Now Reading
Kisah Auki (4): Pentingnya Gerakan Edage Bagee
0

Kisah Auki (4): Pentingnya Gerakan Edage Bagee

by adminDecember 28, 2017

Kedatangan misi dan zending telah membawa banyak perubahan-perubahan. Banyak pemuda-pemudi dididik berpola asrama, ada pula yang dibawah keluar untuk studi di luar daerah bahkan diluar negeri. Itu semua dilakukan agar pada suatu saat mereka dapat membangun daerahnya sendiri berlandaskan budaya dan ajarannya.

Salah seorang putra Mee yang benar-benar menyadari akan hal itu adalah Zakheus Pakage.

Ia pada saat pendudukan Jepang di bawah pergi oleh Dr. J.V. de Bruijn ke Australia dan selanjutnya disekolahkan di Sekolah Tinggi Teologia Ujung Pandang.

Sepulangnya Zakheus membuat sebuah Gerakan Kebudayaan yang dikenal dengan β€œEDAGE BAGE” atau orang-orang dalam pagar.

Menurut DR. Jan Boellaars dalam MANUSIA IRIAN DULU, SEKARANG DAN MASA DEPAN, nama EDAGE BAGE menimbulkan pikiran, bahwa hanya didalam pagar orang bisa aman terhadap bencana dan tanpa susah payah dapat menikmati kesuburan bumi. Serentak juga bergema didalam nama itu kisah asal dari Alkitab tentang Taman Firdaus, sebuah kebun berpagar, yang didalamnya manusia tidak mengenal penderitaan dan kematian.

Namun ada sekelompok orang yang tidak memahami benar Gerakan ini menyebut kelompok ini adalah β€œWege Bage” atau kelompok perusak. Inti pokok dari ajaran ini adalah bahwa kearifan-kearifan dan kebenaran-kebenaran akan Allah terdapat didalam alam, adat dan ajaran orang Mee perlu dijaga, dilestarikan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Alkitab dipandang sebagai penyempurna ajaran asli.

Total Page Visits: 410 - Today Page Visits: 2

Leave a Response