulai menjaga jarak dengan mamanya. Ini tanda tanda awal kematian bangsa Papua. Segera berubah, sadar diri dan ke gereja bersaksi dan bertobat.

__Segera lari ke pendeta kharismatik bila perlu datangkan Pdt Joshua dari Emanuel Tv Afrika hadir setahun keliling tanah Papua. Tak pandang engkau muslim, budhis, hindu, konghucu, katolik, denominasi gereja, undang Romo Joshua tengking segala kuasa kegelapan yang sedang merambah dalam rumah. Termasuk anda polisi, tentara, bin, bais, satpam dan lain sebagainya.

Tak sadar dalam tubuhmu sudah berdiri iblis yang engkau genggam dalam kesenanganmu. Tengking dia dalam nama Yesus. Jangan tunggu, sebelum nyawamu dibawa pergi oleh iblis yang kau sembah sembah tanpa sadar.__

Pendeta juga melihat, tidak hanya di hp. Ternyata di laptop mama juga penuh dengan gambar gambar dan video video yang bisa saja merusak otak dan moral anak kandungnya sendiri. Mama kandungnya sendiri telah membuka pintu cakrawala hiv dan aids bagi anak yang telah dikandungnya sendiri selama 9 bulan. Ini tanda kehancuran orang Papua yang selama ini tak pernah dibongkar kedok dan perilaku hidup yang semakin membiasa dan sedang merambah secara diam diam.

Dalam penerawangan, terlihat Pendeta terkejut dan berkata:

“Saya terkejut melihat kelakuan beberapa ibu yang dalam tasnya membawa bawa alat alat …………………….. Ini kejadian luar biasa. Perlu ditegur, perlu dibongkar kelakuan seperti ini. Sebelum anak-anak mereka melihat semua itu.

Pak pendeta mengatakan, ternyata rombongan inilah yang biasa pergi tagila gila dengan suami orang. Suka ganggu dan rusakin keluarga orang. Termasuk keluarga terdekat. Tujuannya bukan mau memperbaiki, tetapi mau tambah kasih hancur.

Lalu pendeta berdoa:

__**Ya Tuhan Allah Bapa di sorga, coba lihat kelakuan mama-mama yang Engkau ciptakan dengan tulang rusuk laki-laki. Sekarang mereka menjadi penghancur, mereka menjadi perusak, mereka menjadi sumber keretakan keluarga. Mereka tidak melihat pengaruh bagi anak-anak. Mereka juga tidak mampu membedakan ini keluarga suadara kandung, mereka juga tidak mampu mengukur apakah akan ditiru anak atau tidak.

Tarulah tangan dinginMu diatas kepala mama-mama ini agar belajar apa itu arti sebuah kesetian. Belajar berkorban, tidak mengedepankan keinginan daging, tetapi mau belajar membangun roh kudus dalam keluarga agar anak anak ini mendapat pendidikan rohani dengan baik, mendapat ketenangan bathin, bisa belajar teratur dan bisa mengenal dunia dengan baik.

Saya mengutuk dalam nama Yesus rombongan ibu-ibu yang setiap hari belajar mantra-mantra turunan untuk matikan ruang gerak suami agar tidak pantau pantau kemana istri pergi. Dalam nama Yesus saya tengking mantra mantra ini.

Mereka campur-campur dengan budaya jawa, saparua, bugis, toraja, arab, india dan lain sebagainya untuk rusakin keluarga target. Mereka gonta ganti suami seenaknya. Alat-alat kendaraan anak ke gereja dirusakin seenaknya pengaruh kontaminasi. Ya Yesus, tengking-tengking dengan kuasaMu.**__

Saya sarankan, jikalau dalam lingkungan anda ada mama mama yang memiliki kelainan sifat seperti ini, segera jauhi atau laporkan ke polisi. Bisa kena pasal pasal penyiksaan atau kebiri agar segera bertobat dan berubah diri.

Baca saja kata-kata berikut ini didepan mereka:

__**Kemana hati nuranimu, dimana nilai rohanimu, dimana mata bathinmu, dimana kasih sayangmu sebagai seorang wanita, dimana harga diri sarjana master doktor profesor yang kau tempel tempel. Dimana air susumu jikalau engkau campur aduk dengan racun, untuk apa kau telan komuni, jikalau kelakuanmu sungguh sangat kejam, secara terang terangan membunuh masa depan anak kandungnya sendiri.

Hanya untuk diketahui, bangsa Papua saat ini sedang bersatu berjuang selamatkan diri dari serangan rasis dan kolonialisme. Kami berharap agar mama-mama jangan menjadi bagian dari penjajah.

Sekali lagi kami sarankan, berusahalah memberi contoh yang terbaik dalam keluargamu. Jangan lagi makan hak-hak hidup mereka dan bunuh mereka satu per satu. Maafkan mereka, jadilah contoh, hidup hanya sekali. Jika perlu sesuatu, tundukkan kepalamu, angkat tanganmu, berdoa dengan sungguh-sungguh, Yesus akan masuk lewat tangisanmu.

Jikalau bangsa yang lemah yang dinamai perempuan sudah memimpin hancurkan tanah Papua, maka, hal itu merupakan tanda awal kematian sebuah bangsa. Papua segera siaga satu.

Masa depan bangsa ini ada ditanganmu wahai mama mama. Hanya didalam tangan dinginmu akan melahirkan manusia manusia berguna di negeri ini. Siapa lagi yang kita harapkan kalau mama mama masuk kedalam genggaman iblis. Jikalau kalian rusak, pasti banyak orang yang akan rusak dan hancur sudah tanah Papua ini.

Kami bukan haji, ustad, evangelis atau siapa siapa, tetapi hanya peduli bangsa Papua, jangan sampai aib ini bisa saja suatu saat mempengaruhi keluarga saya di Kerom dan tidak mau keluarga saya ikut hancur bersama sama kalian.**__

Saya minta surat surat saya ini dibacakan di mimbar mimbar gereja, tempelkan di jalan jalan, buatkan baliho agar iblis yang sedang merasuki otak-otak anak manusia ini ditengking dalam nama Yesus.

Angkat tanganmu tinggi-tinggi dan minta pengampunan dari Sang Maha Kuasa lewat hamba-hamba, pastor pendeta dan lain-lain. Lewat pengampunan jalan besar terbuka didepan anda.

Anak-anak juga wajib berdoa agar tangan dingin Yesus turun diatas kepala mama mama ini, agar mereka menjadi Kendedes bagi Ken Arok, mereka menjadi Batsyeba bagi Raja Daud, melihat Kanaan jauh disana, pelabuhan yang indah dan permai.

****

Pdt Ben juga berdoa pejabat Papua yang tidak melindungi mengsejahterahkan rakyatnya. Lebih khusus pejabat Papua yang suka korupsi hak hak bawahan. Pegawai Tni Polri, Pns sedang menderita karena tidak ada dana lembur, ulp, kinerja, perjalanan hilang kemana tidak tau. Apalagi proyek pembangunan, para pemilik cv -pt merana tunggang langgang cari proyek di provinsi dan kabupaten lain. Kebencian staf dan warga membuat umur pemimpin kalian diujung jarum.

Sistem keuangan dari rakyat, oleh rakyat untuk rakyat sudah berubah. Sekarang kabupaten hadir karena ada rakyat untuk kenyangkan penegak hukum, setelah itu rakyat hanya tunggu uang politik pemilihan dpr dan pemilihan bupati, selesai.

Wahai bangsa Papua, anda sedang dibodohi sekelompok orang yang diberi amanat untuk sejahterahkan rakyat, tetapi memanfaatkan semua kekuatan untuk datang curi hak hidup kalian. Itu namanya, Papua sedang hidup dalam genggaman lusifer.

Percuma mengikuti Yesus Kristus. Percuma anda mengaku diri Kristen Katolik Kristen Protestan, GKI, GKII, GIDI, Bethel, Tabernakel, Israel, Tubuh Kristus, Kingmi, dan 400 lebih denominasi yang hanya bersandar pada Yesus. Sementara hidup kalian tak mengikuti jalan salib Yesus hingga ke Golgota untuk bebaskan orang berdosa.

Lebih bagus orang Islam yang kalian benci, setiap hari bunyikan toa besar besar hanya menyembah Yesus lima kali dalam sehari. Mereka punya Aula tempat pertemuan, mereka punya Mushola untuk bersujud dan meminta ampun. Mereka bisa berkumpul, musyawarah, dan menyelesaikan masalah besar dan kecil.

Dari dalam Mesjid mereka berdoa kepada pemimpin yang suka korupsi, tambah-tambah istri, koleksi suami dan lain seterusnya.

Kalau dilakukan kaum laki-laki agak bagus, tetapi hal ini sudah dan sedang dimulai dikalangan kaum hawa, maka, bangsa Papua segera siaga satu. Keretakan keluarga sudah dimulai dan banyak perahu siap tenggelam akibat program koleksi suami-suami.

Bila tokoh publik sudah memulai demikian, maka saatnya masyarakat, tokoh pemuda, tokoh gereja bekerja sama dengan polisi bongkar segera jaringan yang bisa saja melibatkan anak buah, keluarga terdekat dan jaringan ilmu hitam yang mereka sendiri tidak kenal. Suatu saat bisa saja menjamah ke istri anda, mama anda, atau anak muda remaja dan para mahasiswi. Bila ada tindakan atau aroma komunikasi demikian, segera laporkan ke keluarga, pendeta agar mendapat bimbingan dan konseling.

Jangan pikir anda polisi dan istrimu aman. Perhatikan gerak gerik. Komandanmu sudah dibayar diamankan dengan uang tuyul, jin, kucing dan asap rokok. Jika anda tutup usaha, istrimu sudah dalam genggaman lusifer.

Satu hal yang sangat aneh diatas tanah Papua, kantor kantor polisi, kantor kantor pemerintah dibangun dengan uang-uang kotor permainan iblis. Ini tanda bahaya. Tanah Papua sudah dililit ular dan ketika tiba hari pengadilan, iblis sudah punya banyak pengikut masuk neraka bersama-sama.

Polisi bersama masyarakat segera tutup jaringan togel, dadu, toto konde, remi, karoke, lempar dadu dan berbabai macam jenis judi yang sedang merusak moral bangsa Papua. Disana mereka bersorai ria dengan para pejabat yang korup dan mabukan di meja judi dan karoke.

Wahai mam mam Papua. Buanglah batu batu penarik pria yang anda isi dan bawa bawa dalam noken. Kalian perdayakan banyak laki laki, koleksi berbagai warna kulit, mulai dari anak aibon, sopir, pengusaha, pejabat, jawa, toraja, jeneponto, jenewa, bule, negro dan lain seterusnya. Sekaligus dengan dorang punya penyakit.

Kalian juga belajar banyak ayat, hafal mantra mantra untuk perdayakan banyak laki laki. Tidak pikir ini keluarga kandung, ipar kandung.

Kalian belajar ilmu dari saparua, bugis, jawa untuk merusak, menambah daya pikat, pura pura sapu bersihkan rumah, sementara dimulut komat kamit baca mantra pandawa turun dari langit gonjang ganjing keluarganya ini dan itu. Keluarga kandung pun dirusak sampai korban jiwa. Aneh tapi nyata.

Wahai bangsa Papua. Jika punya mata, jangan banyak ngomong rugi-rugi waktu. Jika punya hati, segera belajar hidup hargai diri untuk selamatkan orang lain.

Bertobatlah, papua sedang rusak dengan cara cara demikian. Hiduplah bersuami dengan baik. Belajarlah dari mama mama dipinggiran pasar, hidup pas pasan tetapi tetap setia.

Tindakan biadap dan tak manusiawi yang sedang dilakukan mama-mama bekerja sama dengan dukun dukun ini perlu diumumkan dihadapan jemaat jemaat agar mama mama Papua ini segera bertobat dan kembali ke jalan yang benar.

Jikalau kita biarkan model baru yang muncul di negeri yang ditaburkan injil oleh Ottow Geisler ini maka, habislah sudah riwayat bangsa Papua. Tamat sudah bangsa ini, dan kami orang Asing akan kuasai tanah air yang penuh dengan emas dan bedorah.

Kalian bisa tambah sendiri kelakuan mama mama papua yang sedang berfoya foya diatas hawa nafsu sambil korbankan anak kandungnya sendiri. Tindakan mereka semakin hari semakin membabi buta, dan mama mama yang polos bisa menjadi korban berikut.

Budaya hidup ini jangan biarkan dan segera umumkan di tempat umum dan segera share ke teman teman terdekatmu agar keluarga kerabat teman dekatmu selamat dari kutukan bangsa Papua ini.

Bila kedapatan, kastau agar segera minta jamaah dan santunan dari pastor pendeta kharismatik agar kuasa kegelapan yang merajai mama mama polos papua ini ditengking dalam nama Yesus.

Hanya dalam nama Yesus bangsa Papua akan selamat dari kutukan akan maut.

**Segera Usir Badan Pemeriksa Keuangan**

Hari ini, hidup diatas tanah Papua sedang diseting oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebabkan pembangunan dan kendaraan uang ke masyarakat nihil. Rakyat Papua, pengusaha cv-pt tunggang langgang mencari pekerjaan di kabupaten lain.

Kakek saya sudah menjadi warga Arso sejak 1971, dan sudah hidup makan garam bersama orang Papua sejak lama. Dengan demikian jangan heran kalau saya tulis beberapa surat kepada orang Papua agar bisa melihat diri dan bangkit melawan permainan sekelompok orang yang sedang berfoya-foya dengan tuyul, jin, asap rokok dalam judi jabatan pemerintahan maupun judi remi, roleks dll.

Judi pemerintahan diatas tanah Papua sedang dipimpin oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tanah Papua dan TIPIKOR. Jika dua rombongan ini hadir di Kabupaten anda, segera usir dengan anak panah. Hambur kediaman mereka. Saatnya demo besar besaran usir BPK dan TIPIKOR dari atas tanah Papua yang sudah bertahun-tahun jadikan atm dana pembanguhan.

Inspektur pengawas pembangunan di masing-masing kabupaten tidak berfungsi. Pemimpin kalian terjebak oleh permainan kelompok ini. Ada kelompok yang sudah tahu, namun merasa nyaman dan pura-pura tidak tahu sistem pengelolaan keuangan daerah yang tidak sesuai perencanaan daerah dan hanya menguntungkan kelompok tertentu.

Ulah dua lembaga ini, banyak pejabat asli Papua masuk penjara dan mati bodo bodo. Proposal rakyat tak satupun dijawab. Tak ada pekerjaan borongan. Pelatihan perbengkelan, jahit menjahit bagi ibu-ibu dan lain sebagainya diangkut dengan karung oleh Badan Pemeriksa Keuangan.

Orang Papua janganlah berlaku bodoh. Jika anda tidak bangkit melawan sistem ini, maka, anda dan masa depan generasimu identik boneka, bernafas tapi otaknya sudah mati.

Mereka masuk serbu anda lewat berbagai macam cara. Tokoh tokoh gereja mereka basmi. Pejuang Ham mereka hilangkan. Pemimpin kalian mereka putar dengan paha putih. Rakyat dihadang dengan senjata. Sebaiknya, anda tak boleh hidup. Gali kuburan dan hidup dalam tanah saja tunggu kapan mati.

Akibat ulah rombongan ini, kalian anggap kita orang pendatang diatas tanah Papua semua sama. Besok referendum, kalian akan usir kami. Tapi kasian juga, kalau kios tidak ada, pasti anda mati rokok. Kami ada di pihakmu, sast referndumpun kami di pihak kalian, kami mau kemana, ke jawa, tanah sudah kosong. kami mau kemana kalau kalian merdeka. Jangan rusakin kios kami.

Penyebutan orang Papua seperti babi dan monyet dilakukan oleh orang orang yang rasis dan kerdil. Itulah ukuran pengetahuan orang Jawa yang sedang merusak integritas bangsanya sendiri agar negara ini segera bubar. Mereka tidak menghargai Bhineka Tunggal Ika.

Besok lebih parah ketika orang Jawa sebut orang Kalimantan dan Sumatra keturunan monyet karena monyet cuma ada disana, sementara di Sulawesi, Ambon dan Papua hanya ada babi. Mereka sebut orang Toraja, Maluku dan Papua muka babi.

Aksi mahasiswa Papua di Surabaya cuma mau kastau tanggal 15 Agustus adalah hari bermulanya pelanggaran Ham (Rome Agreement) diatas tanah Papua. Tetapi orang Jawa sendiri kastau agar tanggal 15, 16, 17, 18, 19 Agustus mestinya dirayakan setiap tahun sebagai hari ejekan orang Jawa kepada bangsa Papua sebagai babi dan kera.

Dalam surat saya yang lalu, saya sudah kastau pejabat Papua tidak turun ke jalan bersama mahasiswa dan rakyat. Tak lama lagi Papua akan musna tanpa harga diri. Pejabat kalian lebih senang disebut babi monyet sedang naik mobil dan nanti matipun disebut babi monyet sedang dikubur ke liang kubur.

Aksi 15 Agustus 2019 di Surabaya, sebagai hari pelanggaran Ham ditandai sebagai tindakan rasis telah melukai tidak hanya hati manusia Papua, tetapi telah melukai alam tanah Papua. Jangan heran kalau dibeberapa kabupaten, upacara bendera diganggu angin ribut merobohkan tiang bendera, tenda tamu undangan terangkat dan lain sebagainya. Besok akan terjadi apa, kita tidak tahu.

Dari saudara kalian, Willy Sardi Jayapura.

490total visits,1visits today

Leave a Response