Now Reading
Ternyata, 3 Teori Ini Menjawab Bangsa Papua adalah Penduduk Pertama di Indonesia
0

Nah, pertanyaannya adalah, apakah di negeri Yunan dan Taiwan ada orang kulit hitam seperti orang Papua atau tidak? Paling tidak akibat kawin silang atau saudaranya yang tertinggal disana pasti disebutkan dalam sejarah. Sebab tidak mungkin tidak ada bukti yang tertinggal disana. Engel

Dalam teori migrasi penduduk, baik dalam ilmu antropologi, arkeologi maupun dalam ilmu genetika, ternyata terungkap manusia pertama yang hadir di Indonesia ialah bangsa Papua. Orang Melayu seperti orang Jawa, Kalimantan, Sumatra dan Sulawesi hadir di nusantara setelah bangsa Papua sudah hadir di negerinya.

Antropolog menyebut orang Papua dengan nama Papua Negrito atau Proto Melayu. Diperkirakan mereka tiba di Papua 2000 tahun sebelum Yesus lahir. Rombongan kedua yang disebut Deutri Melayu diperkirakan hadir di Indonesia 1500 tahun sebelum Yesus lahir.

Dr. J.H.C. Kern, Robert Barron van Heine Geldern, Prof. Dr. N.J Krom, dan Moh. Ali dalam teori Out of Yunan menyebut orang Papua datang dari negeri Yunan melewati Filipina, Sulawesi, Ternate dan terakhir menyebar di seluruh tanah Papua.

Teori kedua dikenal dengan nama teori Out of Taiwan oleh Harry Truman Simanjuntak. Menurut teori ini, kesamaan bahasa Kamboja dengan Indonesia, termasuk dalam rumpun Austronesia dalam formosa rumpun Taiwan. Dengan demikian orang Indonesia berasal dari Taiwan, bukan dari Yunan. Tak disebutkan kedatangan orang Papua, tetapi dilihat dari sisi linguistik, wilayah Austronesia tidak bisa disamakan dengan Melayu. Austronesia hubungan lebih erat dengan orang Melanesia. Australia dengan Pasifik satu lempeng. Sedangkan Indonesia dengan Kamboja berada di wilayah Melayu. Tingkat kerumitan bahasa, struktur tata bahasa yang ada di atas tanah Papua jauh lebih rumit dan lengkap, berbeda dengan bahasa Indonesia. Dengan demikian, dari sisi bahasa pun, bahasa-bahasa yang ada didalam suku-suku diatas tanah Papua, jauh lebih dari tua dari pada bahasa-bahasa lain. Contoh dalam bahasa Indonesia: “Dia pergi ke pasar”. Dia siapa tidak jelas. Tetapi bahasa-bahasa di Papua, dia siapa sudah jelas, perempuan atau laki-laki yang pergi ke pasar.

Teori ketiga, yaitu teori Out of Africa oleh Max Ingman, seorang ahli genetika dari Amerika Serikat. Dalam teori inipun disebutkan, orang Papua pertama kali tiba di Nusantara dari Afrika. Digambarkan, moyang Papua jalan kaki melewati daratan Arab, India, Malaysia, terakhir tiba di Papua. Ada kemungkinan lain, moyang Papua migrasi dengan perahu layar.

Nah, pertanyaannya adalah, apakah di negeri Yunan dan Taiwan ada orang kulit hitam seperti orang Papua atau tidak? Paling tidak akibat kawin silang atau saudaranya yang tertinggal disana pasti disebutkan dalam sejarah. Sebab tidak mungkin tidak ada bukti yang tertinggal disana.

Pertanyaan berikut, mengapa dalam mitos orang Papua yang disusun kembali oleh Benny Giay dalam buku Kargoisme di Melanesia, tidak disebutkan orang Papua berasal dari Yunan, Taiwan atau Afrika. Justru moyang Papualah yang pergi ke barat dan berjanji suatu saat akan kembali.

Jika orang Papua berasal dari Yunan, Taiwan, atau Afrika, dimanakah kapal pertama yang mereka tancapkan ketika tiba diatas tanah Papua? Dalam mithos Papua mana yang diceritakan bahwa moyang Papua berasal dari wilayah barat?

Pernyataan bahwa orang Melanesia tidak ada hubungan dengan teori Out of Africa, didukung oleh hasil ujian mtDNA oleh Gregory J.Adcock, Elizabeth S.Dennis, Simon Easteal, Gavin A.Huttley, Lars S.Jermilin, W.James Peacock, and Alan Thorne. Dalam uji mtDNA tersebut menyatakan bahwa di Australia memiliki karakteristik manusia modern yang berbeda dengan yang lainnya. Dengan kata lain bahwa manusia modern ini tercipta murni dari Australia itu sendiri yakni suku Aborigin. Suku ini sebangsa dengan bangsa Papua dan bangsa Melanesia lainnya.Referensi: http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/19406110.pdf

Siapapun dia yang akan menjawab teta-teki ini, pantas disematkan profesor gila. Sebab, sejarah penyebaran manusia hingga saat ini masih misteri dan TUHAN Allah sendirilah yang tahu. Apakah diceritakan dalam Kitab Suci, mestinya rujukannya kesana.

 

43168total visits,160visits today

Leave a Response