Now Reading
Saatnya Buka Kran Jodoh ke Papua New Guinea
0

Saatnya Buka Kran Jodoh ke Papua New Guinea

by adminJuly 26, 2018

Pemerintah RI hendaknya membuka kran jodoh antara putra putri Papua dengan putra putri Papua New Guinea. Selama ini orang Papua cenderung cari pasangan hidup dengan orang Ambon, Bima, Jawa, Toraja dan Batak. Dan jarang terdengar orang Papua nikahi atau dinikahi orang Papua New Guinea. Oleh karena itu sudah saatnya pemerintah membuka kran yang tertutup itu.


Hal itu dikemukakan Direktur Institute Touyelogy sekaligus pemilik situs Swarapapua.com, Engelbertus P Degey disela-sela kesibukannya di Nabire, (16/06/2014) kemarin.

Menurutnya, selama ini, orang Papua cenderung cari jodoh ke tanah Jawa atau Toraja. Jarang terdengar orang Papua ada kawin atau nikahi perempuan Wiwek atau Vanimo.

“Ini dosa besar bagi Pemerintah RI yang telah menutup kran jodoh”, ujar Degey sambil tertawa terbahak-bahak.

Entah serius atau tidak, Degey menilai, pemerintah selama 51 tahun ini, jelas-jelas sudah menutup hak hidup orang Papua dengan saudaranya dari timur.

Ujar Degey, tidak menutup kemungkinan jaringan narkoba bisa ikut serta dalam hubungan pertalian kawin mawin, namun di era sekarang, sudah saatnya hak-hak hidup seseorang untuk mencari jodoh sudah saatnya dijamin. Caranya dengan membuka kran jodoh antara pria gadis PNG dengan pria gadis Papua.

Solusi yang diberikan untuk membuka kran jodoh tidak repot dan pula tidak memerlukan biaya besar. Kata Degey, caranya cukup membuat sejumlah kegiatan yang melibatkan putra-putri Papua dan PNG. Diantaranya, pertukaran pelajar yang sudah lama dibangun, lomba masak Papua, pertandingan sepakbola persahabatan, atau acara-acara seminar persahatan.

Kata Degey, hal ini perlu dipikirkan serius untuk mempertahankan ras melanesia yang semakin punah ini. (003/cr8/SP)
 
 
 

216total visits,1visits today

Leave a Response