Now Reading
Tiga Umpan Mematikan
0

Tiga Umpan Mematikan

by adminDecember 23, 2018

Semua umpan-umpan ini sangat jelas hanya upaya tipuan musuh untuk melemahkan bangsa Pancasila ini. Lewat berbagai model umpan yang menggiurkan, lezat untuk dimakan. Orang yang buang umpan juga sebenarnya orang yang sama yakni Sistem AntiTuhan. Bangsa-bangsa telah banyak ditipunya.

Abdul Munib

Setiap petani akan kembali menghampiri kepada apa yang ditanamnya untuk memanennya. Ada banyak yang ditanam musuh Pancasila di Republik ini. Ditanam sesamar mungkin. Seperti gambar serupa tapi tak sama. Namun ketika diperhatikan secara saksama dengan ilmu pengetahuan akan jelas. Apa-apa saja yang pernah ditanam di bangsa ini dan berpotensi merusak revolusi Pancasila. Setidaknya ada tiga umpan besar untuk bangsa ini memakannya dan berpotensi kematian bangsa ini.

Pertama, yang dijual PKI berupa umpan sama rata sama rasa. Frasa kumunisme dalam bahasa Indonesia ini telah menyilaukan sebagian rakyat. Terpikat oleh yang seolah-olah keadilan padahal bukan keadilan. Mereka rela Pancasila dihapus asal komunisme bisa merebut tampuk politik negeri bahkan jika perlu dengan kudeta. Karena makan umpan akibatnya fatal. Komunisme internasional pun runtuh, rakyat Uni Sovyet sadar mereka telah ditipu oleh konsep suci keadilan tapi realitasnya tetap saja burjuis berpesta diatas kaum buruh. Konon kampanye komunisme di Indonesia sampai menelan dana 70 trilyun rupiah.

Kedua, umpan Tinggal Landas Soeharto sebagai turunan dari ideologi materialisme kapitalisme. Rakyat percaya diujung landasan Lima Repelita bangsa ini akan tinggal landas. Sejahtera sandang, pangan, dan papan. Negara adil makmur. Tiga puluh dua tahun ditipu, hasilnya Krisis Moneter (Krismon). Benih materialisme kapitalisme ini masih kuat tertanam pada sebagian besar bangsa Indonesia yang jatuh pada individualisme dan kelas sosial dengan gap menganga. Soeharto memframing Pamcasila sebatas Moral Panvasila belaka. Sibuk ngajar moral sambil KKN. Tabiat jiwa matre pun mewabah penduduk negeri. Riba dianggap dewa penyelamat. Sumber daya alam banyak lepas ke tangan asing termasuk Freeport.

Ketiga, umpan puritanisme. Faham kebenaran tunggal wahabisme. Selama ini dibiayai Saudi Arabia telah menghabiskan dana 1000 trilyun rupiah. Besar sekali. Pantas agennya banyak sekali. Masuk lewat bantuan mesjid, pesantren wahabi, kelapa sawit Riau. Dana besar begini untuk menyebar faham pemurnian, karakter Timur Tengah yang kasar kontinental. Umpan ini juga dimakan oleh sebagian rakyat bangsa Indonesia. Umpan dibungkus seolah-olah agama.

Semua umpan-umpan ini sangat jelas hanya upaya tipuan musuh untuk melemahkan bangsa Pancasila ini. Lewat berbagai model umpan yang menggiurkan, lezat untuk dimakan. Orang yang buang umpan juga sebenarnya orang yang sama yakni Sistem AntiTuhan. Bangsa-bangsa telah banyak ditipunya.

Entah kapan yang katanya pembesar-pembesar bangsa ini berhenti sombong dengan kemampuannya sendiri tanpa berinvestasi besar menghidupkan kembali falsafah bangsanya. Agar tak makan sembarangan, seindah apapun umpan dari luar. Semoga Jokowi tidak.

Angkringan Filsafat Pancasila

Abdul Munib

Wartawan Senior Tanah Papua

Abdul Munib ialah wartawan senior tanah Papua yang sudah berkarya sejak tahun 1980-an. Pernah mendirikan Cendrawasih Pos Jayapura, kemudian mendirikan beberapa koran harian yang terbit di beberapa kota besar di tanah Papua. Sekarang menjabat Ketua PWI Provinsi Papua.Informasi selengkapnya, klik tombol kotak biru dibawah, anda akan mengetahui informasi dan tulisan-tulisan lain dari penulis. Abdul Munib

150total visits,1visits today

Leave a Response