Now Reading
Muhai, Memperjuangkan Banyak Proyek Pusat Demi Pembangunan Diatas Tanah Papua
0
Overview
Muhammad Yudi Kotouky

Tommy Hutomo Mandala Putra

Yehuda Gobay

Agus Zonggonauw

Komarudin Watubun

Ruben Magay

Marthen Rante T

Rating
Our Rating
User Rating
Rate Here
Muhammad Yudi Kotouky
100%
82%
Tommy H Mandala Putra
91%
66%
Yehuda Gobay
100%
63%
Agus Zonggonau
89%
80%
Komaruddin Watubun
87%
73%
Ruben Magay
100%
74%
96%
Our Rating
73%
User Rating
5 ratings
You have rated this

Bersama Kita Membangun Papua Sejahtera

…….Muhammad Yudi Kotouky berhasil menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari Dapil Papua setelah memperoleh salah satu suara tertinggi perorangan di Pemilu 2014 yaitu 102.536 suara. Kotouky adalah seorang pedakwah Islam sejak muda dan pendiri dari Pondok Pesantren Asy-syafi’iayh Nabire, Papua. Kotouky juga menjabat sebagai Dewan Pembina Masyarakat Muallaf di Kabupaten Dogiyai, Papua.

Muhhammad Yudi Kotouki yang sering disapa dengan nama Muhay ialah kader lama dari Partai Keadilan Sejahtera merupakan putra asli tanah Papua yang sekarang aktif di DPR RI pusat Komisi VII – Energi Sumber Daya Mineral, Riset & Teknologi, Lingkungan Hidup. Muhay merupakan sosok Papua asal Nabire yang kembali mencalonkan diri mewakili Papua. Selama menjadi anggota DPR RI, Yudi berhasil melobi berbagai proyek dari pusat untuk pembangunan di daerah asalnya, tanah Papua. Salah satunya sedang dinikmati masyarakat Nabire yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) yang terletak di Kalibobo.

Yudi dan kawan-kawan dari Komisi VII yang menangani bidang Energi Sumber Daya Mineral, Reset & Teknologi, Lingkungan Hidup juga berhasil mendorong dan mengawal pemasangan listrik ke 74 desa di Papua dengan total investasi Rp 1,34 triliun. “Kalau kami tinggal diam, pasti pindah ke daerah lain. Lagi pula karena listrik adalah kebutuhan mendasar, maka rakyat Papua hidup dalam terang dan sejahtera”, bisik Yudi yang jarang berbicara.

Profil Muhhamad Yudy Kotouky


Muhammad Yudi Kotouky berhasil menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari Dapil Papua setelah memperoleh salah satu suara tertinggi perorangan di Pemilu 2014 yaitu 102.536 suara. Kotouky adalah seorang pedakwah Islam sejak muda dan pendiri dari Pondok Pesantren Asy-syafi’iayh Nabire, Papua. Kotouky juga menjabat sebagai Dewan Pembina Masyarakat Muallaf di Kabupaten Dogiyai, Papua.

Salah satu bukti nyata bantuan pemerintah pusat kepada Pemerintah Kabupaten Dogiyai Papua yang diperjuangkan Yudy Mohhamad Kotouky diserahkan awal bulan maret 2019. Muhai juga beberapa bulan lalu sempat menghadirkan batuan berupa 4 unit truk sampah untuk Dinas Sosial Kab Dogiyai Papua. (foto dr Eligius Tebay)

Di 2014-2019, Kotouky bertugas di Komisi II yang membidangi pemerintahan dalam negeri & otonomi daerah, aparatur & reformasi birokrasi, kepemiluan dan reforma agra

ria. Pada April 2016, ia dipindahkan bertugas di Komisi VIII sebagai anggota.

Yudi selesai di SMA Negeri Wamena, Papua pada tahun 1989. Sejak kuliah aktif di organisasi ke Islaman. Ia sempat bergabung di Himpunan Mahasiswa Islam di Semarang. Kemudian Kotouky mendalami ilmu keIslamannya dari Dr. Zamaksyari Dhoifer, guru besar Universitas Sains Al Qur’an (UNSIQ) di Wonosobo, Jawa Tengah. Setelah selesai berguru di Wonosobo, Kotouky rajin berdakwah dari satu pedalaman ke pedalaman yang lain sampai dia berhasil mendirikan satu pesantren di Nabire, Papua.

Di 2013 Kotouky bergabung dengan PKS dan menjadi Calon Legislatif dari Dapil Papua dan terpilih dengan suara terbanyak di Pemilu Legislatif 2014. Kotouky mencatat sejarah di era reformasi bahwa PKS memperoleh 1 kursi dari Papua.

Pada 7 Maret 2018 Yudi tidak lagi bertugas di Komisi 8 yang membidangi agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan dan mulai bertugas di Komisi 7 yang membidangi energi sumber daya mineral, riset dan teknologi, serta lingkungan hidup.

Pada 20 Juni 2016 – Yudi pernah meminta penjelasan dari Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Dirjen Linjamsos) terkait anggaran program Keserasian Sosial yang cukup tinggi. Yudi juga menanyakan progres pelaksanaan dari UU No. 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Terkait pemekaran wilayah di tanah Papua yang setiap hari bermunculan di kantor DPR RI, Yudi berpendapat, sebaiknya dimusyawarahkan kembali sebelum pemekaran. Yudi menilai setiap pemekaran wilayah itu perlu disampaikan kembali ke induk pusat sebelum melakukan pemekaran.

 

1359total visits,1visits today

Leave a Response

Muhammad Yudi Kotouky
Tommy H Mandala Putra
Yehuda Gobay
Agus Zonggonau
Komaruddin Watubun
Ruben Magay