Now Reading
Pituwo (7)
0

Pituwo (7)

by adminJune 8, 2017

Kami tolak hukum adat 7 (pituwo) sebab hal itu sama saja kita melegalkan dan atau ikut mendukung perzinahan dan penyebaran HIV / AIDS di wilayah Meuwo. Hukum adat 7, lebih baik hanya berlaku bagi pasangan yang ternyata diketahui bahwa pelaku belum tahu ada hubungan Wize atau Keneka. Selain dari dua hubungan ini, harus ada efek jera yang kita sepakati bersama, bahwa hukum adat 7, harus lebih mahal dari biasanya.

Hal ini tentu akan lebih mendorong manusia Meuwo dari tindakan tindakan Mogai atau perzinahan yang memang bukan hal baru.

Zinah sendiri sudah ditolak sejak jaman Nabi Musa. Di dalam loh batu, salah satu bunyi dari 10 perintah Allah adalah tentang hal ini. Jangan berzinah. Bahkan dalam 10 printah itu masih disebutkan “jangan mengingini istri orang”.

Moyang Meuwo pun sama. Sebelum agama Kristen masuk, hukum adat “Mogai Daa” sudah ada. Dan hukum ini dilegalkan oleh Minesaitawi Tatago dengan memegang ajaran Totamana sebagai fondasi hukum adat (tauratnya Meuwo) yang selalu harus dipegang dan disempurnakan.

Perilaku 7, sepanjang tidak diatur dengan baik dan tegas, tentu kita akui bahwa sampai kapanpun tidak akan ada efek jera bagi orang Meuwo dari perilaku free sex dan penyebaran virus virus mematikan lainnya. Sekaligus orang lupa hukum adat yang sejati, dan lebih menjual ade perem atau anak perem untuk cari uang dengan cara cara yang tidak diinginkan Manusia Mee sejati. Yaitu hukum adat dan Tuhan sendiri. Semoga! ????

Total Page Visits: 626 - Today Page Visits: 3

Leave a Response