Now Reading
Warkus Waine Tanggapi Pernyataan Bupati Soal Fitnahan di Medsos
0

Warkus Waine Tanggapi Pernyataan Bupati Soal Fitnahan di Medsos

by adminAugust 22, 2018

Karena Cinta dan Ikut Membahagiakan Rakyat Dogiyai

MOA – Pernyataan Bupati Dogiyai, terkait adanya fitnahan dan informasi tidak benar yang dikembangkan kelompok tertentu ditanggapi Markus Waine.

Dalam press release yang diterima media ini, Markus menulis, dirinya sama sekali tidak membenci dan menfitnah Bupati dan jajarannya. Tanggapan kegagalan yang sempat dirinya muat di beberapa media, beberapa waktu lalu, bukan hoax, tetapi adalah sebuah kenyataan yang sedang dialami rakyat Dogiyai saat ini.

Point kedua, Markus menulis, apa yang saya muat dlm 11 point itu, supaya pak Bupati tidak menyebarkan informasi sendiri, tetapi minimal libatkan bagian Humas atau wartawan-wartawan yang ada di Meuwodide. Disana ada Markus Youw, Amoye You, Marselus Douw, Donatus Degey, Engelbertus Degey, Phileman Keiya, Agus Tebay dan lain-lain. Kenapa tidak pakai mereka untuk wartakan dinamika pembangunan di Kabupaten Dogiyai.

Point ketiga, Markus menulis, dirinya dalam 11 point itu ingin memberitahukan kepada Bupati dan jajarannya untuk menghargai mekanisme dan tahapan-tahapan.

“Klo beliau dari awal merapatkan kami yang kalah  pasti sebagai anak daerah 11 point yang saya naikan itu tidak mungkin saya naikan”, tulisnya di point keempat.

Di point kelima, Markus menulis, dirinya tidak pernah membenci siapa saja. Dirinya hanya cintai daerah Dogiyai dimana dirinya menetap untuk menggapai Dogiyai bahagia secara bersama-sama.

Beberapa point yang dipertanyakan Markus terhadap kinerja pemerintahan Kabupaten Dogiyai,  dengan judul pemerintahan Dogiyai jangan menipu rakyat Dogiyai dengan tulisan-tulisan. Markus  mempertanyakan sidang APBD Perubahan TA 2018 yang di  buka tanggal 2 Agustus 2018 ini sudah layak atau tidak. Berapa puluh milyard APBD  Murni 2018 yang masuk dalam Silfa, yang harus di bahas DPRD Dogiyai melalui APBD Perubahan TA 2018 ini. Dana Silfa yang DPRD Dogiyai  bahas harus di publikasikan oleh DPRD kepada Rakyat Dogiyai.

“Apa bila DPRD tidak publikasikan dana silfa APBD murni 2018, Berarti Sidang APBD Perubahan TA 2018 Cacat hukum dan DPRD Dogiyai wajib di pertanyakan..” tulis Markus.

Markus juga mempertanyakan, LKPJ Bupati apakah sudah sesuai dengan fakta di lapangan atau tidak? DPRD Dogiyai  harus publikasikan. Raperda – Raperda yang Ditetapkan Bupati dengan DPRD Dogiyai tidak melalui tahapan proses Raperda.

“Jika Bupati dan DPRD mau tetapkan Raperda, tentunya harus lewat mekanisme yakni; Tahapan Penganggaran, Tahapan perancangan, tahapan penyempurnaan, tahapan studi banding, dan tahapan Sosialisasi tentang Perlu adanya perda, mulai dari Distrik ke Distrik dan dari  kampung ke kampung setelah itu baru masuk RAPERDA dan terakhir menjadi PERDA. Lahirkan sebuah perda itu tidak semudah membalik telapak tangan, artinya harus melalui mekanisme tahapan. DPRD Dogiyai bersama Bupati Dogiyai harus  bertanggung jawab apapun yang akan terjadi di tengah masyarakat setelah adanya Perda perda yang di tetapkan DPRD Dogiyai tanpa Sosialisasi ini”,  tulis Markus panjang lebar.

Lebih lanjut Markus menulis,  Raperda RPJMD yang di tetapkan Bupati dan DPRD Dogiyai. Dalam hal ini Sidang Paripurna APBD setiap TA itu di sebut Perda. dan isinya adalah : RKPD, RPJMD, RPJPD dan RENSTRA. RKPD = Program 1 Tahun. RPJMD = Program 5 tahun. RPJPD = Program 10 s/d 20 tahun. RENSTRA = Program Strategi.

“Yang jadi pertanyaannya adlah ; Program kerja Apa saja yang di tetapkan dalam RPJMD itu selama 5 tahun. Bupati dan DPRD Dogiyai harus menjelaskan kepada rakyat Dogiyai”,  tulis Markus mempertanyakan.

Dikatakan,  Bupati Dogiyai belum menepati janji Kampanyenya, karena  Tahun 2018 ini satu kegiatan  apapun tidak berjalan selama triwulan 1, triwulan 2 dan sekarang triwulan ke 3.
Kegiatan kegiatan fisik yang dananya masuk dalam dana silfa daerah itu berapa milyard yang DPRD bahas, perlu di publiksikan.

Akhir kata, tulis Markus, masyarakat Dogiyai  tidak butuh tulisan, masayarakat Dogiyai tidak butuh janji janji, masyarakat Dogiyai hanya butuh Hasil di lapangan. Masyarakat dogiyai sedang menderita, karena peredaran uang ditengah masyarakat nihil sekali selama 7 bulan lebih ini. (Ist)

Like

Leave a Response