Now Reading
Kepada Dubes Australia, Enembe Minta Pemerintah Pusat Patuhi UU Otsus
1

Kepada Dubes Australia, Enembe Minta Pemerintah Pusat Patuhi UU Otsus

by adminDecember 29, 2017
JAYAPURA – Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe mengatakan, dirinya sudah berbicara dengan Dubes Australia untuk Indonesia, Greg Moriaty bahwa pemerintah pusat masih  melanggar UU Otonomi Khusus Nomor 21 Tahun 2001 dengan membuat berbagai kebijakan yang merugikan orang Papua.
Hal tersebut dikatakan Lukas Enembe usai pertemuannya dengan Dubes Australia (3/11) kepada wartawan  sebagaimana yang dilansir Alexander Leon dari tabloidjubi.com.
Kata Enembe, Dubes Australia pada saat pertemuan dengan dirinya bertanya, bagaimana hubungan Papua dan Jakarta. Lalu Enembe menjawab, pemerintah pusat banyak melanggar UU Otonomi Khusus. Seharusnya Pemerintah Pusat tunduk dan taat pada Undang-Undang Otonomi Khusus Nomor 21 Tahun 2001.
Dubes juga bertanya, siapa yang dipercayakan untuk mengurus Papua, kata Enembe, sampai saat ini dirinya tidak tahu, apakah Jusuf Kalla yang mengurus Papua atau Jokowi sendiri. Yang jelas, menurut Enembe, siapapun yang dipercayakan untuk mengurus Papua, harus tunduk dan taat pada Undang-Undang Otonomi Khusus.
Kata Enembe, Dubes Australia sungguh sangat mendukung integritas NKRI. Australia juga tetap melanjutkan program kerja sama dibidang  beasiswa pendidikan bagi putra / putri Papua. (swp)
Total Page Visits: 342 - Today Page Visits: 2
1 Comments
  • February 12, 2018 at 9:25 pm

    Suatu sore, dipinggir para-para pinang sekitar lima sekawan dong babicara sembarang sambil ludah-ludah pinang merah kental. Bagi yang merasa, tolong komentar, bila tidak, sa rasa ini akun palsu.
    E Wele T Wele: “Hey, Siyan Sana, kam cari apa. Sa datang, ko usir sa seperti ekina. Satu datang lamar, kamu nolak pakai alasan orang tua tra setuju. Satu lagi datang kam usir. Setiap orang yang datang, kam usir. Setelah itu lewat dimana tra tau, ko muncul dengan laki-laki. Trus siapa yang kamu cari, model apa yang ko mau? Ko minta yang lebih rusak lagi? Tunggu”.
    Doang Saja: “Terus terang e, supaya terang terus. Orang yang suka mengeluh, orang yang suka mengkritisi, orang yang tidak pernah berhenti dari keluh kesah, adalah orang-orang yang belum bahagia, belum mapan dan jelas, dia orang yang kurang sabar, kurang pengertian, belum percaya diri dan tidak mampu. Titik”.
    Wambrauw Saja: “DS, bicara pakai nafas. Jangan pakai puuko.”.
    Maga Saja: “Epen ka… Kamorang pu klakuan tu yang DS kastau. Seeeepret creeet”. Pinang melayang kiri kanan.
    Dila Kana: “Kawan-kawan, benar yoo? Sa pamalas cerita yang tara jelas. Kam pu carita baku polo kaa polotikus kaaa kam bawa pergi suudanng. Dar pada sa bersihkan akan dengan ludah .aa… Hhhh”. Cerewt.
    Krislov Del: “Ade-ade begini. Kk ni pengaruh disini, jadi ade-ade dengar baik-baik. Hidup ini harus kita hargai-menghargai satu sama lain. Hidup ini jangan kita saling meremehkan. Tidak boleh sombong. mari sam sama bangun toleransi, saling mengunjungi, mengampuni, mengireksi, menerima masukan, ambil keputusan yang bijak, tidak menyindir dan menyakiti hati orang. Jika kita hidup ditengah orang-orang yang suka ngomel, biarkan saja. Nanti dia sendiri bosan dan diam. Bagus kalau dia sadar dan bangkit berdiri, didalam nama Yesus, orang itu akan berhasil. Hidup ditengah banyak orang pintar, kadang susah juga. Maka, lakukanlah apa yang bisa anda lakukan. Itulah kemampuan yang Tuhan berikan pada anda. Pakailah kata Epabeu. Yang penting kamu jangan curi orang punya hak. Karena akan dicercah selama ko hidup dan Tuhan pun mencatat di dalam buku kehidupan. Jangan banyak-banyak, bikin satu saja, Tuhan sudah tersenyum”.
    Heny Saja: “Kaka, ko tinggal di?

Leave a Response