Now Reading
Pasti Kita Menang dan Kalahkan Musuh Jika Kita Berjuang dengan Tiga Kekuatan: Jalan Damai, Persatuan dan Menulis
0
Pasti Kita Menang dan Kalahkan Musuh Jika Kita Berjuang dengan Tiga Kekuatan: Jalan Damai, Persatuan dan Menulis

Oleh Gembala Dr. Socratez S.Yoman

1. Pendahuluan

Bagi rakyat dan bangsa West Papua yang sedang berjuang untuk pembebasan dan kemerdekaan dari kolonialisme Indonesia,  perlu mengubah cara, gaya, taktik, metode dan siasat perjuangan. Dalam artikel ini, penulis menawarkan tiga kekuatan yang perlu digunakan, yaitu pendekatan DAMAI, PERSATUAN & PENA/MENULIS. Yang jelas dan pasti: Tiga kekuatan ini tidak pernah dan tidak akan melukai hati, pikiran, dan tidak meninggung perasaan lawan. Pendekataan ini tidak akan dan tidak pernah membuat rakyat sengsara. Walaupun ada pengorbanan,  jumlahnya relatif kecil. Ikuti ulasan ini.

2. Jalan Damai

Penulis ambil contoh perjuangan Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Perjuangan KNPB ialah jalan damai, taktis, dan cerdas.  Walaupun ada pengorbanan nyawa, KNPB telah memperkenalkan Perjuangan West Papua Merdeka di berbagai penjuru dunia. Buktar Tabuni, Victor Yeimo dan alm.Mako Tabuni dengan kawan-kawan telah menjadi tokoh-tokoh hebat dan luar biasa yang meletakkan landasan perjuangan dengan jalan DAMAI dalam sejarah. KNPB benar-benar mengukir sejarah peradaban perjuangan yang beradab, bermartabat dan terhormat walau pejalan kaki, tapi mereka tidak pernah berjalan mundur. KNPB punya target dan tujuan yang jelas, yaitu West Papua Merdeka dengan jalan DAMAI.

KNPB mempunyai senjata, yaitu: kekuatan moral, taktis’  politis dan damai. KNPB layak  dinobatkan media nasional rakyat dan bangsa West Papua. Melalui jalan DAMAI, KNPB  membungkam dan mempermalukan pasukan TNI-Polri yang memiliki kekuatan perlengkapan senjata. 

KNPB dengan jalan DAMAI mengajak TNI-Polri bersama-sama dan bergandeng tangan untuk mempromosikan,  mengkampanyekan dan memperkuat  Perjuangan West Papua Merdeka pada komunitas global. 

Pdt. Dr. Marthen Luter King, Jr, menaklukkan para penguasa Amerika dengan jalan DAMAI. Nelson Mandela dan Arbishop Desmond Tutu menaklukkan Apartheid di Afrika Selatan dengan jalan DAMAI. Mahatma Ghandi menaklukkan kekuasan Inggris di India dengan jalan DAMAI. Tuhan Yesus Kristus  menghancurkan kuasa Iblis dan dosa dan kuasa jahat, kuasa kegelapan, kuasa ketidadilan, kuasa kekejaman, kuasa penjajahan dengan jalan DAMAI & KASIH.

3. Jalan Persatuan

Penulis sampaikan  contoh terbaru upaya untuk mengadu-domba dan memecah-belah persatuan rakyat dan bangsa West Papua. Dalam akun resmi penulis,  akun dengan nama Socratez Yoman, penulis membagi artikel-artikel saya.

Ada anggota akun bernama Raja Guk Guk. Dia marah besar dan caci-maki yang tidak terkendali setelah membaca artikel penulis. Dia bilang begini: “artikel-artikel pendeta cabul, pendeta setan, pendata babi,  itu hanya diterima oleh orang-orang pegunungan. Tetapi semua orang pantai tidak suka artikel pendeta cabul  dan mereka dukung dan setia pada NKRI.”

Memang belakangan ini penulis mengikuti, pemerintah, TNI-Polri kembangkan informasi bahwa yang berjuang untuk West Papua Merdeka hanya orang-orang pedalaman dan pegunungan yang belum banyak yang maju dalam pendidikan. Sementara orang-orang pantai yang sudah maju dalam bidang pendidikan dan sudah merasakan pembangunan pemerintah dan mereka tolak perjuangan West Papua Merdeka dan mereka mendukung NKRI.

Contoh terbaru ini penulis sampaikan untuk rakyat dan bangsa West Papua dari Sorong-Merauke supaya kita tidak diadu-domba dengan dikotomi Pantai dan Pegunungan. Kita harus berdiri dan memperkuat Persatuan rakyat dan bangsa West Papua dari Sorong-Merauke yang mempunyai Memoria Passionis (kenangan kolektif kepahitan dan kejahatan Indonesia).

Sudah cukup lama kita menderita, maka seluruh komponen rakyat dan bangsa West Papua, TPNPB-OPM, KNPB dan kita semua dukung PENUH lahir dan batin perjuangan dalam wadah United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).  Jika ada orang yang melawan dan berbeda sikap dengan ULMWP berarti orang itu musuh bersama rakyat dan bangsa West Papua dari Sorong-Merauke.

“Bersatu, maka kita teguh, bercerai, maka kita runtuh.”

Para pahlawan dan pejuang, orang-orang  luar biasa sebagai ‘anugerah Tuhan’ yang berada dalam TPNPB-OPM  di kota-kota,  di hutan dan di Luar Negeri dan KNPB, dan kita semua, kita sama-sama berkomitmen,  merawat, memelihara Persatuan dalam perjuangan. Pahlawan dan pejuang yang hebat, terhomat dan dicintai rakyatnya ialah mereka yang menjaga dan memperkuat Persatuan. 

Pejuang dan pahlawan yang selalu ada di hati TUHAN dan di hati rakyat ialah mereka yang mencitai PERSATUAN.

4. Pena/Menulis 

Para pejuang sejati yang penulis muliakan dan hormati, perjuangan  dengan jalan menulis merupakan kekuatan yang melebihi dan melampaui  batas-batas kekuatan senjata canggih bentuk apapun. 

Seorang ilmuwan dan penulis berkembangsaan Rusia yang membelot ke Amerika Serikat yang bernama (Varklav?) membuat Uni Sovyet berkeping-keping hanya dengan menulis sebuah buku tentang kejahatan Uni Sovyet. 

Siapa yang mau ikuti jalan ini? Anda semua bisa. Mulailah menulis. Anda mampu dan sanggup taklukkan kolonial NKRI hanya dengan ujung pena bukan dengan moncong senjata. 

Perjuangan melalui jalan menulis, banyak informasi gelap, kelam dan tersembunyi yang dibuka. Melalui pena mampu dan sanggup hancurkan dan porak-porandakan sebuah Negara sekuat apapun. Ujung penah mampu dan sanggup membawa perubahan dalam sebuah negara, masyarakat dan dalam diri seseorang. 

Ujung pena mampu  menghancurkan tembok-tembok keangkuhan dan kejahatan, maka kita dalam menulis itu harus disampaikan informasi, data, dokumen, fakta dan realitas dengan benar, adil dan jujur. 

Berjuang dengan jalan mengumumkan persoalan-persoalan berbasis kebenaran, kejujuran, keadilan, proporsional, akurat, kita dapat dan mampu meyakinkan semua orang. Melalui menulis, kita mendidik orang yang berbeda paham dengan kita. Tadinya musuh/lawan tapi bisa berbalik menjadi sahabat dan kawan karena kita menulis yang benar, jujur dan bukti-bukti  akurat.

Tulis tentang kematian Mambesak, Arnold Clemens Ap. Tulis tentang penculikan dan penghilangan Aristoteles Masoka, tulis penembakan Mako Tabuni,  Yawan Wayeni Kelly Kwalik, tulis kematian 4 siswa di Paniai 8 Desember 2014. Tulis kasus Nduga 2018. 

Tulis Wamena berdarah, Wasior Berdarah, Abe berdarah, Biak berdarah dan masih banyak, bahkan ribuan kasus kekejaman kolonial Indonesia di West Papua selama 57 tahun.

Mari, kita TOLAK perang/ kekerasan dengan jalan DAMAI,PERSATUAN & PENA. Karena abad ke-21 ini era sudah berubah dari perang dan kekerasan sudah berubah menjadi era peradaban tinggi yang mengedepankan perjuangan dengan jalan DAMAI.

Mari, kita dukung penuh ULMWP dan peran kita masing-masing dengan memanfaatkan teknologi dan globalisasi karena semua tidak ada yang rahasia dan terrutup. 

Siapa yang berjuang dengan DAMAI, PERSATUAN dan PENA/ MENULIS, maka mereka-lah yang memenangkan pertandingan dan mereka-lah dihormati dan memiliki banyak sahabat, kawan, teman dan solidaritas di seluruh planet ini melampaui batas-batas perbedaan keyakinan iman, pandangan politik/ideologi, latar belakang pendidikan, status sosial, perbedaan etnis dan ras. 

Ita Wakhu Pulo, 18/01/2019

Dr Socrates C. Yoman

Pendeta, Akademisi dan Pejuang Hak Asasi Manusia

Pendeta Socrates Sofyan Yoman, MA, merupakan ketua Umum Gereja Baptis, berpusat di Jayapura – Papua. Dia adalah tokoh gereja lokal yang terkenal vokal terhadap sikap pemerintah. Apalagi saat Papua mengalami konflik pelanggaran hak asasi manusia. Informasi selengkapnya, klik tombol kotak biru dibawah, anda akan mengetahui informasi dan tulisan-tulisan lain dari penulis.

Selengkapnya klik disini

 

 

548total visits,1visits today

Leave a Response