Now Reading
Tak Dendam Pada Polisi Lagi
0

Tak Dendam Pada Polisi Lagi

by adminJuly 26, 2018

JAYAPURA – Ketua Dewan Adat Papua (DAP), Forkorus Yaboisembut, bersama keempat tahanan politik lainnya, Edison Waromi, Agust Kraar, Selpius Bobi dan Dominikus Surabut usai menghirup udara bebas dari Lembaga Permasyarakatan Klas IIA Abepura, Jayapura, Papua, Senin (21/7/2014) lalu, mengaku tidak dendam kepada Kepolisian Republik Indonesia.


Situs Suarapapua.com memberitakan, kelima aktifis Papua ini ditahan sejak 19 Oktober 2011, saat mendeklarasikan berdirinya Negara Republik Federal Papua Barat (NRPB), di Lapangan Zakeus, Padang Bulan, Papua,  dan dihukum tiga tahun penjara.
Edison Waromi, salah satu tahanan politik Papua, saat memberikan keterangan pers di depan Lapas Abepura mengaku tidak benci dan bahkan menyimpan dendam terhadap aparat kepolisian negara Indonesia yang telah memukul, menahan, dan memenjarakan mereka.
“Kami sama sekali tidak dendam dengan aparat kepolisian. Kami memaafkan mereka seperti Nelson Mandela memberikan pengampunan kepada polisi Afrika Selatan yang menahan dia,” kata Waromi.
Menurut Waromi, dirinya bersama keempat aktivis Papua lainnya akan tetap perjuangkan hak-hak politik bangsa Papua Barat yang telah dirampas oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 1969 silam melalui Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA).
Dukungan Amnesty Internasional
Dalam rilis yang dikirim kepada wartawan Suarapapua.com Oktovianus Pogau, Campaigner Amnesty Internasional untuk Indonesia dan Timor-Leste, Josef Roy Benedict mengatakan, pihaknya prihatin akan kegagalan pihak yang berwenang terus menerus membuat perbedaan antara aktivis-aktivis politik damai dengan kelompok-kelompok kekerasan yang terus dipenjara di Papua.

Dikatakan, Amnesty Internasional juga mendesak Kapolda Papua yang baru untuk memastikan bahwa polisi menghormati hak-hak kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai yang dijamin oleh pasal 19 dan 21 dari Kovenan Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCCPR) dimana Indonesia sudah termasuk didalamnya.
Sejalan Dengan Ajaran Kristus
Pernyataan lima pejuang Papua merdeka diatas, sejalan dengan ajaran Kristus dalam Kitab Perjanjian Baru (1985/1986:205) pasal 23 ayat 34. Dimana Yesus ketika dikayu Salib pernah mengatakan: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (ist/sp/002)

Total Page Visits: 279 - Today Page Visits: 1

Leave a Response