Now Reading
Bupati Dogiyai Tanggapi Fitnahan dan Hoax di Media Sosial
0

Bupati Dogiyai Tanggapi Fitnahan dan Hoax di Media Sosial

by adminAugust 22, 2018

Stop Memfitnah Saya dan Stop Menyebarkan Berita Bohong (Hoax)

Dilaporkan oleh Donatus Donny Degey

Bupati Kabupaten Dogiyai, Yakobus Dumupa, S.Ip mengeluarkan sejumlah pernyataan penting terkait fitnahan dan berita bohong (hoax) yang menimpa dirinya di media sosial. Berikut kutipannya.

(1) Dibandingkan dengan para Gubernur dan Wakil Gubernur, Walikota dan Wakil Walikota, dan Bupati dan Wakil Bupati di Tanah Papua, saya sebagai Bupati Dogiyai yang paling aktif mengggunakan media sosial, terutama Facebook. Saya mengggunakan media sosial (facebook) dengan maksud (a) hendak belajar dan mengikuti keadaan atau perkembangan dunia; (b) hendak berkomunikasi dengan masyarakat; (c) hendak mensosialisasikan visi, misi, dan program pembangunan Kabupaten Dogiyai dan program pelayanan pemerintahan dan pembangunan secara umum; dan (d) hendak mendengarkan, mengetahui dan memahami pengaduan dan aspirasi masyarakat. Intinya, saya mengggunakan media sosial (facebook) dengan maksud yang positif dan saya mendapatkan banyak manfaat positif dari aktivitas ini. Media sosial (facebook, twitter, website dan lainnya) juga digunakan oleh banyak pejabat di berbagai negara, dengan maksud dan manfaat yang lebih kurang sama dengan saya.

(2) Selain mempunyai manfaat dan dampak yang positif, terutama bagi pejabat, media sosial juga mempunyai dampak yang negatif, antara lain (a) terjadinya penyadapan terhadap akun kita yang dilakukan oleh pihak tertentu; (b) akun kita diretas atau dibobol (hacked) oleh orang tertentu (hacker) dan digunakan untuk maksud yang negatif atau jahat; (c) kita dicaci-maki, difitnah dan di-hoax-kan oleh pihak (kelompok/orang) tertentu dengan dan untuk alasan dan kepentingan tertentu; dan (d) dampak negatif lainnya.

(3) Setelah saya dan Oskar Makai, SH terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai, banyak isu, caci-maki, fitnah, berita bohong, ujaran kebencian, dan ujaran provokatif yang bermunculan di dunia maya atau media sosial (terutama Facebook). Hal-hal itu kemudian selalu disebarkan kepada masyarakat di dunia nyata seolah-olah benar.

(3) Saya telah mengidentifikasi siapa, mengapa, dan untuk apa dilakukan semuanya ini. Secara umum hal ini dilakukan oleh dan karena (a) orang atau kelompok tertentu yang telah KALAH dalam kompetisi politik (PILKADA tahun 2017) yang akhirnya SAKIT HATI dan IRI HATI; (b) orang atau kelompok yang telah diberhentikan dari jabatan tertentu dalam pemerintahan Kabupaten Dogiyai yang akhirnya IRI HATI dan SAKIT HATI; dan (c) pihak tertentu (orang/kelompok) yang tidak suka kepada saya secara pribadi maupun tidak suka dengan aktivitas pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat di Kabupaten Dogiyai. Semuanya ini dilakukan dengan niat dan maksud yang negatif atau jahat.

(4) Pihak (orang/kelompok) yang menciptakan dan menyebarkan isu, caci-maki, fitnah, berita bohong (hoax), kebencian, dan provokasi selalu beralasan bahwa mereka melakukan kritik, padahal (a) kritik dan isu itu berbeda, (b) kritik dan caci-maki itu berbeda, (c) kritik dan fitnah itu berbeda, (d) kritik dan membenci itu berbeda; dan (e) kritik dan provokasi itu berbeda. Ciri-ciri kritik yang baik, benar, berkualitas dan bermanfaat adalah: (a) menggunakan bahasa yg baik dan benar (mudah dimengerti, sopan, dan santun); (b) harus disertai data, bukti serta alasan dan penjelasan yang akurat atas siapa dan apa yang dikritisinya (obyektif dan rasional); (c) selain mengungkap masalah, harus disertai dengan usulan solusi yang baik dan benar; (d) tidak harus berupa kecaman tetapi juga pujian; (e) harus bersifat membangun (konstruktif), bukan bertujuan utk menjatuhkan pihak yang dikritik; (f) tidak dilatarbelakangi dan bertujuan untuk maksud yang jahat; (g) pengkritik harus mempunyai identitas yang jelas, bukan disamarkan; dan (h) kritik harus dipertanggungjawabkan keakuratan dan kebenarannya.

(5) Boleh mengkritik saya, pemerintah dan masyarakat secara baik dan benar, tapi jangan menciptakan isu, caci-maki, fitnah, berita bohong (hoax), kebencian dan provokasi. Sebab hal ini jelas mencemarkan nama baik, melecehkan harga diri, dan menghancurkan wibawa dan kehormatan saya sebagai manusia dan sebagai pejabat atau figur publik dan menghancurkan kewibawaan Pemerintah dan kehormatan masyarakat.

(6) Sudah lama saya bersabar, tetapi karena saya merasa nama baik saya dicemarkan terus-menerus, harga diri saya dilecehkan terus-menerus, dan wibawa dan kehormatan saya dihancurkan terus-menerus, maka mulai sekarang saya akan MENUNTUT SECARA HUKUM pihak-pihak (orang/kelompok) yang menyebarkan isu, mencaci-maki, memfitnah, menyebarkan berita bohong (hoax), dan menciptakan kebencian dan provokasi terhadap saya, Pemerintah Kabupaten Dogiyai, dan masyarakat Kabupaten Dogiyai. Hal ini dijamin dan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan aturan perundang-undangan terkait lainnya. SAYA MEMPUNYAI HARGA DIRI, PEMERINTAH MEMPUNYAI WIBAWA, dan MASYARAKAT MEMPUNYAI KEHORMATAN.

(7) Marilah kita mengggunakan media sosial (facebook, twitter, website, dan lainnya) secara baik, benar dan bertanggungjawab. Silakan mengkritik secara baik, benar dan bertanggungjawab. Tapi jangan menciptakan  dan menyebarkan isu, mencaci-maki, memfitnah, berita bohong (hoax), kebencian dan provokasi, sebab ada konsekuensi hukumannya.

Jalan Menuju Dogiyai Bahagia. Terimakasih TUHAN. Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa, S.IP.

Total Page Visits: 285 - Today Page Visits: 1

Leave a Response