Now Reading
Taruatune dan Kebangkitan Musik Rakyat Papua di Wilayah Meuwodide
0

Taruatune dan Kebangkitan Musik Rakyat Papua di Wilayah Meuwodide

……. jika pemerintah daerah selalu menggunakan istilah “potensi daerah” maka ada dua potensi, yaitu potensi alam dan sejarah, termasuk keindahkan alam seperti danau dan perbukitan yang bisa dijadikan pusat kunjungan wisata, dan potensi kedua yaitu bakat atau  talenta yang dimiliki masing-masing orang. Ada talenta menulis, talenta berbicara, talenta penelitan, talenta pendakian, talenta berdoa, talenta mengajar, talenta bermain guitar dan lain-lain.

Perlu diakui bahwa kebangkitan musik rakyat di tanah Papua sudah semakin menurun. Tidak ada lagi group-group musik yang menerbitkan album-album berkhasanah Yospan, Balengan, Lemon Nipis atau lagu-lagu daerah lain. Bagaimana membangkitkan, dimulai dari mana sudah jarang dan tak pernah didiskusikan, diseminarkan, dievaluasikan oleh Dewan Kesenian Tanah Papua, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Papua, Dinas Pariwisata, Museum Antropologi Jayapura, atau Expo Waena. Banyak lembaga yang menangani seni dan budaya, tetapi dilapangan, tak menimbulkan angka progress positif adanya kebangkitan seni budaya Papua.

Tidak hanya album, di hamparan pegunungan dan pesisir pantai, sudah tidak terdengar lagi lagu Mambesak, Saireri, Yaromba atau Winggemi di toa-toa diatas pohon atau atap rumah. Justru lagu-lagu remix patola yang meraja liar dikalangan remaja. Apakah kemudian, dilema seperti ini dipersalahkan kepada seniman, sejauh mana singkronisasi program antar lembaga, dinas dan badan? Bagaimana dengan dana otonomi khusus yang diatas kertas hanya dikhususkan untuk gereja, adat dan mama-mama, sementera seni budaya dianak tirikan. Padahal seni budaya adalah anak kandung dari adat yang bisa berdiri sendiri untuk memperkaya khasana budaya dan adat istiadat itu sendiri.

Wartawan Koran jubi.co.id, Abeth Amoye You mengakui kebangkitan musik rakyat Papua di kalangan pegunungan tengah Papua, sangat tinggi diawal tahun 2000 an. Antara lain ditandai dengan munculnya kelompok musik Taruatune pimpinan Bazri Warfete, Edmar Ukago dan teman-temannya. Akan tetapi kemudian hari pengembangan dan perhatian dibidang musik semakin menurun karena dua hal, yaitu munculnya music-musik aliran baru (rab-rab reggae Amerika) yang sedang membumi dikalangan generasi muda bersama tarian Patolanya, dan yang kedua adalah perhatian pemerintah daerah yang sungguh sangat kurang terhadap pengengbangan bakat dan minat dibidang musik.

Menurutnya, jika pemerintah daerah selalu menggunakan istilah “potensi daerah” maka ada dua potensi, yaitu potensi alam dan sejarah, termasuk keindahkan alam seperti danau dan perbukitan yang bisa dijadikan pusat kunjungan wisata, dan potensi kedua yaitu bakat atau  talenta yang dimiliki masing-masing orang. Ada talenta menulis, talenta berbicara, talenta penelitan, talenta pendakian, talenta berdoa, talenta mengajar, talenta bermain guitar dan lain-lain. Disini, tinggal bagaimana menfokuskan dan mau mulai dari mana agar kandungan potensi yang dimiliki alam dan manusia itu bisa dikelolah sedemikian rupa agar pada saatnya bisa mengharumkan nama daerah, terutama harga diri bangsa Papua.

“Jika tidak, maka manusia Meuwo menjadi hamba “duit”, dipermainkan “duit” dan tak akan pernah menghasilkan sesuatu di dunia nyata”, ujar Amo yang sekarang ingin menjadi wakil rakyat dari partai Golkar di Kabupaten Paniai.

Katanya, kemunduran juga sedang terjadi karena egosentrisme pejabat daerah dan intelek yang sungguh sangat berlebihan. “Bahkan egoisme yang terbangun sekarang sungguh sangat primitif”, ujarnya.

“Kita ambil contoh, bapak Ausilius You, sudah menjadi pejabat daerah, tetapi bisa bergaul bebas hingga kalangan bawah. Pada jamannya (1980-an) ia pernah orbitkan Tune Mana beberapa edisi. Hal ini perlu diapresiasi dan diberi penghargaan setinggi-tingginya bahwa, ternyata tradisi jukulele Mambesak bisa berpengaruh luas dikalangan Papua dan kemudian muncul group-group baru seperti Yaromba, Saireri, Adari dan lain-lain. Dari wilayah Meuwo setelah lagu “Dou Mi Dou” bisa tembus dapur rekaman Mambesak, muncul group musik Tune Mana asuhan Hubert Kudiai dan Ausilius Youw, group Bobaigo asuhan Herman Ginuni, Tota Mana pimpinan Yunus Pekei dan lain-lain” Abeth

Kebangkitan Tune Mana dan beberapa group lain semakin redup ketika muncul aliran music-musik baru dan juga dinamika politik pemerintahan yang semakin tinggi. Perhatian pemerintahan sangat kurang akibat egosentrisme daerah dan juga muncul pemimpin-pemimpin daerah kurang paham soal potensi daerah, terima bidang seni budaya dan olaharga.

Abeth Amoye You sempat memberi apresiasi kepada kelompok Taruatune di media social. Kelompok musik  pimpinan Basri Warfete itu ditumpangi oleh Edmar Ukago, Hagar Maday, Helly Weror, dan melodikus Auleman Pekei. Mereka melahirkan sejumlah hit yang tak bisa dilupakan seperti “Ani Uwine”, “Dobyo Yoka”, “Jambrir Wenum” dan lain-lain.

Dalam wawancara dengan media ini, Abeth mengakui bahwa Taruatune merupakan kebangkitan musik rakyat Papua setelah Mambesak, Yaromba, Saireri, Tune Mana, Tota Mana, atau Paniai Group pimpinan Yance Rumbino. Hanya saja, dirinya sering sedih perhatian khusus di era Otonomi Khusus sudah jarang dan tak pernah ada. Rezim ganti rezim, generasi ganti generasi, cuma ada tertinggal beberapa produser seniman yang masih terpahat di hati rakyat Papua seperti tuan Ausilius You untuk Tune Mana, Marthen Luther Rumadas untuk AMPI Band, Dirk Ayamiseba untuk Black Brothers, Antropologi Uncen untuk Mambesak, Yan Ayomi untuk beberapa group music di Saireri seperti Yaromba, dan lain-lain. 

Dirinya, ingin maju DPRD Kabupaten Paniai, sedikitnya ingin bersuara mewakili rakyat, terutama rakyat seni budaya untuk tetap diperhatikan pemerintah, agar dengan kemampuan yang mereka miliki, bisa mengangkat potensi daerah, nama baik daerah ditingkat local, regional maupun di level yang lebih tinggi. Dirinya hanya berpikir bagaimana menggalang semua kalangan untuk mengangkat potensi daerah yang ada di daerah kota tertua di tanah Papua, yaitu wilayah Kabupaten Paniai.

Lebih Jauh Mengenal Abeth Amoye Youw

765total visits,1visits today

Leave a Response