Now Reading
Tokoh Papua Desak Polda Pulangkan Rombongan JUT dari Tanah Papua
0

tolak radikalisme agama dari atas Tanah Papua

…….“Apapun alasan, JUT bersama rombongan harus keluar dari tanah Papua. Kami minta Polda Papua hukum seberat-beratnya atas penganiaan terhadap keluarga Niki di Koya Barat dan setelah itu pulangkan rombongan ini dari tanah Papua. Ini bukan Negara teroris dan pelihara teroris, apalagi diatas tanah Papua. Ini negara Pancasila sebagai landasan moral bangsa, mengapa mau budidayakan mereka diatas tanah damai ini”, ujar Frans Kedeikoto (30/2).

Tragedi Koya Barat Kecamatan Muara Tami Jayapura yang menyebabkan penganiayaan dan pengrusakan rumah Hanock Niki oleh 7 orang pimpinan Ustaz Jafar Umar Thalib mendapat kecamatan dan kritikan dari berbagai kalangan. Sejumlah tokoh agama, wakil rakyat, tokoh adat dan tokoh pemuda mendesak agar Polda Papua yang baru, Irjen Pol Martuani Sormin memulangkan rombongan Jut keluar dari tanah Papua.

“Apapun alasan, JUT bersama rombongan harus keluar dari tanah Papua. Kami minta Polda Papua memberikan hukuman yang seberat-beratnya atas penganiaan terhadap keluarga Niki di Koya Barat dan setelah itu pulangkan rombongan ini dari tanah Papua. Ini bukan Negara teroris dan pelihara teroris, apalagi diatas tanah Papua. Ini negara Pancasila sebagai landasan moral bangsa, mengapa mau budidayakan mereka diatas tanah damai ”, ujar Frans Kedeikoto (30/2), mantan aktifis Papua yang pernah mempertanyakan kekerasan di tanah Papua.

Beberapa tokoh gereja pun mendesak agar rombongan teroris itu harus dipulangkan ke kampong halaman mereka, dan tidak boleh tinggal dan menetap diatas tanah Papua. PAM GKI Papua bersama Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt Andrikus Mofu melakukan rapat bersama, dan bertemu POLDA Papua menyampaikan aspirasi terkait kejadian di Muara Tami Kerom. Pihaknya mendesak Polda untuk proses pelaku, dan tidak mau kejadian ini meluas dan terulang kembali di kemudian hari. Jika memang benar pelaku berasal dari rombongan yang selama ini diwaspadai, maka, hendaknya pihak keamanan tidak memelihara mereka diatas tanah Papua.

Dihadapan pers Pdt Mofu yang berdampingan dengan Polda Papua meminta kepada warga untuk menahan diri. Polisi akan bekerja siang malam untuk menangkap pelaku.

Sementar itu, tokoh gereja dari Diakonat Moanemani, Hengky Kegou berkomentar, MRP, Pemprof Papua, DPRP Papua segera seriusi tangani kasus Koya Barat.

“Latar belakang JUT sudah terbukti telah melakukan keonaran di beberapa tempat di Indonesia. Sebaiknya mereka yang sudah ditangkap diberi hukuman berat dan melarang kelompok ini ada di Papua termasuk Papua barat”, tulisnya.

Menurutnya, daerah itu berpotensi muncul masalah-masalah primordial, maka negara mesti waspada, apalagi menempatkan bekas komandan jihat, yang suatu waktu bisa menimbulkan masalah sara yang lebih besar dan warga yang tidak bersalah menjadi korban.

Anggota DPRP Papua dari unsur adat, Jhon Gobay lewat press release yang dikirim ke redaksi mengutuk keras pelaku kekerasan di wilayah Koya yang berdekatan dengan Kabupaten Kerom. “Tanah Papua adalah tanah damai. Kerukunan antar umat beragama sudah terjalin lama. Di media manapun anda tak akan pernah membaca perang antar agama diatas tanah Papua, dan jangan bermimpi. Kecuali masalah politik. Oleh sebab itu, saya mewakiliki seluruh masyarakat adat diatas tanah Papua meminta agar coret semua orang-orang yang berkeliaran diatas tanah Papua atas nama terorisme “, tulisnya dalam nama keras.

Jhon mengatakan, umat muslim dan Kristen diatas tanah Papua tolak mentah-mentah aliran-aliran kekerasan yang tidak pernah diajarkan agama manapun di dunia. “Mewakili lembaga adat tanah Papua dan DPR meminta agar Negara jangan coba-coba pelihara orang-orang yang berpotensi merusak tatanan persaudaraan diatas tanah Papua, terutama tatanan kehidupan umat nasrani dan muslim. Cukup terjadi di Ambon, Jakarta atau daerah-daerah lain di Indonesia. Jangan terjadi diatas tanah Papua”, ujarnya.

Kata Jhon, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua, dan tokoh-tokoh muslim diatas tanah Papua, tahun lalu sudah tolak kehadiran JUT di tanah Papua. Pihak MRP tanah Papua pun sudah mendukung dan menindaklanjuti aspirasi, tetapi mengapa Negara masih memelihara rombongan yang menganut aliran yang dilarang negara. Oleh sebab itu, sebelum terjadi  hal-hal yang tidak diinginkan bersama, sebaiknya pihak berwenang secara paksa pulangkan rombongan JUT ke kampong asal mereka. (swp)

12187total visits,1visits today

Leave a Response