Now Reading
Penangkapan 49 Mahasiswa Papua di Surabaya Mulai Ditanggapi
0

Penangkapan 49 Mahasiswa Papua di Surabaya Mulai Ditanggapi

by adminAugust 16, 2018

Penangkapan 49 Mahasiswa Papua di Surabaya Mulai Ditanggapi

Beberapa pekan lalu, ada berita penangkapan dan intimidasi atas mahasiswa Papua di Surabaya. Ingatan itu belum hilang. Jauh sebelumnya, di Yogya, asrama mahasiswa dikepung, diteriakin monyet, kuno, tidak tau mandi,  jahanam, pemabuk dan seterusnya.

Jelang perayaan kemerdekaan RI yang ke 73, mahasiswa Papua kembali diserang sejumlah kelompok yang menamakan diri Pemuda Pancasila Sekber Benteng NKRI. Tidak hanya diserang, mahasiswa Papua kemudian ditahan Polisi Surabaya.

Selain pemuda Pancasila, dikabarkan, sejumlah warga sipil Surabaya memaksa membubarkan seminar dan menaikan bendera merah putih di halaman asrama Papua.

Menurut mantan Mahasiswa Papua yang pernah menggeluti pendidikan di Yogyakarta, Yermias Ign Degey, seminar, diskusi, lokakarya atau bentuk apapun bagi mahasiswa itu wajar dan biasa-biasa saja.

“Waktu saya kuliah di Jogja, kegiatan-kegiatan semacam itu sudah biasa, tentu dengan aneka topik. Di tempat dan ruang semacam itulah mahasiswa belajar berorganisasi, belajar berbicara, belajar menulis dan belajar berpikir kritis. Itu memang mimbarnya mahasiswa”, tulis Yeri di akun medsosnya.

Ditulisnya, Papua itu Indonesia kecil. Ada manusia dari berbagai suku dan bangsa yang ada di Indonesia ini ada di sini. Kami di Nabire misalnya, keragaman kami kunjungi tinggi. Kami rawat empat pilar bangsa karena kami sadar bahwa Indonesia itu majemuk, plural dan karena itu kita kenal istilah “Bhineka Tunggal Ika”. Pancasila adalah dasar negara bukan alat intimidasi. Di sini, banyak orang Surabaya ikut memperjuangkan hal itu.

Melihat peristiwa intimidasi dan ancaman yang dialami mahasiswa Papua di tanah Jawa, Yermias mengaku angat sedih rasanya.

“Penahanan 49 mahasiswa diintimidasi Sekber Benteng NKRI (Pemuda Pancasila) tanggal 15 Agustus saat mereka menggelar diskusi di asrama, d rumah mereka. Kami sebagai orang tua terganggu di sini. Di tengah sibuk-sibuknya perayaan HUT ke-73 RI, anak2 kami berada di kepolisian”, tulisnya.

Mewakili orang tua di tanah Papua, Degey juga meminta agar, rakyat Jawa tolong jaga mahasiswa Papua disana. Sama seperti orang Papua jaga masyarakat Jawa di tanah Papua.

“Dari Nabire kami ajak, hargai keragaman dan demokrasi Indonesia. Jaga anak-anak kami yg belajar di sana. Itu saja. Salam!”, pungkasnya.

[popup url=”http://www.swarapapua.com/v3/2018/08/16/1139/?preview_id=1139&preview_nonce=ae74ad52c9&_thumbnail_id=1140&preview=true”]Baca berita lama percakapan antara Gubernur Barnabas Suebu dengan Guberur Jawa Tengah, Suwardi, 1998[/popup]

Total Page Visits: 491 - Today Page Visits: 1

Leave a Response