Now Reading
Konstitusi Tidak Adil?
0

Konstitusi Tidak Adil?

by adminJuly 26, 2018

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi yang menolak semua gugatan pemohon, dinilai tidak adil. Tak satupun gugatan tim kuasa hukum yang diterima. Itu berarti, pemilihan Presiden RI yang baru saja berlalu, berjalan mulus tanpa adanya pelanggaran secara sistematis, terstruktur dan masif. Itu berarti Indonesia bersih dari segala pelanggaran, dan kita sudah tiba β€œdisana”.


Banyak kalangan menilai, sepantasnya, daerah kota yang ada pelanggaran sebagaimana yang diajukan pemohon dikabulkan dan MK terbitkan putusan Sela, agar daerah-daerah tersebut dilakukan pemilihan ulang. Soal menang kalah itu urusan nanti dan KPU Pusatlah yang akan menentukan, siapa pemenang dan siapa kalah. Yang jelas proses ini berjalan.

Jikalau MK menolak semua gugatan pemohon, maka materi perkara yang diajukan oleh Tim Kuasa Hukum Prabowo-Hatta terlalu tergesa-gesa dan tidak serius. Bisa saja mereka sudah mengetahui β€œbudaya MK” dan tidak serius membantu Prabowo.

Rakyat Indonesia saat ini menginginkan sebuah keadilan yang seutuhnya.Β  Pengamalan Pancasila sila kelima, β€œKeadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” adalah kunci menuju Indonesia yang adil dan makmur. Β Rakyat Indonesia tidak butuh selembar kertas uang, yang rakyat butuhkan adalah keadilan dan kejujuran.

Sejujurnya, kami bukan ahli hukum atau mengerti akan hukum yang berlaku, tetapi paling tidak kami juga bisa berpendapat, sebagai hak warga masyarakat menilai sebuah persoalan berdasarkan persepsi kita masing-masing.

Memang untuk mencapai sebuah masyarakat yang adil dan makmur adalah perjuangan kita bersama. Kedepan kita juga masih mengingkan Capres yang tidak hanya selalu berasal dari satu suku. Keseragaman dan kebersamaan adalah penting untuk mewujudkan negeri ini menjadi Macan Asia yang punya jati diri dan harga diri yang tidak bisa dibeli dan dibodohi terus menerus oleh Kapitalisme yang sedang berlindung di balik paham Zionis.

MK Bukan Pilatus

Didalam memutus perkara Pilpres 2014 ini, MK tidak cuci tangan seperti Pilatus lempar soal kepada penguasa yang lebih tinggi diatas. MK langsung putuskan persoalan sesuai berkas yang diterima di mejanya.

Pilkada dan Pilpres Serentak

Kedepan banyak pihak mengharapkan agar, Pilres, Pilkada dan Pileg dapat dilaksanakan secara serempak untuk menghemat waktu, biaya dan tenaga. Karena, rakyat Indonesia nyatanya sudah bosan pergi ke TPS karena tidak ada untung yang mereka peroleh.

Posisi demikian, bisa dipermaikan oleh penyelenggara (KPU Pusat hingga TPS) untuk mencari uang kepada caleg, cabup, cagub dan capres. Ini berbahaya kedepan dalam meneggakan demokrasi di tanah Papua. Oleh sebab itu, waktu pelaksanaan akan menentukan berhasil tidaknya Pemilu di negari ini.

Total Page Visits: 537 - Today Page Visits: 1

Leave a Response