Now Reading
Goyang Patola Merajalela, Orang Tua dan Negara Diam?
0

Goyang Patola Merajalela, Orang Tua dan Negara Diam?

by adminDecember 29, 2018

Goyang Patola meraja lela dimana, tetapi budaya ini jarang dipantau orang tua di rumah, guru-guru disekolah. Apalagi pemerintah, yang jelas-jelas mata hatinya sudah rusak. Goyang ini, apabila dibiarkan berkembang subur di tanah Papua, maka generasi Papua lama-lama lupa diri, lupa Yospan, lupa tradisi bahkan bisa lupa etika moral leluhurnya. Heboh lagi, perempuan-perempuan amber lebih senang belajar Yospan, sedangkan anak-anak Papua, lebih senang belajar budaya Liberia Afrika itu.

#Viktor Yeimo dalam status facebook menyinggung perkembangan tersebut dan bisa merusak jati diri bangsa Papua.

Ditulis Viktor, ggoyang Patola adalah pornoaksi, yakni sebuah gerakan erotis dan sensual yang dilakukan secara tunggal atau bersama-sama, yang menimbulkan fantasi seksual terhadap penonton. Dampak budaya liberalis ini mengikis budaya bangsa Papua, dan dakendensi moral.

Kolonialisme Indonesia mengemas ini sebagai taktik kehancuran. Budaya kita distigma menganut sex bebas. Padahal, mereka mendukung goyang Patola yang berdampak pada tinggihnya kasus free sex dengan dampak HIV AIDS.

Papua tidak memiliki budaya sex bebas. Budaya Free sex itu budaya liberalis barat yang telah dicangkok dalam moral negara kolonial Indonesia, yang mengijinkan goyang ngebor hingga patola, walau KUHP Pornoaksi tegas menolaknya.

Dalam teori post-kolonial, menghancurkan budaya dn moral bangsa terjajah adalah senjata strategi penguasa penjajah.

Like

Leave a Response