Now Reading
The Sword, The Gun & The Pen (Pedang, Peluru dan Pena)
0

Penulis sebagai orang beriman dan sudah sekolah mau ingatkan kepada pemerintah Republik Indonesia dan aparat keamanan TNI/Polri, Anda harus berhenti bersandiwara, berdansa-dansa dan menari-nari di atas penderitaan, tetesan darah, cucuran air mata dan tulang belulang umat Tuhan yang penyebabnya ialah Anda sendiri. Apabila Anda  terus saja bersandiwara: giliran kutuk, murka, malapetaka akan dan selalu hidup dan menjadi bagian dalam hidup para pelaku kejahatan kemanusiaan itu. 28 September 2018

  1. Pendahuluan

Mengapa penulis memilih topik artikel ini? Penulis melihat, mengamati, menyaksikan dan mengalami, bahwa pemerintah Indonesia dan aparat keamanan TNI/Polri berusaha untuk mempertahankan West Papua dengan kekerasan kekuatan moncong senjata. Ternyata, pendekatan dengan moncong senjata tidak menjadi jaminan untuk West Papua tetap dalam Indonesia.

West Papua dari Sorong-Merauke sulit dan berat tetap dalam wilayah Indonesia.  Karena semua kejahatan Negara dan aparat keamanan selama 57 tahun terbuka dimana-mana dengan berbagai cara dan saluran.

Rakyat dan bangsa West Papua tidak selamanya menangis dan berjuang sendiri dalam menanggung beban penderitaan, tekanan akibat pendudukan dan penjajahan Indonesia yang berwatak dan berkultur militer. Rakyat Indonesia dan komunitas Internasional sudah, sedang dan terus berdiri bersama rakyat dan bangsa West Papua dalam spirit solidaritas, kesetaraan dan kemanusiaan.

  1. The Sword and The Gun

Dalam pendahuluan sudah dijelaskan, West Papua dirampok, diduduki dan dijajah dengan kekuatan pedang, senjata (the Sword and the Gun).  Pendekatan ini melahirkan penderitaan panjang umat Tuhan di West Papua. Ada cucuran air mata dan tetesan darah yang tidak pernah berhenti di tanah leluhur mereka. Tulang belulang umat yang dibantai berserakkan dan menghiasi tanah West Papua dari Sorong-Merauke.

Pemerintah RI dan aparat keamanan berusaha dengan berbagai macam pendekatan, tapi persoalan paling mendasar yang mereka lupa dan sedang hadapi.

Pemerintah RI dan aparat TNI/Polri sedang berhadapan dengan kutuk, murka dan malapetaka yang mereka tabur selama 57 tahun.  Momok yang sangat menakutkan yang belum disadari pemerintah dan aparat TNI/Polri, yaitu:

“Tetesan darah, cucuran air mata, tulang-belulang dan penderitaan orang-orang tidak bersalah, pemilik tanah leluhur yang dibantai atas nama keamanan nasional.”

Penulis sebagai orang beriman dan sudah sekolah mau ingatkan kepada pemerintah Republik Indonesia dan aparat keamanan TNI/Polri, Anda harus berhenti bersandiwara, berdansa-dansa dan menari-nari di atas penderitaan, tetesan darah, cucuran air mata dan tulang belulang umat Tuhan yang penyebabnya ialah Anda sendiri. Apabila Anda  terus saja bersandiwara: giliran kutuk, murka, malapetaka akan dan selalu hidup dan menjadi bagian dalam hidup para pelaku kejahatan kemanusiaan itu.

Solusinya sederhana saja. Lepaskanlah dan biarkan rakyat dan bangsa West Papua berdiri sendiri sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Dengan demikian kutuk, murka dan malapetaka menjauh dari Anda. Kemarahan dan angkara/marah, amukan dari penderitaan, tetesan darah, cucuran air mata, tulang belulang yang berserakkan di West Papua tidak akan menimpa Anda.

  1. The Pen

Pemerintah RI dan aparat TNI/Polri angkat pedang dan senjata untuk membantai umat Tuhan di West Papua. Sebaliknya, rakyat dan bangsa West Papua angkat pena (the pen) untuk mengakhiri penderitaan, tetesan darah, cucuran air mata rakyat dan bangsa West Papua.

Umat Tuhan di West Papua tidak sendiri angkat pena (the pen) tapi orang-orang yang bernurani kemanusiaan berdiri disisi umat Tuhan di West Papua yang sedang menangis. Mereka katakan: “Kami bersamamu, janganlah Anda menangis.”

3.1. Angkat Pena Demi Dialog Papua (Dr. Neles Kebadabi Tebay).

3.2. Papua Road Map (Dr. Adriana Elizabeth, Dr. Muridan dkk).

3.3. Merdeka And Morning Star (Dr. Jason MacLeod)

3.4. Hidup dan Karya John Rumbiak (Dr. Benny Giay)

3.5. Tindakan Pilihan Bebas (P.J. Drooglever)

3.6. The Incubus of Intervention (Dr. Greg Poulgrin)

3.7. See No Evil (Maire Leadbeater)

3.8. Sekurisasi Papua (Imparsial).

3.9. Ethnograpgy of a Colonial Present in West Papua (Dr. Veronika Kusumaryati)

3.10. Masih banyak peluru-peluru canggih yang tidak disebutkan dalam list ini.

Semoga berguna dan ada pencerahan bagi Anda. Waa

 

Ita Wakhu Purom, Jumat, 28 September 2018; 07:11AM



52376total visits,2visits today

Leave a Response