Now Reading
Tafsir Kekuasaan (2 Habis)
0

Tafsir Kekuasaan (2 Habis)

by adminJanuary 23, 2019
TAFSIR KEKUASAAN (2 HABIS)

Khalifah ke empat Amirul Mukminin Sayidina Ali Bin Abi Tolib baru mengakhiri perang Nahrawan. Perang khalifah Islam melawan kaum Khawarij. Kaum yang tabiatnya mirip kampret di Indonesia.  Kampret kalah. Dari mereka tersisa hanya hitungan jari. Mereka lari dan dibiarkan.

Kita diajak untuk fokus pada siapa yang menggunakan mereka. Ini yang lebih penting. Mereka tak lebih dari hanya alat, yang dipakai oleh yang membuat, memelihara dan menggunakan mereka. Ribuan trilyun diinvestasi untuk ini. Kita jangan lengah terhadap yang selama ini mendanai dan memanfaatkan mereka. Itulah musuh kita Aslih, yang untuk mewaspadainya kita tak boleh tidur.

Membebaskan Abu Bakar Baasyir atau tidak membebaskan tak perlu dibahas. Setiap presiden punya tafsir kekuasaan. Jika saja mau tawadhu sedikit setia pada NKRI, Presiden tak tega melihat usianya yang renta. Kalau keras kepala apa boleh buat. Semangat rakyat NKRI harga mati, bisa berujung dalam penjara sampai mati. Hidup memang pilihan. Tapi tiap pilihan bersama resikonya.

Gus Dur misalnya, menafsirkan lebih baik dimakzul daripada harus kong kalikong jaraham kekuasaan mengibral jatah menteri dengan partai. Ia menafsir bahwa memunggungi penderitaan rakyaat itu JAHAT. SBY menafsir, bahwa BLBI itu perlu di cairkan karena khawatir ada krisis. Entah krisis betul atau baru tebakan saja. Dalam hati siapa yang tahu, geger waktu itu kasus Century.

Presiden Soekarno juga menafsir, perlu Dekrit Presiden 1959 kalau tidak dasar negara Pancasila terancam. Soeharto juga menafsir, juga demi Pancasila. Bahwa PKI harus ditumpas ke akar-akarnya, yang di Sumatera timur tahun 1946 dan di Madiun 1948 mereka main bunuh atas nama revolusi komunisnya. Jokowi membubarkan HTI juga sama. Tapsir kekuasaan.

Jangan terlalu ngeritik keseriusan. Nanti kalau kalian jadi Presiden baru nyaho. Bahwa menjadi Presiden itu tidak gampang. Untuk melakukan sesuatu butuh pemikiran yang sangat matang. Apalagi menjelang Pilpres, apa untungnya membebaskan yang menentang NKRI.

Sudah banyak tafsir kekuasaan Pak Jokowi. Mengambil langkah divestasi sagam PT Freeport 51 persen. Ini tafsir yang sangat cerdas. Metafinansial kita akan bagus, rupiah akan disegani. Manajemen akan di tangan kita, dan pendekatan keamanannya akan ditentukan kita. Ini kabar menggembirakan buat rakyat di Papua yang diproxy selama ini. Juga blok Mahakam dan Chevron semua kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Merah Putih berwibawa. Di bidang ekononi dan percepatan infrastruktur, nilai sembilan semua.

Dibidang mengendalikan keamanan regional, Indonesia bangkit sadar tak bisa di Suriahkan. Kampret semakin ketahuan belangnya oleh rakyat indonesia. Jurus satu-satunya menebar kejahatan hoax. Rakyat sudah muax.

Dibidang falsafah Pancasila yang belum kelihatan. Pasti nanti di periode kedua.

Angkringan Filsafat Pancasila

313total visits,1visits today

Leave a Response