Now Reading
Membangkitkan Kembali Roh Jodefo Melalui BUMD Pangan Lokal di Papua
0
Membangkitkan Kembali Roh Jodefo Melalui BUMD Pangan Lokal di Papua

JOHN NR GOBAI (ANGGOTA DPR Papua)

Pengantar

Pangan lokal adalah pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat sejak leluhur baik pangan yang memiliki nilai spritual dan ekonomi. Di papua yang dipahami sebagai pangan lokal adalah Ubi, Keladi, Sagu, Gumbili,Ikan,Pinang, Sayur-sayuran. Kini masyarakat Papua telah menjual pangan lokal dan telah menjadi sumber pendapatan mereka, namun mereka masih kesulitan dengan pasar, transportasi dan penampungan, oleh karena itu harus menjadi pekerjaan rumah Pemerintah dengan cara yang paling aman adalah membentuk BUMD agar dapat melakukan usaha seperti yang pernah dilakukan oleh JODEFO.

Cerita tentang Jodefo

Menurut, Alex Runggeary,dalam tulisannya berjudul, JDF; SANG PRIMADONA YANG MATI SURI, Operasi JDF adalah “memperkenalkan rakyat Papua ke Pasar”. Semua pembiayaan JDF bertujuan untuk mendorong dan memperkuat kegiatan ekonomis yang dapat menghasilkan.

Usaha lain yang menjadi andalan JDF adalah usaha perdagangan komoditi. Kakao, Karet dan Kopra. JODEFO adalah anak perusahaan JDF untuk menangani perdagangan komoditi. Biji kakao kering yang diolah oleh JODEFO diekspor keluar negeri. Karet dan Kopra dipasarkan dalam negeri. Operasi JDF/JODEFO melintas batas-batas administrasi Pemerintahan dari Kepualauan Raja Ampat-Sorong sampai Mindiptana pedalaman Merauke. Dari Tanjung Bombarai Fak Fak sampai ke hulu sungai Grime di Genyem. Biak-Numfor-Padaido-Korem-Warsai, Serui-Randawaya-Menawi-Konti, Manokwari-Ransiki dan Nabire adalah daerah daerah-daerah yang sudah termasuk dalam kawasan yang disebutkan diatas.

Wamena dengan proyek Kopi dan sayur mayur yang dikelola dengan prinsip Bio-Product. JDF menempatkan seorang tenaga ahli dari Jerman khusus untuk menangani ini. Produk sayur petani Lembah Baliem dibeli dan dikirim ke PT Freeport Indonesia pakai Dakota.

Rakyat tidak perlu kemana-mana mencari nafkah, tetap bekerja dikebun atau ladang dan peternakannya. Diatas tanah sendiri saya perlu tekankan diatas tanah sendiri dan pohon sendiri apakah karet, kakao atau kopra. Penyuluh lapangan JDF akan setia datang berkunjung sesuai jadwal yang telah ditentukan. Membeli kopra, karet dan biji kakao basah. Semua transaski pembelian komoditi dari petani dilakukan dengan “uang tunai”.

Dengan model pelayanan seperti ini rakyat Papua pada masa itu betul-betul menikmati hasil jerih payahnya sendiri. Keringat yang mengalir setiap hari terbayar “tunai”. Saya tidak bisa klaim sepihak keberhasilan ini tetapi dapat ditanyakan langsung dan dikonfirmasikan ke petani yang saya percaya dan yakin belum semuanya sudah meninggal.

Penutup

Dengan adanya Perdasi tentang Pangan Lokal yang telah disusun dan diajukan oleh DPRP sebagai inisiatif DPRP dan telah ditetapkan oleh Gubernur Papua dengan persetujuan DPR Papua, diharapkan dengan adanya Dana Otsus dapat dihidupkan kembali apa yang pernah dilakukan oleh JODEFO diwaktu lalu, melalui adanya BUMD Pangan lokal, yang menjadi tempat masyarakat menjual pangan lokalnya, masyarakat tidak perlu lagi jual berjam-jam dipinggiran jalan atau dipasar, BUMD kemudian bertugas mengemas dan menyalurkan kepada konsumen, ini harus menjadi upaya kita bersama agar masyarakat papua dapat bangkit, mandiri dan sejahtera, karena telah mendapatkan kepastian usaha tentang pasar, transportasi, penyaluran dan gudang penampungan serta pendidikan dan pelatihan.

395total visits,4visits today

Leave a Response