Now Reading
Tambang Dikuasai Asing, Indonesia tak Cerdas
0

Tambang Dikuasai Asing, Indonesia tak Cerdas

by adminJuly 25, 2018

JAKARTA – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, M Amien Rais mengatakan, kekayaan alam Indonesia sangat berlimpah. Sayangnya, SDA itu ternyata tidak digunakan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, malah dimanfaatkan oleh bangsa Asing.Β  Kezaliman inilah yang selama ini terus berlangsung di Indonesia.


“Saya membuat contoh-contoh betapa kezaliman sudah berlangsung lama tapi kita seperti “kethek ditulup” (monyet dipanah dengan alat panah yang ditiup, red). Monyet itu tidak tahu dari mana datangnya tulupan itu,” kata Amien dalam Pengajian Politik Islam (PPI), Ahad (31/3/2014) di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan.
Mantan Ketua MPR RI itu mencontohkan tambang minyak. Menurutnya, tambang minyak di Indonesia yang dikuasai oleh perusahaan-perusahaan milik bangsa sendiri hanyalah 20 persen saja. Sementara yang 80 persen dikuasai oleh perusahaan-perusahaan asing seperti Exxon Mobile, Chevron, British Petroleum, dan sebagainya.
“Mereka yang ambil minyak, diangkat ke permukaan, mereka olah, mereka jual, mereka tentukan harganya kita jadi konsumen di negeri sendiri,” ungkapnya seperti dilansir ekonomi.okeozone.com.
“Sementara kita tidak punya apa-apa, la haula wa la quwata illa billah. Kita hanya ngangguk-ngangguk seperti kethek ditulup,” kata Amien yang lagi-lagi membuat gerrr jamaah.
Contoh lainnya, kata Amien, Indonesia juga memiliki tambang minyak terbesar di dunia. Salah satunya di Papua. Tambang-tambang ini terbesar di seluruh muka bumi dan beroperasi sejak akhir 70’an sampai dengan sekarang. Sayangnya, dari kekayaan alam ini Indonesia hanya mendapatkan royalti 1 persen saja. “Di alam semesta ini ada negara yang tidak cerdas, yaitu alhamdulilah bangsa kita ini,” kata Amien disambut tawa hadirin.
“Kita persilahkan mereka mengangkut, smelternya ada di Jepang, kita cuma jadi penonton, tunggu impor dan menghadapi mafia / maling minyak. Dan kita harus puas dengan royalti 1 persen. Ini sesuatu yang nggak masuk akal,” tambahnya.
Amien mencontohkan lagi. Gas alam yang ada di Natuna. Menurutnya, gas alam di Natuna lebih besar dari pada yang ada di Aceh. Tetapi, lagi-lagi kekayaan ini dikelola oleh Asing.
“Lantas pipa-pipa dari tanah itu melongokya di teritorial Singapura, dia menentukan harganya, dia mengambil, dia memberitahu kita, berapa yang diambil, dan kita hanya manggut-manggut seperti kethek ditulup,” kata guru besar politik UGM ini.
Lebih mencengangkan, kata Amien, bila kita hendak berbisnis dalam bidang maskapai udara, ternyata izinnya juga harus diperoleh dari Singapura. “Pokoknya kita buka rute wilayah Indonesia bagian barat, izinnya ke Singapura,” kata Amien sembari menggelengkan kepalanya. Itulah Indonesia. (ist)


Β 
Β 

Total Page Visits: 388 - Today Page Visits: 1

Leave a Response