Now Reading
Sarjana Pertama Bangsa Papua, Frits Kirihio Tutup Usia
0

Sarjana Pertama Bangsa Papua, Frits Kirihio Tutup Usia

by adminAugust 13, 2018

Sarjana Pertama Bangsa Papua, Frits Kirihio Tutup Usia

Sarjana pertama bangsa Papua yang pernah mengenyam pendidikan di Amsterdam Belanda, Niet  Westers Sisologie Vrije Universiteit, menghadap Tuhan dalam keadaan tenang di Jayapura, 12 Agustus 2018.

Pendeta Phil Karl Erari di akun facebook mengatakan,  dirinya sempat kontak Wynnand Watori untuk menghubungi Frits namun tak diangkat. Dirinya juga sempat seharian kontak nomor telpon Frits, diangkat tetapi tidak ada suara. Pada hari Sabtu saya mendapat sms dari Dan de Fretes: Berita duka tentang kematian Frits Kirihio di Jayapura.

Frits Kirihio  miliki  memori khusus ketika diundang Bung  Karno, sekembali  dari Belanda 1962. Di istana Bung Karno berpesan  pada Frits: “Ik zal jullie Vrijeheid geven”. -Saya  akan memberi kamu kemerdekaan.

Frits juga menjadi saksi ketika iringan Bung Karno diserang di Cikini Raya yang menewaskan seorang Tjakrabirawa.

Erari juga mengenang kisahnya ketika negeri Belanda, sempat ketemu Frits berkotbah tentang jalan bersama.

“Pada tahun 1983, ketika tim evaluasi relasi 25 tahun  GKI  Tanah Papua dan ZNHK, saya dengan August Kafiar dan George M Satya ke Belanda, saya menjumpai Frits Kirihio sebagai majelis Jemaat NHK Amstelveen, berkotbah tentang tema Zamen Opweg. Jalan bersama.
Makan siang dirumah Frits, saya dihidangkan Papeda yang terbuat dari tepung  kentang, enak juga”.

Pada tahun 1985, Frits Kirihiio sebagai seorang staf ICCO, diangkat sebagai Sekretaris Litbang GKI bersama Frits Veldkamp menangani badan Kerjasama Oikumenis CONFORD.

Frits Kirihio 10 tahun terakhir hidupnya di Jakarta, sebagai asisten Freddy Numberi membantu terbitan buku, Quo Vadis Papua. Frits juga menjadi adviser disertasi Bernarda Meterai tentang Nasionalisme Ganda Papua, yang dipertahakan di UI, 2010.

Selamat Jalan kaka Frits  dan Rest In Peace. Semoga keluarga dikuatkan.

734total visits,2visits today