Now Reading
Perbedaan Musik Etnik, Musik Rakyat dan Musik Pop diatas Tanah Papua (1)
4

Perkembangan Musik Etnik di atas Tanah Papua

……. Musik Etnik Papua adalah lagu yang dikenal dan disukai khusus oleh suku yg  memilikinya. Musik Etnik Papua berisi syair tentang pujian, nasihat leluhur,  pantun kehidupan, ungkapan syukur,  cinta, kebanggaan dan juga bahkan amarah dan kutukan. 

Musik adalah unsur bunyi yang dihasilkan dari olah vokal manusia maupun alat alat musik hingga menghasilkan suatu nada dan irama yang dapat didengar oleh indera telinga. Dalam 3 tulisan dibawah ini, saya mencoba menelusuri musik Papua berdasarkan jenisnya agar perbedaan ini menjadi jelas bagi kita terutama teman-teman yang selalu ada dalam dunia musik Papua.  Kali ini kita akan bahas khusus mengenai mengapa disebut Musik Etnik, khususnya dari Papua.

Musik Etnik Papua

Musik Etnik adalah musik yang sudah ada dan hidup bersama Orang Asli Papua (OAP) sebelum orang Papua mengenal peradaban luar. Karena itu Musik Etnik Papua disebut juga Musik Asli Orang Papua.

Musik Etnik Papua adalah lagu yang dikenal dan disukai khusus oleh suku yg  memilikinya. Musik Etnik Papua berisi syair tentang pujian, nasihat leluhur,  pantun kehidupan, ungkapan syukur,  cinta, kebanggaan dan juga bahkan amarah dan kutukan. 

Musik Etnik Papua selalu dilagukan dengan iringan  alat musik yang ada dalam setiap wilayah adat di Tanah Papua seperti tifa (daerah pesisir dan suku Ngalum di Pegununugan Bintang), Amyen (Web/Keerom), Butshake (Muyu),  Fuu (Asmat),  Krombi (Tehit,  Kepala Burung),  Kaido/Pikon (Dani, Moni & Mee),   Tabura/ Triton (daerah Saireri),  Ukaa – Tege-Tege, Mitopi,  Tekeuga  (Mee), dll. 

Musik Etnik kadang dilagukan tanpa alat musik seperti beberapa suku di pegunungan tengah Papua yang dalam penyajiannya disertai tari dan lagu dengan hiasan sesuai konsep rias menurut tiap suku dalam wilayah adat yang ada. 

Ciri ciri Musik Etnik yang paling menonjol adalah nada dalam lagu ada yang cuma tiga nada,  empat nada saja bahkan ada yg lima nada saja dari patokan baku notasi musik modern (1,2,3,4,5,6,7 / do,re,mi,fa,sol,la,si). Beberapa contoh:

1. Biak

Lagu “Wor” menggunakan 5 (lima) nada la,sol,mi,re,do (tdk ada fa dan si) bermula dari nada mi atau la (tinggi)  dan selalu berakhir dgn nada la (rendah).

2. Mee

Lagu “Ugaa” menggunakan 4 (empat) nada do, mi, sol, la (tdk ada re, fa, si) lagunya bermula dari nada  do, mi atau sol dan selalu berakhir dgn nada do.

Dan suku lain dalam setiap wilayah adat di tanah papua semuanya demikian sesuai cirinya masing masing. 

Penelitian musikal tentang nada dan irama asli dari berapa suku/ wilayah adat ada dlm beberapa catatan saya).

(karena itu bagi teman2 musisi yg mau mnnggarap dan mengkolaborasi musik etnik papua kedalam musik pop maka terlebih hrs mmperhatikan pola nada ini,  agar teman2 dpt mnghasilkan musik etnik yg enak dan tidak keluar jauh sesuai dgn nada aslinya).

Sambungan dari tulisan ini kita akan membahas tentang Musik Rakyat Papua (MRP). Semoga menjadi bahan pengetahuan bagi teman-teman di Whatsapp Group Musik Rakyat Papua.

487total visits,3visits today

4 Comments

Leave a Reply to alen Cancel reply