Now Reading
Bolehkah Partai Lokal Hadir Selamatkan Bangsa Papua? (Cerpen/2)
0

Cerita Pendek Rombongan Konstantinopel


Benar ibu Tina. Otsus Papua ini identik dengan istilah dana otsus. Orang bilang lambang daerah, deper daerah, polisi daerah dan lain lain bahkan ada yang bertanya, itu nama binatang ka? Terdengar dimana mana hanya dana otsus, dana otsus. Sementara dilapangan 0% pembangunan yang dikerjakan dengan dana Otsus. Konstan


Undang Undang Otonomi Khusus memberikan peluang sebesar besarnya kepada Aceh dan Papua untuk mengatur daerah sesuai kebutuhan sejarah budaya masyarakat setempat. Disana tergantung nyali Gubernur dan para bupati, DPR Papua, civitas akademika dan lebih utama Majelis Rakyat Papua sebagai lembaga tertinggi diatas tanah Papua untuk mengejewantahkan amanat Uu Otsus ditengah masyarakat.

Di Aceh, kekhususan yang diberikan Undang Undang Otonomi Khusus sedikitnya membawa dampak positif terhadap proteksi manusia dan tanah di wilayah pintuh Mekah tersebut. Sekalipun Tsunami 26 Desember 2004 telah meluluhlantahkan infrastruktur dan psikologi masyarakat setempat, namun semangat intelek, pemerintah dan politikus NAD sangat nampak dalam penerapan Uu Otsus di berbagai lini kehidupan.

Hal yang sungguh positif adalah munculnya partai-partai lokal dengan nama dan lambang partai mewakili wilayahnya masing-masing. Dengan harapan, partai-partai lokal ini bisa salurkan aspirasi yang dibungkam dan tak pernah dirasakan masyarakat pribumi.

Ini daftar nama nama partai di Aceh: Partai Aceh Aman Seujahtra (PAAS), Partai Daulat Aceh (PDA), Partai Suara Independen Rakyat Aceh (SIRA), Partai Rakyat Aceh (PRA), Partai Aceh (PA), Partai Bersatu Aceh (PA).

Di Papua, baru setelah 18 tahun, senator adat Papua Jhon Gobay menyodorkan sejumlah rancangan Perdasi, diantaranya Perdasi tentang Pertambangan Rakyat, Perdasi tentang Pangan Lokal dan Pedagang OAP, Perdasi tentang Perlindungan Nelayan Papua. Sedangkan Raperdasus tentang Masyarakat Adat Papua masih dibahas oleh MRP.

Jhon sendiri sedang menyiapkan beberapa regulasi untuk kepentingan masyarakat adat Papua antara lain rancangan Perda Penanganan Konflik Sosial di Papua, Pengelolaan Kehutanan di Papua, Penyelesaian Pelanggaran HAM, Perlindungan Keberpihakan dan Pemberdayaan Buruh OAP di Prov Papua, Perlindungan dan Pengembangan Danau-Danau di Papua.

Dan yang lebih penting dari semua rancangan Perda, Perdasi dan Perdasus, Jhon siap mengusulkan pentingnya revisi Undang undang Otsus (judicial riview) pasal 28 ayat 1 dan ayat 2 agar memudahkan pengusulan Perdasi. Diantaranya perdasi tentang Partai Lokal yang sedang diributkan rombongan Konstantinopel cs di pasar Hamadi.

Tina: Saya biasa tanya-tanya dalam hati, kenapa kitong pu Gubernur, Tinal, Deper Profinsi, bupati-bupati dan terutama Majelis Rakyat Papua, kok selama 18 tahun ini cuma iklan telivisi stop jual tanah.

Di Aceh, negeri yang sangat jauh, terdengar mereka punya partai lokal, mereka punya lambang daerah, dan lain lain sebagaimana diatur Undang – Undang Otonomi Khusus bagi Aceh, pintu agama Islam. Apa yang terjadi di tanah Papua, Opel Poro bibi.

Opel:  Tina biawak, sebut nama orang baik-baik. Ko tanya Konstitusi, eh,,, om konstan.

Konstan: Benar ibu Tina. Otsus Papua ini identik dengan istilah dana otsus. Orang bilang lambang daerah, deper daerah, polisi daerah dan lain lain bahkan ada yang bertanya, itu nama binatang ka? Terdengar dimana mana hanya dana otsus, dana otsus. Sementara dilapangan 0% pembangunan yang dikerjakan dengan dana Otsus.

Tidak ada bahasa lain yang saya dengar dari Otsus. Dong bilang perdasi perdasus ini juga bahasa baru yang saya dengar. Apalagi partai lokal. Tra berani dong bikin parlok, sekalipun Otsus Aceh bisa lahirkan sekian belas partai lokal, tapi parlok Papua tunggu ayam jantang berkokok.

Sarjana sarjani kita semua pada kemana? Besok Pebebe suruh hitung ulang baro semua bingun, karena parlemen sudah dikuasai asing.

Opel: Otsus itu Undang Undang, lebih tinggi dari aturan aturan lain seperti peraturan presiden, instruksi presiden, peraturan menteri yang selama ini seenaknya dong atur Papua dari Jakarta. Seakan-akan Otsus itu surat kaleng yang bisa ditendang sana sini oleh anak-anak di pinggir sungai Rio Grime.

Tina: Maksudnya?

Konstan: Iya. Jakarta sudah kasih kekhususan bagi Papua, tapi ekornya dong pegang dan atur atur dari Jakarta. Ada apa dibalik itu?

Tina: Brarti jang bilang otsus bagi Papua. Tulis saja, ekor panta Jakarta yang dong kase serong kesini.

Opel: Haaa,,, tin, ko lagi. Pas tuh…

Konstan: Bodoknya sarjana sarjani Papua disini gantung gelar master, doktoransus, esos, es ip, tapi tidak pernah bicara bagaimana tegakkan Otsus di tanah Papua. Tidak pernah mereka bicara polisi lokal, lambang lokal, jaksa lokal, partai lokal sebagaimana diatur Undang undang Otus yang lahir 2001 silam itu.

Tina: Aaa,,, nanti tunggu kita merdeka saja. Tunggu hasil ruar negeri dong kase naik berita apa di facebook.

Konstan: Syoo dong di luar sedang menderita kedinginan, kalian didalam sante baku rebut jabatan otsus bakalai sampae baku bunuh. Orang Papua punya otak mati disitu sudah.

Opel: Kaka Kons, saya dengar, pembangunan di Papua dong bangun pakai manik manik Dau dan Dak. Sedangkan dana Otsus dong pakai foto dau dan baku ator dengan bepeka, kapeka dan tipikor.

Konstan: Sekarang justru lahan empuk bagi penegak hukum akibat konsep visi misi hilang di 100 hari kerja.

Trada pejabat dan masyarakat Papua yang kejar bepeka, kapeka, tipikor dengan anak panah. Hantam mereka ditengah jalan pakai busur dogiyai. Sebab dorang inilah bikin banyak pejabat Papua yang mati bodoh bodoh dalam penjara.

Uang negara, uang rakyat habis hanya untuk bayar bayar dorang.

Opel: Ko bisa?

Konstan: Pejabat Papua gengsi diperiksa Bawasda yang ada dekat mereka.

 



 

2047total visits,2visits today

Leave a Response